TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Bayi Ini Simpan Misteri ‘Kencing Manis’ Gula Asam — Satu Penyakit Langka yang Hampir Tak Terdeteksi

Di dunia medis, ada penyakit yang sangat langka di mana tubuh bayi menyimpan gula asam dalam jaringan hingga merusak organ. Penyakit ini dikenal sebagai Infantile Free Sialic Acid Storage Disease (ISSD). Artikel ini mengupas apa yang terjadi, bagaimana penyakit ini terdeteksi, dan apa yang perlu diketahui orang tua serta masyarakat.

5 Julai 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Infantile free sialic acid storage disease
Bayi Ini Simpan Misteri ‘Kencing Manis’ Gula Asam — Satu Penyakit Langka yang Hampir Tak Terdeteksi
Imej: Foto: Wikipedia — Infantile free sialic acid storage disease (CC BY-SA 4.0)
AI

Pendahuluan: Ketika Asam Sialik ‘Terjebak’ dalam Sel

Bayangkan sebuah kondisi di mana gula yang seharusnya didaur ulang oleh sel justru menumpuk dan memenuhi ruang-ruang kecil dalam tubuh. Itulah yang terjadi pada penyakit genetik langka bernama Infantile Free Sialic Acid Storage Disease (ISSD). Penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit simpanan lisosom — di mana enzim atau pengangkut dalam lisosom tidak berfungsi dengan baik. Di balik namanya yang terdengar kompleks, ISSD adalah kisah tentang satu protein kecil yang rusak, mengakibatkan dampak besar pada bayi yang mengidapnya.

Apa Sebenarnya ISSD?

ISSD terjadi ketika asam sialik — sejenis gula yang penting untuk fungsi sel — tidak dapat dikeluarkan dari lisosom. Lisosom adalah ‘pusat daur ulang’ dalam sel yang memecah dan memproses zat sisa. Biasanya, asam sialik akan diangkut keluar melalui protein khusus yang disebut sialin, yang dihasilkan oleh gen SLC17A5. Namun, pada bayi dengan ISSD, gen ini mengalami mutasi, menyebabkan sialin rusak atau tidak berfungsi sama sekali. Akibatnya, asam sialik menumpuk di dalam jaringan dan dikeluarkan dalam air kencing dalam jumlah tinggi. Ini adalah bentuk paling parah dalam kelompok penyakit simpanan asam sialik.

Tanda-Tanda Awal: Sulit Dikenali, Namun Serius

Bayi dengan ISSD biasanya terlihat normal saat lahir, tetapi dalam beberapa minggu pertama, gejala mulai muncul. Beberapa tanda awal meliputi:
  • Wajah kasar (coarse facies) — ciri seperti dahi menonjol, batang hidung datar, dan lidah besar.
  • Hepatosplenomegali — pembesaran hati dan limpa.
  • Kejang dan masalah neurologis lainnya.
  • Gagal tumbuh — bayi sulit menambah berat badan.
  • Kekakuan otot dan gerakan abnormal.
Gejala-gejala ini bisa disalahartikan sebagai penyakit lain seperti penyakit Gaucher atau Niemann-Pick, sehingga menyulitkan diagnosis dini. Namun, tes urine dan darah untuk mendeteksi asam sialik bebas adalah langkah pertama yang krusial.

Bagaimana Penyakit Ini Diwariskan?

ISSD diwariskan secara resesif autosom. Artinya, kedua orang tua harus membawa satu salinan gen mutan agar anak berisiko mengidap penyakit ini. Setiap kehamilan, risiko anak mewarisi dua salinan dan mengidap ISSD adalah 25%. Gen SLC17A5 terletak pada kromosom 6, pada posisi q14–15. Mutasi pada gen yang sama juga dapat menyebabkan bentuk yang lebih ringan, yaitu Salla disease (bentuk dewasa yang kurang parah).

Diagnosis: Tes dan Tantangan

Diagnosis ISSD biasanya melibatkan:
  • Tes urine — mengukur kadar asam sialik bebas yang tinggi.
  • Tes enzim — meskipun tidak langsung, ini dapat membantu menyingkirkan penyakit lisosom lain.
  • Tes genetik — untuk mendeteksi mutasi pada gen SLC17A5.
  • Pencitraan otak — MRI dapat menunjukkan atrofi serebral atau perubahan lain.
Namun, diagnosis tetap sulit karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Di Malaysia, misalnya, kasus seperti ini mungkin tidak terdeteksi dini karena kurangnya kesadaran dan sumber tes genetik.

Pengobatan dan Prospek Masa Depan

Saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk ISSD. Perawatan bersifat suportif — mengelola kejang, memberikan dukungan nutrisi, dan terapi fisik. Harapan terletak pada penelitian terapi gen dan enzim pengganti yang masih dalam tahap awal. Bagi orang tua, dukungan psikologis dan kelompok dukungan sangat penting. Beberapa organisasi internasional seperti National Organization for Rare Disorders (NORD) menyediakan informasi dan sumber daya.

Kesimpulan: Kesadaran adalah Kunci

Meskipun ISSD adalah penyakit yang sangat langka, ini mengingatkan kita pada keajaiban dan kerumitan biologi manusia. Setiap detail kecil dalam gen kita dapat membawa dampak besar. Dengan meningkatnya kesadaran dan akses ke tes genetik, lebih banyak bayi dapat didiagnosis lebih awal, dan keluarga dapat menerima dukungan yang mereka butuhkan. Mungkin suatu hari nanti, melalui penelitian, kita dapat menawarkan harapan baru bagi mereka yang terdampak.

Referensi untuk Bacaan Lanjut

  • National Institutes of Health (NIH) – Genetic and Rare Diseases Information Center
  • Orphanet – Portal penyakit langka
  • Persatuan Pakar Pediatrik Malaysia – untuk rujukan klinis
---

Tersedia dalam: