TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
๐Ÿ•Œ Kisah & Hikmah

Dari Melaka ke Malaysia Modern: Islam yang Membentuk Bangsa

Islam di Malaysia bukan sekadar agama, tetapi nadi pembentukan identitas bangsa dan negara. Dari kedatangan pedagang di Kesultanan Melayu Melaka hingga pengakuan sebagai agama Persekutuan dalam Konstitusi, perjalanan Islam di Malaysia penuh dengan keagungan dan tantangan. Artikel ini membahas bagaimana Islam memengaruhi sejarah, budaya, dan struktur sosial Malaysia modern, dengan penekanan pada peran positifnya sebagai perekat masyarakat majemuk.

25 Jun 20264 minit baca17,768 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia โ€” Islam in Malaysia
Dari Melaka ke Malaysia Modern: Islam yang Membentuk Bangsa
Imej: Foto: Wikipedia โ€” Islam in Malaysia (CC BY-SA 4.0)
AI

Pengenalan: Islam sebagai Nadi Peradaban Malaysia

Malaysia saat ini dikenal sebagai sebuah negara Islam yang progresif, dengan lebih dari 65% penduduknya beragama Islam. Namun, perjalanan Islam ke bumi Malaysia bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Ia adalah kisah panjang tentang perdagangan, kesultanan, dan perjuangan yang akhirnya membentuk watak bangsa Malaysia. Dari pesisir Melaka yang sibuk hingga gedung-gedung pemerintah modern di Putrajaya, Islam bukan hanya agama, tetapi jiwa dan marwah bangsa.

Kedatangan Islam: Dari Pedagang ke Penguasa

Sejarah mencatat bahwa Islam mulai menjejakkan kaki di Tanah Melayu sekitar abad ke-12 hingga ke-14 Masehi. Para pedagang dari Parsi, Arab, Tiongkok, dan subkontinen India tidak hanya membawa rempah dan kain, tetapi juga membawa cahaya Islam. Mereka berdagang sambil berdakwah, dan penduduk setempat mulai tertarik dengan ajaran tauhid yang bersih dan adil. Namun, titik balik terbesar terjadi pada abad ke-15, ketika Kesultanan Melayu Melaka bangkit sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Nusantara. Sultan Melaka memeluk Islam, dan dengan demikian, Islam menjadi agama resmi kerajaan. Dari Melaka, Islam menyebar ke seluruh Semenanjung, Sumatera, dan Borneo, dibawa oleh para ulama dan pedagang yang setia.

Kesultanan Melayu: Islam dan Kekuasaan

Di bawah naungan kesultanan, Islam bukan hanya menjadi agama pribadi, tetapi juga dasar pemerintahan dan perundangan. Sultan sebagai pemimpin agama dan negara, menerapkan sistem syariah dalam pemerintahan. Kitab Undang-Undang Melaka, misalnya, mengandung elemen hukum Islam yang mengatur kehidupan masyarakat. Masjid menjadi pusat ilmu dan kegiatan sosial. Bahasa Melayu, yang awalnya menggunakan tulisan Pallava, mulai menggunakan tulisan Jawi yang berasal dari Arab. Inilah awal dari sebuah peradaban Melayu-Islam yang unik, di mana budaya Melayu dan ajaran Islam bercampur harmonis.

Zaman Penjajahan: Ujian dan Ketahanan Islam

Kedatangan penjajah Portugis, Belanda, dan Inggris menguji kekuatan Islam di Tanah Melayu. Namun, Islam tetap teguh dalam jiwa rakyat. Bahkan, penjajahan Inggris secara tidak langsung memperkuat identitas Islam sebagai simbol perlawanan dan persatuan. Inggris yang memperkenalkan sistem birokrasi modern dan imigrasi buruh dari Tiongkok dan India, berusaha memisahkan agama dari pemerintahan. Namun, kalangan ulama dan nasionalis Melayu bangkit mempertahankan Islam. Sekolah-sekolah agama dan pondok menjadi pusat perjuangan melawan penjajah, sambil menjaga aqidah dan budaya. Majlis Ugama Islam didirikan di setiap negeri untuk mengelola urusan Islam, meskipun di bawah pengawasan Inggris.

Kemerdekaan dan Konstitusi: Islam sebagai Agama Persekutuan

Ketika Malaysia meraih kemerdekaan pada tahun 1957, para pemimpin negara menghadapi pertanyaan besar: bagaimana posisi Islam dalam negara baru ini? Hasil perundingan yang matang, Konstitusi Persekutuan menetapkan Islam sebagai agama Persekutuan, tetapi pada saat yang sama menjamin kebebasan beragama bagi non-Muslim. Pasal 3(1) menyebutkan: "Islam adalah agama bagi Persekutuan; tetapi agama-agama lain dapat diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana bagian Persekutuan." Ini adalah keseimbangan bijaksana yang mengakui peran Islam sebagai agama resmi, sekaligus menghormati keragaman etnis. Sejak itu, Pemerintah Persekutuan dan negeri-negeri terus memperkuat institusi Islam, termasuk mendirikan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan pengadilan syariah.

Malaysia Modern: Islam sebagai Perekat Bangsa

Saat ini, Islam di Malaysia terus berkembang dalam berbagai aspek. Dalam hal pendidikan, universitas-universitas Islam seperti Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) melahirkan ribuan lulusan yang berilmu dan berakhlak. Dalam hal ekonomi, institusi keuangan Islam seperti Bank Islam Malaysia dan pasar sukuk berkembang pesat, menjadikan Malaysia sebagai pusat keuangan Islam global. Dalam hal budaya, perayaan Hari Raya Aidilfitri, Aidiladha, dan Maulidurrasul dirayakan meriah, bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga dinikmati oleh seluruh rakyat Malaysia sebagai simbol persatuan. Meski ada tantangan seperti isu pluralisme dan kebebasan beragama, Islam di Malaysia tetap menjadi sumber kekuatan dan identitas bangsa yang majemuk.

Penutup: Keagungan yang Terus Berlanjut

Perjalanan Islam di Malaysia adalah kisah keagungan yang tak pernah padam. Dari Melaka yang gemilang, melalui zaman penjajahan yang sulit, hingga ke Malaysia modern yang cemerlang, Islam telah membentuk watak bangsa, bahasa, undang-undang, dan cara hidup. Di balik segala tantangan, semangat Islam yang rahmatan lil alamin terus menjadi panduan. Malaysia bukan hanya sebuah negara Islam, tetapi sebuah contoh bagaimana Islam bisa menjadi rahmat bagi semua, tanpa memandang suku dan agama. Sejarah ini mengingatkan kita bahwa Islam di Malaysia bukan hanya agama, tetapi jiwa bangsa yang terus hidup dan berkembang.

---
Rujukan: Islam in Malaysia โ€” Wikipedia

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam:

Tag: