TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐Ÿ”ฌ Sains & Teknologi

๐Ÿ”ฌ Fakta Sains #10: Langit Biru Karena Hamburan Cahaya oleh Molekul Udara

Langit terlihat biru bukan karena udara itu sendiri berwarna biru, tetapi karena molekul-molekul udara memantulkan cahaya biru dari Matahari lebih kuat dibandingkan warna lain โ€” fenomena yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh.

24 Jun 20262 minit baca0 tontonanKhatulistiwa Science
๐Ÿ”ฌ Fakta Sains #10: Langit Biru Karena Hamburan Cahaya oleh Molekul Udara

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Pertanyaan mengapa langit berwarna biru adalah salah satu yang paling sering ditanyakan oleh anak-anak, dan jawabannya melibatkan fisika cahaya yang sangat elegan. Cahaya Matahari terlihat putih karena mengandung semua warna dalam spektrum โ€” dari merah hingga ungu. Ketika cahaya ini memasuki atmosfer Bumi, ia bertabrakan dengan molekul-molekul gas seperti nitrogen dan oksigen.

Molekul-molekul udara ini memantulkan cahaya dalam fenomena yang disebut hamburan Rayleigh, dinamai sesuai dengan Lord Rayleigh yang menjelaskannya pada abad ke-19. Keistimewaan hamburan Rayleigh adalah bahwa ia jauh lebih kuat untuk cahaya berpanjang gelombang pendek (biru dan ungu) dibandingkan cahaya berpanjang gelombang panjang (merah dan jingga). Secara kuantitatif, intensitas hamburan berbanding terbalik dengan pangkat empat panjang gelombang โ€” artinya cahaya biru (panjang gelombang ~450nm) dipantulkan sekitar 10 kali lebih kuat daripada cahaya merah (panjang gelombang ~700nm).

Jadi mengapa langit terlihat biru dan bukan ungu? Sebenarnya, cahaya ungu dipantulkan lebih kuat daripada cahaya biru. Namun ada dua alasan langit terlihat biru: pertama, Matahari menghasilkan lebih banyak cahaya biru dibandingkan ungu; kedua, mata manusia lebih peka terhadap biru dibandingkan ungu.

Fenomena yang sama menjelaskan mengapa langit berwarna merah dan jingga saat matahari terbit dan terbenam. Ketika Matahari rendah di ufuk, cahayanya harus melewati lapisan atmosfer yang jauh lebih tebal. Cahaya biru dipantulkan habis dalam perjalanan ini, meninggalkan hanya cahaya merah dan jingga yang sampai ke mata kita.