TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
📖 Sejarah Hari Ini

1520: Magellan Mencapai Samudra Pasifik dan Membuka Lintasan Baru Dunia

Pada 28 Oktober 1520, pelaut Portugal Ferdinand Magellan berhasil mencapai Samudra Pasifik setelah menyeberangi Selat Magellan di ujung selatan Amerika. Ekspedisi ini menandai momen penting dalam sejarah penjelajahan, membuktikan keberadaan lautan yang menghubungkan Amerika dengan Asia. Magellan, yang bertindak atas nama Raja Spanyol, berhasil menyeberangi medan yang sangat sulit dan membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat dan dapat dilintasi. Namun, Magellan tidak bertahan hidup untuk melihat pengakhirannya; beliau meninggal di Filipina pada 1521, sementara anak buahnya yang dipimpin oleh Juan Sebastián Elcano berhasil menyelesaikan pusingan pertama di sekiti bumi pada 1522.

28 Oktober 20263 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia / Khatulistiwa Sejarah
1520: Magellan Mencapai Samudra Pasifik dan Membuka Lintasan Baru Dunia
Neutral
AI
Baca 30 saat
  • •Magellan mencapai Samudra Pasifik melalui Selat Magellan pada 28 Oktober 1520.
  • •Ekspedisi membuktikan bumi bulat dan menghubungkan Amerika dengan Asia.
  • •Magellan maut di Filipina, manakala Elcano melengkapi pusingan dunia pada 1522.

Pelarian ke Selat Magellan dan Pengenalan Samudra Pasifik

Pada 28 Oktober 1520, Ferdinand Magellan dan kapal-kapalnya akhirnya berhasil keluar dari Selat Magellan, sebuah laluan sempit yang terletak di ujung selatan Amerika Serikat. Setelah berbulan-bulan pengembaraan yang penuh cabaran, termasuk hari-hari yang sangat sejuk dan gelap serta risiko tersesat di perairan yang belum dipetakan, kapal-kapal akhirnya muncul di tengah hamparan air yang luas dan tenang. Inilah yang pertama kali diklasifikasikan sebagai Samudra Pasifik. Magellan, yang telah memimpin ekspedisi ini sejak 1519 di bawah naungan Raja Spanyol, berhasil mengidentifikasi keberadaan lautan yang menghubungkan Amerika dengan Asia, sekaligus membuktikan konsep bumi yang bulat dan dapat dilintasi secara penuh.

Latar Belakang dan Konteks Zaman Penjelajahan

Ekspedisi Magellan muncul dalam konteks persaingan antara kekuatan Eropa — terutama Spanyol dan Portugal — untuk menemukan jalan laut ke Pasif dan Timur yang lebih cepat dan aman. Portugal telah berhasil mencapai wilayah Afrika dan sebagian kecil Asia melalui laluan ke timur, sementara Spanyol ingin menyamai atau melampaui pencapaian itu. Dengan mengorbankan izin eksplorasi dari Portugal, Magellan beralih sisi kepada Raja Spanyol, yang ingin mengeksplorasi jalan baru ke Indonesia dan Tiongkok. Ekspedisi ini juga bertujuan untuk menguji kemampuan navigasi Eropa di lautan yang lebih luas, serta memperluas pengaruh politik dan agama Kristen di wilayah yang belum diketahui.

Tokoh Terlibat dan Pengorbanan

Ferdinand Magellan sendiri adalah tokoh pusat dalam ekspedisi yang berhasil ini. Dilahirkan di Portugal, beliau pernah berkhidmat di bawah bendera di India dan Jepang sebelum memutuskan untuk beralih ke pihak Spanyol. Magellan memimpin sekitar delapan kapal dan lebih dari 200 orang awak. Namun, keberhasilan mencapai Samudra Pasifik tidak tercapai tanpa pengorbanan. Banyak anggota ekspedisi telah mangkir, termasuk beberapa yang terpaksa bunuh diri untuk menghindari kelaparan. Magellan sendiri tidak akan bertahan untuk melihat akhir ekspedisi; beliau meninggal dalam pertempuran di pulau Mactan, Filipina pada 1521. Setelah kematiannya, komandan kapal Victoria, Juan Sebastián Elcano, mengambil alih dan berhasil menyelesaikan paling pertama di sekiti bumi pada 1522.

Dampak dan Warisan Sejarah yang Berkelanjutan

Keberhasilan Magellan dalam mencapai Samudra Pasifik membuka jalan bagi pemahaman global yang lebih luas tentang geografi dunia. Ini juga menjadi bukti konsep kemampuan lintasan laut yang menghubungkan benua-benua yang jauh. Ekspedisi ini memberikan informasi penting tentang arus laut, iklim, dan sumber daya di pelosok dunia, serta menjadi pemicu bagi eksplorasi lebih lanjut ke Asia Pasifik. Samudra Pasifik kemudiannya diberi nama itu karena sifatnya yang luas dan damai, berbeda dengan lautan lain yang lebih berbahaya. Hingga kini, nama "Magellan" tetap dikaitkan dengan kemajuan ilmu navigasi, peta dunia, dan semangat penjelajahan yang menantang batas geografi dan budaya.

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam:

Tag: