TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐Ÿ”ฌ Sains & Teknologi

๐Ÿ”ฌ Fakta Sains #24: Gurita Bisa Mengubah Warna Dalam 1/10 Detik Meskipun Buta Warna

Gurita, meskipun buta warna, mampu meniru warna dan pola lingkungan dengan sempurna dalam waktu kurang dari sepersepuluh detik โ€” kemampuan yang masih belum sepenuhnya dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

24 Jun 20262 minit baca2 tontonanKhatulistiwa Science
๐Ÿ”ฌ Fakta Sains #24: Gurita Bisa Mengubah Warna Dalam 1/10 Detik Meskipun Buta Warna

Imej: Imej janaan AI

Salah satu misteri terbesar dalam biologi evolusi adalah bagaimana gurita โ€” yang secara klinis buta warna karena hanya memiliki satu jenis fotoreseptor di matanya โ€” mampu meniru warna lingkungan dengan ketepatan yang luar biasa untuk penyamaran.

Gurita menggunakan tiga jenis sel khusus dalam kulitnya untuk mengubah penampilan: kromatofor (sel bermembran yang mengandung pigmen warna dalam kantung elastis yang bisa mengembang dan menyusut dalam waktu milisekon), iridofor (sel yang mengandung plat-plat reflektif yang menghasilkan warna logam berkilau melalui interferensi cahaya), dan papil (tonjolan kulit otot yang bisa mengubah tekstur permukaan dari halus menjadi bergerigi dalam waktu kurang dari satu detik).

Sistem kontrol kulit ini sangat cepat dan akurat โ€” gurita bisa mengubah seluruh penampilan tubuhnya dalam waktu 1/10 detik. Ini lebih cepat dari kedipan mata manusia. Yang lebih mengejutkan, kontrol ini terjadi melalui sistem saraf yang mengirimkan sinyal secara langsung ke sel-sel kulit tanpa perlu melewati otak pusat โ€” setiap bagian kulit memiliki kemampuan kontrol sebagian otonom.

Teori terbaru tentang bagaimana gurita "melihat" warna meskipun buta warna menyatakan bahwa pupil mereka yang berbentuk tidak biasa (berbentuk "W" atau "U") memungkinkan penggunaan aberasi kromatik โ€” perbedaan dalam cara warna berbeda difokuskan pada retina โ€” untuk memberikan informasi tentang warna. Penelitian lain menyatakan kemungkinan fotoreseptor dalam kulit gurita sendiri yang memungkinkan "penglihatan kulit" โ€” melihat cahaya langsung melalui kulit tanpa melalui mata.