TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข ๐Ÿ“– Hari Ini Dalam Sejarah Dunia โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐Ÿ•Œ Agama & Budaya

Masjid Tuo Ampang Gadang Dibangkitkan: Warisan 180 Tahun Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Menteri Kebudayaan Fadli Zon merasmikan pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Lima Puluh Kota โ€” masjid berusia 184 tahun yang akan dipulihkan secara konservatif dalam enam bulan. Proyek ini mengutamakan pengrajin tempatan, memacu pelancongan keagamaan, dan melibatkan masyarakat dari perancangan hingga pemeliharaan jangka panjang.

20 Jun 20263 minit baca5 tontonanOleh Sofia MendezAntara
PositifDisemak silang 2 model ยท 68
Baca 30 saat
  • โ€ขMasjid Tuo Ampang Gadang yang berusia 184 tahun sedang dipulihkan secara konservatif dalam enam bulan.
  • โ€ขProyek ini melibatkan pengrajin lokal dan diharapkan meningkatkan pariwisata religi serta ekonomi setempat.
  • โ€ขPemugaran mengutamakan bahan asli dan prinsip konservasi ketat.
Masjid Tuo Ampang Gadang Dibangkitkan: Warisan 180 Tahun Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Bayangkan atap tumpang tiga yang mulai runtuh, tiang surian rapuh oleh rayap, dan ukiran mihrab yang pudar dimakan masa. Itulah Masjid Tuo Ampang Gadang โ€” bangunan berusia 184 tahun di Nagari Ampang Gadang, Mungka, Lima Puluh Kota. Kini, masjid itu tak lagi sekadar warisan yang terbengkalai. Ia sedang dibangkitkan lewat pemugaran nasional yang digagas Kementerian Kebudayaan. Semasa meninjau tapak pada Selasa (15/4), Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebutnya bukan projek restorasi biasa. "Ini adalah pelaburan ganda: pelestarian budaya *dan* pemicu ekonomi rakyat," katanya. Pelancong yang datang, tambahnya, akan membuka peluang bagi UMKM, penjual songket, dan perajin kayu tempatan.

Masjid Berusia 184 Tahun dengan Filosofi di Setiap Kayu

Dibina pada 1840, Masjid Tuo Ampang Gadang adalah salah satu masjid tertua di Sumatera Barat. Arsitekturnya bukan sekadar bentuk โ€” ia bercerita. Atap tumpang tiga bukan hanya ciri khas Minangkabau, tapi juga simbol syariat, tarekat, dan hakikat. Tiang utamanya daripada kayu surian, kuat tanpa paku. Lantai panggung setinggi satu meter menjawab cabaran banjir dan kelembapan tropika. Mihrabnya dihiasi kaligrafi kuno dan ukiran halus yang kini banyak hilang atau retak. Keburukan fizikalnya kritis: atap bocor, beberapa tiang lapuk, ornamen terkikis. Pemugaran akan menerapkan prinsip konservasi ketat โ€” bahan asli diprioritaskan; jika tidak tersedia, diganti dengan yang paling mendekati secara komposisi dan usia.

Ekonomi Bergerak dari Serambi Masjid

Fadli Zon menegaskan: tenaga kerja tempatan harus menjadi tulang belakang projek ini. Pengrajin kayu tradisional, tukang batu warisan, dan pelukis ukir dari Nagari Ampang Gadang akan direkrut secara langsung. Bahan-bahan pun didatangkan dari sekitar โ€” kayu surian dari hutan adat, batu dari sungai terdekat. Dinas Pariwisata Lima Puluh Kota sudah bersedia skema sokongan: pusat oleh-oleh berdasarkan kerajinan tangan, homestay berarsitektur rumah gadang, dan laluan pelancongan keagamaan yang terintegrasi. Ketua Dinas Andri Satria menargetkan peningkatan kunjungan pelancong sebanyak 30% selepas pemugaran. Di Pasar Ampang Gadang, antusiasme nyata. Nurbaiti, peniaga berusia 52 tahun, sudah bersedia stok lamang tapai dan songket tenun tangan. "Kami tidak tunggu โ€” kami siap jual hari ini," ujarnya.

Penduduk Bukan Penonton, Tapi Penjaga

Pemugaran ini bukan projek top-down. Tokoh adat, wali nagari, dan perwakilan pemuda membentuk Tim Pemantau Bersama. Mereka mengawasi setiap tahap โ€” dari pembongkaran selektif hingga pemasangan semula ukiran baru โ€” dan memastikan nilai adat tidak dikorbankan demi kecepatan. Wali Nagari Dasman menegaskan: "Setiap keputusan teknikal dikonsultasikan dengan ninik mamak dan alim ulama. Ini bukan hanya masjid, tetapi ruang adat yang hidup." Dokumentasi proses juga dilakukan setiap minggu โ€” foto, catatan lapangan, dan rekaman temubual dengan pengrajin akan disimpan sebagai bahan pendidikan untuk generasi akan datang.

Enam Bulan, Satu Komitmen Jangka Panjang

Sasaran selesai: enam bulan. Peruntukan dana berasal daripada APBN melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan. Tapi pemugaran fizikal hanyalah permulaan. Program latihan pemeliharaan bangunan cagar budaya sudah dirancang khusus untuk pemuda tempatan โ€” dari teknik pelapisan kayu semulajadi hingga pengesanan awal kerosakan struktur. Masa depan, masjid ini akan berfungsi dua: tempat ibadah harian *dan* pusat belajar sejarah arkeologi, ekonomi kreatif, serta pengurusan warisan. Bukan sekadar monumen masa lalu โ€” tapi mesin kesejahteraan yang berjalan dengan irama adat dan semangat gotong royong.

Masjid Tuo Ampang Gadang tidak perlu berubah untuk tetap relevan. Cukup dipulihkan โ€” dengan hati, ilmu, dan keyakinan kepada penduduk yang selama ini menjaganya.