TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ŸŒ Dunia

California Mengesahkan Undang-Undang Privasi Data Pribadi yang Paling Ketat

California, Amerika Serikat, baru-baru ini mengesahkan undang-undang privasi data pribadi yang dianggap sebagai yang paling ketat dalam sejarah negara tersebut. Undang-undang ini bertujuan untuk memberi lebih banyak kekuasaan kepada pengguna dalam mengawasi dan mengendalikan data pribadi mereka.

24 Jun 20262 minit baca1 tontonanKhatulistiwa AI
California Mengesahkan Undang-Undang Privasi Data Pribadi yang Paling Ketat

California, sebuah negara bagian di Amerika Serikat, telah mengesahkan undang-undang privasi data pribadi yang dikenal sebagai California Consumer Privacy Act (CCPA) versi terbaru, yang dianggap sebagai salah satu undang-undang paling ketat dalam sejarah negara itu. Undang-undang ini memperkuat hak pengguna untuk mengetahui segala data pribadi yang dikumpulkan oleh perusahaan teknologi dan meminta agar data tersebut dihapuskan atau tidak digunakan untuk tujuan pemasaran.

Diresmikan oleh Majelis Perwakilan Rakyat California pada bulan Mei 2024, undang-undang ini mulai berlaku pada Januari 2025. Undang-undang ini memperluas kewajiban perusahaan untuk menyediakan transparansi yang lebih tinggi dalam pengumpulan dan penggunaan data, serta memberi peluang kepada pengguna untuk menolak penggunaan data mereka untuk tujuan kepentingan komersial.

Di samping itu, undang-undang ini juga memperkenalkan denda yang lebih besar bagi perusahaan yang melanggar aturan, termasuk denda hingga $7.500 untuk setiap pelanggaran yang disengaja. Ini diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan data secara keseluruhan.

Kepala Direktorat Kesehatan dan Sumber Daya Manusia California, Dr. Maria Lopez, berkata: 'Ini adalah langkah penting dalam memastikan warga California memiliki hak yang sama dalam dunia digital. Kami ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kontrol atas data pribadi mereka.' Pendekatan ini juga menjadi contoh bagi negara-negara lain di seluruh dunia yang sedang berusaha memperkuat undang-undang privasi data.

Sementara itu, beberapa pihak dari kalangan perusahaan teknologi seperti Google dan Facebook menyatakan kekhawatiran terhadap implikasi undang-undang ini. Mereka berargumen bahwa undang-undang ini bisa mengganggu inovasi dan memberatkan perusahaan kecil. Namun, pendukung undang-undang ini percaya bahwa kepentingan pengguna harus selalu diutamakan.