TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌍 Dunia

13 Orang Tewas dalam Ledakan di Pabrik LNG Qatar, Warga Pakistan dan India Termasuk Korban

Sebanyak 13 orang tewas, termasuk warga Pakistan dan India, dalam ledakan di kompleks LNG Ras Laffan, Qatar akibat kerusakan teknis. Menteri Energi Qatar menyatakan kejadian itu bukan sabotase.

23 Jun 20263 minit baca1 tontonanWeb Editor
13 Orang Tewas dalam Ledakan di Pabrik LNG Qatar, Warga Pakistan dan India Termasuk Korban

Imej: Foto: dawn.com (Sumber Asal)

Sejumlah 13 individu tewas dalam satu ledakan di kompleks cairan gas alam (LNG) raksasa Ras Laffan di Qatar, dengan korban terdiri dari warga Pakistan dan India. Menteri Negara bagi Energi Qatar, Saad al-Kaabi, pada hari Senin mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh 'kerusakan teknis' dan bukan sabotase atau bersifat musuh.

Kejadian Ledakan

Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa 'kerusakan teknis' terjadi pada sore hari Minggu di fasilitas penyediaan gas lokal Barzan. Ledakan terjadi saat pekerja sedang memulai kembali operasi yang terhenti setelah serangan Iran pada bulan Maret. Ledakan tersebut mengguncang wilayah utara Doha, dengan wartawan AFP yang berada 64 kilometer dari lokasi kejadian juga mendengar suara ledakan.

Menurut al-Kaabi, kebakaran yang muncul akibat ledakan berhasil dikendalikan pada malam hari Minggu setelah pasukan respons darurat dikerahkan. Ia menegaskan bahwa ledakan tersebut tidak memberi dampak terhadap ekspor atau kebutuhan lokal, dan tidak ada dampak lingkungan yang signifikan.

Korban dan Tanggapan

Al-Kaabi mengumumkan 'kehilangan tragis 13 jiwa warga kami yang berkewarganegaraan India dan Pakistan'. Selain itu, 66 orang dilaporkan luka dan menerima perawatan medis, namun tidak ada yang dalam kondisi kritis. Korban luka terdiri dari berbagai kewarganegaraan: Qatar, India, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Ghana, Tanzania, Nigeria, dan Nepal.

Kedutaan India di Qatar mengonfirmasi bahwa 12 warga negara India tewas dalam insiden tersebut, dan sedang bekerja sama dengan otoritas Qatar untuk mengirimkan jenazah ke India. Sementara itu, Kedutaan Pakistan juga menyatakan belasungkawa dan siap membantu warganya yang terkena dampak. Mereka menyediakan nomor hotline: +974 6679 0329 dan +974 6648 6213.

Dampak terhadap Produksi LNG

Kompleks Ras Laffan merupakan pusat LNG terbesar dunia dengan kapasitas produksi tahunan 77 juta metrik ton. Sebelumnya, fasilitas ini rusak parah dalam perang AS-Iran, dengan serangan rudal pada Maret merusak dua unit pemrosesan gas utama dan mengurangi kapasitas ekspor LNG Qatar sebesar 17 persen. Al-Kaabi menyatakan bahwa perbaikan akan memakan waktu tiga hingga lima tahun.

Al-Kaabi menjelaskan bahwa produksi Barzan telah dihentikan sejak Desember 2025 untuk perawatan dan baru dimulai kembali dua hari sebelum ledakan. Ia menegaskan bahwa kejadian ini berbeda dari serangan luar, dan merupakan 'kecelakaan' yang perlu menjadi pelajaran.

Konteks Regional

Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS utama, telah menjadi sasaran serangan rudal dan drone selama perang Iran. Penutupan Selat Hormuz juga memberi dampak besar terhadap ekspor LNG Qatar karena tidak ada jalur alternatif. Namun, al-Kaabi membedakan antara status Selat Hormuz dan serangan terhadap negara-negara Teluk dengan ledakan Minggu, yang menurutnya bersifat teknis.

Proses memulai kembali operasi LNG rumit karena memerlukan pendinginan perlahan untuk menghindari kejutan panas. Unit-unit LNG tidak dapat dihidupkan secara bersamaan dan harus dinyalakan secara bertahap. Kejadian ini menunjukkan tantangan yang dihadapi produsen Teluk dalam meningkatkan produksi minyak dan gas setelah perang Iran.

---

*Sumber asli: [dawn.com](https://www.dawn.com/news/2009790)*