TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🕌 Kisah & Hikmah

Dari Spanyol ke Tiongkok: Kemegahan Kekhalifahan Umayyah yang Menyebarluaskan Islam ke Seluruh Dunia

Kekhalifahan Umayyah (661–750) adalah kerajaan Islam kedua yang memerintah dari Spanyol hingga perbatasan Tiongkok. Di bawah dinasti ini, Islam menyebar luas melalui penaklukan dan pemerintahan yang efisien. Artikel ini membahas latar belakang, tokoh utama, peristiwa penting, pencapaian, serta warisan besar peradaban Umayyah yang membentuk sejarah dunia.

25 Jun 20264 minit baca12,023 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Umayyad Caliphate
Dari Spanyol ke Tiongkok: Kemegahan Kekhalifahan Umayyah yang Menyebarluaskan Islam ke Seluruh Dunia
Imej: Foto: Wikipedia — Umayyad Caliphate (CC BY-SA 4.0)

Dari Damaskus, Matahari Tidak Pernah Terbenam

Bayangkan sebuah kerajaan yang terbentang dari pantai Atlantik Spanyol hingga padang rumput Asia Tengah, hampir menyentuh Tembok Besar Tiongkok. Ketika Eropa masih berjuang dalam Zaman Gelap, Kekhalifahan Umayyah telah membangun sebuah peradaban yang menghubungkan tiga benua. Inilah kisah bagaimana sebuah dinasti yang dimulai dari kota Damaskus berhasil menyebarkan Islam ke seluruh dunia, meninggalkan jejak yang abadi hingga hari ini.

Dari Kacau Ke Kemuliaan: Perpindahan Kekuasaan Setelah Khulafa al-Rasyidin

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, dunia Islam melalui masa pergolakan yang dikenal sebagai Fitnah Pertama. Perpecahan antara pendukung Ali dan Muawiyah mencapai puncaknya dengan terbunuhnya Ali pada tahun 661. Saat itu, Muawiyah bin Abi Sufyan, gubernur Syria yang lama, muncul sebagai tokoh yang mampu menyatukan kembali umat. Ia mendirikan Kekhalifahan Umayyah pada tahun yang sama, memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus. Ini menandai awal sistem pemerintahan turun-temurun dalam Islam. Meskipun ada yang meragukan metode ini, ia memberikan stabilitas politik yang memungkinkan kerajaan berkembang pesat. Di bawah Muawiyah, pemerintahan diperbaiki, dan pasukan Islam terus berkembang ke barat dan timur.

Gelombang Penaklukan: Dari Spanyol ke Lembah Indus

Keberhasilan terbesar Umayyah adalah rangkaian penaklukan yang melebihi batas-batas tradisional. Di bawah Khalifah Al-Walid I (705–715), pasukan Islam menyeberangi Selat Gibraltar pada tahun 711. Dalam waktu singkat, hampir seluruh Semenanjung Iberia jatuh ke tangan Islam. Cordoba, Toledo, dan Granada menjadi pusat ilmu yang gemilang. Di timur, panglima Muhammad bin al-Qasim al-Thaqafi menaklukkan Sindh (sekarang Pakistan) pada tahun 712, membawa Islam ke pintu gerbang India. Sementara itu, Qutayba bin Muslim memimpin pasukan ke Transoxiana, menaklukkan Samarkand dan Bukhara, dan sampai ke perbatasan Tiongkok. Kekhalifahan Umayyah benar-benar menjadi jembatan antara dunia. Dengan ibu kota di Damaskus, pemerintahan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, memudahkan komunikasi dan penyebaran ilmu.

Administrasi dan Pemerintahan yang Efisien

Salah satu kontribusi besar Umayyah adalah sistem administrasi yang teratur. Mereka memperkenalkan sistem pos (barid) yang menghubungkan seluruh wilayah. Mata uang emas dan perak yang seragam digunakan, memudahkan perdagangan dari Spanyol ke Asia Tengah. Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685–705) melakukan reformasi besar: ia mengarabkan pemerintahan, mengganti bahasa Yunani dan Parsi dengan bahasa Arab. Ini tidak hanya memperkuat identitas Islam, tetapi juga mempercepat penyebaran ilmu. Di bawah Umayyah, pajak tanah (kharaj) dan pajak kepala (jizyah) dikumpulkan secara sistematis. Namun, kelompok non-Muslim yang membayar jizyah diberi perlindungan dan kebebasan beragama. Ini menunjukkan toleransi yang jarang terjadi pada masa itu.

Pusat Ilmu dan Perdagangan Global

Damaskus bukan hanya pusat politik, tetapi juga pusat ilmu dan budaya. Para cendekiawan dari berbagai latar belakang berkumpul di sini. Seni bangunan Islam berkembang pesat dengan pembangunan Masjid Umayyah di Damaskus, yang hingga kini menjadi salah satu masjid tertua dan terindah di dunia. Perdagangan juga berkembang pesat. Jalur Sutra dan jalur laut menghubungkan Tiongkok, India, Afrika, dan Eropa. Barang seperti sutra, rempah, dan emas mengalir melalui wilayah Umayyah. Kota-kota seperti Cordoba, Kairouan, dan Samarkand menjadi pusat perdagangan yang ramai. Pertukaran budaya ini membawa kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tantangan Internal dan Jatuhnya

Meskipun megah, Kekhalifahan Umayyah tidak lepas dari tantangan. Perbedaan antara orang Arab dan mawali (orang Islam non-Arab) menimbulkan ketegangan. Banyak mawali merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua. Hal ini dimanfaatkan oleh gerakan Abbasiyah yang menjanjikan keadilan. Pada tahun 750, pasukan Abbasiyah yang dipimpin oleh Abu Muslim al-Khurasani mengalahkan pasukan Umayyah dalam Pertempuran Zab. Dinasti Umayyah jatuh, dan sebagian besar anggota keluarganya dibunuh. Namun, seorang putra bernama Abd al-Rahman I berhasil melarikan diri ke Spanyol, mendirikan Kekhalifahan Cordoba yang terus mewarisi kemegahan Umayyah di Eropa selama beberapa abad lagi.

Warisan Abadi: Jejak Umayyah dalam Peradaban Dunia

Warisan Kekhalifahan Umayyah masih terasa hingga hari ini. Dari segi geografi, mereka meletakkan dasar bagi dunia Islam yang luas. Bahasa Arab tersebar sebagai bahasa ilmu dan ibadah. Sistem administrasi, keuangan, dan militer mereka menjadi model untuk kerajaan-kerajaan setelahnya. Seni bangunan Islam, dengan ciri khas seperti gerbang kuda dan mozaik, lahir pada masa ini. Lebih penting lagi, penyebaran Islam ke Spanyol, Afrika Utara, dan Asia Tengah membuka jalan menuju Zaman Emas Islam yang berikutnya. Kekhalifahan Umayyah membuktikan bahwa sebuah kerajaan yang beragam dapat mencapai kecemerlangan jika dikelola dengan kebijaksanaan dan keadilan. Sejarah mereka adalah cermin bahwa peradaban Islam bukan hanya agama, tetapi juga sebuah peradaban yang memberikan kontribusi besar bagi kemanusiaan.

---

*Rujukan: [Umayyad Caliphate — Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/Umayyad_Caliphate)*

Tersedia dalam: