TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
🕌 Kisah & Iktibar

Doa Juwairiyah: Kisah Seorang Tawanan Perang yang Menjadi Ibu Ummul Mukminin

Kisah Juwairiyah binti al-Harith, seorang tawanan perang yang akhirnya dinikahi Rasulullah SAW, mengajarkan kita tentang kekuatan doa dan keikhlasan. Doa yang dipanjatkannya menjadi sebab pembebasan dirinya dan kaumnya, serta menjadi salah satu doa yang paling masyhur dalam sejarah Islam.

22 Jun 20263 minit baca1 tontonanWeb Editor
Doa Juwairiyah: Kisah Seorang Tawanan Perang yang Menjadi Ibu Ummul Mukminin

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Di tengah kancah peperangan Bani Mustaliq, hiduplah seorang wanita bangsawan bernama Juwairiyah binti al-Harith. Ayahnya adalah pemimpin Bani Mustaliq yang tewas dalam pertempuran. Juwairiyah sendiri ditawan dan menjadi tawanan perang. Namun, takdir berkata lain. Melalui sebuah doa yang tulus, ia tidak hanya meraih kebebasan, tetapi juga kemuliaan sebagai istri Nabi Muhammad SAW.

Detik-Detik Penuh Makna

Dalam riwayat yang sahih, Juwairiyah adalah seorang tawanan yang ditawan oleh sahabat Tsabit bin Qais. Tsabit menawarkan kepadanya untuk memerdekakan diri dengan tebusan yang sangat berat. Juwairiyah, yang tidak memiliki harta, lantas mendatangi Rasulullah SAW dan memohon pertolongan. Saat itu, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Mahukah engkau dengan yang lebih baik dari itu?" Juwairiyah menjawab, "Apa itu, ya Rasulullah?" Nabi bersabda, "Aku akan membayar tebusanmu dan menikahimu."

Peristiwa itu bukanlah sekadar kisah cinta biasa. Ia adalah bukti bahawa doa dan tawakal kepada Allah mampu mengubah keadaan yang mustahil menjadi mungkin. Juwairiyah, yang pada awalnya adalah tawanan yang hina, akhirnya menjadi salah satu Ummul Mukminin (ibu orang-orang beriman).

Doa yang Mengubah Sejarah

Doa Juwairiyah yang paling terkenal adalah doa yang dibacanya ketika berada di rumah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Juwairiyah pernah berada di masjid pada waktu subuh, lalu Rasulullah SAW keluar darinya ketika ia masih duduk berzikir hingga waktu dhuha. Nabi bersabda, "Sesungguhnya aku telah mengucapkan beberapa kalimat setelah keluarmu, yang jika ditimbang dengan semua yang engkau ucapkan (sejak pagi), niscaya akan lebih berat." Doa tersebut adalah:

> "Subhanallahi wa bihamdihi, 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatihi"

(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan makhluk-Nya, dan sebanyak kerelaan diri-Nya, dan seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya).

Doa ini mengajarkan kita untuk memuji Allah dengan cara yang tidak terbatas, mengakui kebesaran-Nya melampaui batas akal manusia. Juwairiyah, meskipun telah menjadi istri Nabi, tidak pernah meninggalkan amalan zikir dan doa yang diajarkan oleh suaminya.

Hikmah Kisah Juwairiyah

Kisah Juwairiyah memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita. Pertama, doa adalah senjata orang mukmin. Dalam keadaan terdesak, Juwairiyah tidak putus asa, tetapi justeru mendekatkan diri kepada Allah. Kedua, kemuliaan seseorang tidak diukur dari keturunan atau harta, tetapi dari keimanan dan ketakwaan. Juwairiyah yang berasal dari kaum kafir akhirnya menjadi teladan bagi seluruh umat Islam. Ketiga, keikhlasan dalam berdoa membuat doa mustajab. Juwairiyah tidak meminta yang muluk-muluk, tetapi memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan.

Amalan yang Ditinggalkan

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengamalkan doa Juwairiyah ini. Ia adalah zikir yang ringan di lidah tetapi berat di timbangan amal. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali sibuk dengan urusan dunia sehingga lupa berzikir. Namun, doa Juwairiyah mengingatkan kita tentang pentingnya meluangkan waktu untuk mengingat Allah, walaupun hanya sebentar.

Kisah Juwairiyah juga mengajarkan kita tentang jihad melawan hawa nafsu dan menerima takdir dengan redha. Ia adalah contoh bagaimana Islam memuliakan wanita dan memberi mereka tempat yang terhormat. Semoga kita dapat mengambil iktibar dari kisah ini dan mengamalkan doa yang diajarkannya.

Tersedia dalam: