TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐Ÿ”ฌ Sains & Teknologi

๐Ÿ”ฌ Fakta Sains #11: Samudera Memiliki Lebih Banyak Sejarah yang Tidak Terpeta daripada Permukaan Bulan

Lebih dari 80% lautan Bumi masih belum dipetakan, dieksplorasi, atau diamati secara detail โ€” menjadikan kedalaman laut kita lebih misteri daripada permukaan Bulan atau Mars.

24 Jun 20262 minit baca4 tontonanKhatulistiwa Science
๐Ÿ”ฌ Fakta Sains #11: Samudera Memiliki Lebih Banyak Sejarah yang Tidak Terpeta daripada Permukaan Bulan

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Ironi yang paling menarik dalam eksplorasi manusia adalah bahwa kita mengetahui lebih banyak tentang permukaan Mars atau Bulan daripada dasar lautan planet kita sendiri. Lebih dari 80% lautan global masih belum dipetakan dengan resolusi yang terperinci, dan hanya sebagian kecil yang pernah dilihat atau dieksplorasi secara langsung oleh manusia atau kendaraan robotik.

Lautan menutupi lebih dari 70% permukaan Bumi dan memiliki rata-rata kedalaman 3.688 meter. Titik terdalam yang diketahui, Palung Mariana di Laut Pasifik, mencapai kedalaman 11.034 meter โ€” jauh lebih dalam daripada ketinggian Gunung Everest. Di kedalaman ini, tekanan air mencapai 1.100 kali tekanan atmosfer โ€” tekanan yang akan menghancurkan kebanyakan peralatan manusia.

Meskipun tantangan ini, yang paling mengejutkan adalah kita memiliki peta permukaan Bulan dan Mars dengan resolusi yang jauh lebih baik daripada dasar lautan kita. Ini karena pemetaan lautan memerlukan kapal atau kendaraan bawah air yang bergerak lambat dan mahal untuk melakukan pemetaan sonar, sementara permukaan Bulan dan Mars dapat dipetakan dari orbit dengan satelit.

Kehidupan di kedalaman laut yang belum dieksplorasi terus mengejutkan para ilmuwan setiap kali mereka menyelidikinya. Ekosistem di sekitar celah hidrotermal di dasar laut bergantung bukan pada cahaya Matahari tetapi pada kemosintesis โ€” proses di mana bakteri menghasilkan energi dari bahan kimia. Penemuan ini telah mengubah cara kita berpikir tentang kemungkinan kehidupan di planet lain, termasuk bulan Europa milik Jupiter yang diyakini memiliki lautan cair di bawah lapisan esnya.