TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
🧠 Tahukah Anda

Benda Ini Dijumpai di Kubur Etruska — Tapi Mengapa Ia Berukir Seperti Epik Perang yang Tak Pernah Ditulis?

Di antara debu zaman purba, sebuah bekas berbentuk baldi berukir halus muncul dari kubur-kubur utara Itali — bukan sekadar alat, tapi lembaran sejarah yang tersembunyi dalam relief perunggu. Mengapa ribuan tokoh, kereta perang, dan upacara rahsia dipahat pada permukaannya? Dan mengapa budaya jauh di Slovenia hingga Venesia turut membawa bentuk yang sama — seolah-olah ada bahasa visual rahsia yang menghubungkan Eropah dari Alps ke Laut Mediterranean selama 1,500 tahun?

17 Julai 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Situla
Benda Ini Dijumpai di Kubur Etruska — Tapi Mengapa Ia Berukir Seperti Epik Perang yang Tak Pernah Ditulis?
AI

Di Bawah Tanah, Di Atas Waktu

Pada musim luruh 1872, di kawasan Colfiorito di Umbria—sebuah lembah sunyi di utara wilayah Etruska—seorang penggali kubur tanpa nama menyentuh sesuatu yang keras, licin, dan dingin di bawah lapisan tanah liat tebal. Bukan tulang, bukan pedang, bukan gelang emas. Ia sebuah situla: bekas perunggu berbentuk baldi, tinggi kira-kira 35 cm, dengan pegangan melengkung seperti sayap burung, dan dindingnya penuh dengan ukiran — bukan corak kosong, tetapi naratif padat: prajurit berbaris dengan tombak panjang, wanita memegang cawan di depan altar, kereta perang meluncur di atas roda bertatahkan bintang, dan seekor rusa melompat melewati pohon yang daunnya berubah menjadi awan.

Tidak ada catatan sejarah yang menyebut nama pembuatnya. Tiada inskripsi yang mengungkap siapa yang dikubur bersamanya. Namun, setiap garis pada permukaan situla itu adalah kalimat — dan keseluruhan permukaannya adalah sebuah epos tanpa huruf.

Bentuk yang Berjalan Tanpa Kaki


‘Situla’ berasal dari bahasa Latin situlum, yang bererti ‘baldi’ atau ‘timba’. Tetapi ini bukan timba untuk menimba air. Ia adalah wadah untuk mengangkut sesuatu yang tak kelihatan: kuasa, kenangan, status — dan mungkin, jiwa. Bentuk asasnya — badan bulat, dasar rata, pegangan melengkung di tepi — muncul pertama kali dalam Zaman Gangsa Eropah Barat, lebih kurang 1200 SM. Berbeza dengan bekas Mesir atau Timur Dekat yang berdasar runcing (harus disandarkan atau diletak di dudukan), situla Eropah dirancang untuk berdiri sendiri: stabil, tegak, hadir — seperti saksi yang tidak berkelip.

Yang menakjubkan: bentuk ini tidak mati. Ia berpindah. Dari kubur Etruska di Bologna hingga kubur Hallstatt di Slovenia; dari makam di Este, Italia utara, hingga temuan di Magdalenska Gora — semua membawa situla berperunggu, berukir, dan berlapis makna. Arkeolog menyebutnya Situla Culture, bukan kerana mereka hanya membuat baldi, tetapi kerana mereka berbicara melalui baldi itu.

Relief yang Berbisik dalam Bahasa Gerak


Jika lukisan gua berbicara tentang berburu, dan relief Mesir tentang ketuhanan, maka relief situla berbicara tentang ritual hidup-sehari. Di situla Benvenuti (abad ke-6 SM), kita lihat prosesi pemuda memakai topi bulu, mengiringi kereta yang membawa dewi atau ratu — bukan dalam pose statis, tetapi dalam gerak: kaki terangkat, tali kekang kendur, ekor kuda melengkung seperti busur. Di situla Vače (Slovenia), satu pita ukiran mengelilingi badan bekas seperti gulungan skrol: di sini, seorang lelaki memotong leher seekor lembu; di sana, penari memutar dengan lengan terangkat tinggi; kemudian, seorang tua duduk di bawah pokok sambil memegang cawan — seolah-olah seluruh siklus kehidupan, dari pengorbanan hingga perayaan, dikurung dalam satu lingkaran logam.

Tiada teks menjelaskan maksudnya. Tetapi para pakar seni seperti Dr. Eva Czermák menunjukkan: urutan gambar ini bukan acak. Ia mengikuti struktur naratif yang konsisten — masuk, persiapan, transformasi, kembali. Seolah-olah setiap situla adalah buku liturgi yang dibuat dari perunggu, dibaca bukan dengan mata, tetapi dengan tangan yang memegangnya, dengan telinga yang mendengar dentingnya di upacara, dengan kaki yang berdiri di atas tanah yang sama tempat ritual itu diadakan.

Ketika Baldi Menjadi Relik


Zaman berubah. Etruska lenyap. Rom bangkit. Tetapi situla tidak punah — ia berubah kulit. Di Basilika St Mark di Venice, dua situla kaca berwarna biru kehijauan ditemui dalam peti harta gereja — bukan untuk upacara kafir, tetapi untuk menyimpan minyak suci. Di biara-biara abad pertengahan Jerman, situla perak digunakan dalam misa, dengan ukiran Kristus di tengah-tengah, dikelilingi malaikat yang mengepak — masih bulat, masih berpegangan, masih berlingkar — tetapi kini, lingkaran itu adalah simbol keabadian.

Yang paling mengharukan: di sebuah kubur kecil di Grad near Ljubljana, arkeolog menemukan situla perunggu pecah — lalu dikumpulkan semula oleh tangan manusia purba, diikat dengan wayar tembaga nipis, dan dikubur kembali. Bukan sebagai barang rusak. Tapi sebagai yang pernah hidup, lalu disembuhkan.

Apa yang Masih Tersisa di Dasar Baldi?


Hari ini, lebih daripada 300 situla telah ditemui. Tiada dua yang identik. Tiada satu pun yang sepenuhnya terbaca. Mereka bukan artefak — mereka adalah pengundang. Pengundang untuk bertanya: Apa yang diangkut oleh baldi ini selain air atau minyak? Apakah ia wadah untuk suara orang mati? Untuk nama-nama yang hilang dari sejarah tertulis? Untuk lagu-lagu yang tak pernah direkodkan?

Dan mungkin, yang paling penting: jika suatu hari nanti, anak cucu kita menggali kota kita — apa bentuk baldi yang akan mereka temui? Dan apakah ukiran di atasnya akan berbicara tentang ketamakan kita, atau kebijaksanaan kita? Tentang kecepatan kita, atau kesabaran kita? Situla tidak menjawab. Ia hanya menunggu — bulat, tegak, dan penuh dengan ruang kosong yang menuntut diisi oleh mereka yang berani memandangnya lama-lama.

---
Rujukan: Situla — Wikipedia

Kandungan Ditaja (Sponsored)