Manusia hanya memiliki dua set gigi seumur hidup โ gigi susu dan gigi tetap. Jika gigi tetap rusak atau copot, tidak akan ada penggantinya. Inilah yang membuat gigi hiu begitu menakjubkan: mereka tidak pernah kehabisan gigi.
Hiu adalah polifiodonts โ hewan yang bisa tumbuhkan gigi baru secara berulang sepanjang hidup. Gigi hiu baru tumbuh untuk menggantikan yang lama atau yang tanggal setiap 1-2 minggu. Sepanjang hidupnya, seekor hiu bisa menggunakan antara 20.000 hingga 30.000 gigi โ atau bahkan lebih untuk beberapa spesies yang hidup lebih lama.
Gigi hiu tersusun dalam baris-baris di dalam mulut. Satu spesies seperti hiu harimau bisa memiliki 5-7 baris gigi aktif kapan saja, dengan baris-baris gigi baru terus berkembang di belakang. Ketika gigi di barisan depan tanggal atau patah, gigi dari barisan berikutnya bergerak maju untuk menggantikannya โ seperti sabuk pengangkut gigi yang bergerak.
Gigi hiu tidak tumbuh dari tulang rahang seperti gigi mamalia โ mereka tumbuh dari jaringan kulit yang diubahsuai di gusi, yang secara evolusi terkait dengan sisik hiu (denticles dermal). Struktur gigi hiu sebenarnya lebih mirip dengan sisik dibandingkan gigi mamalia dari segi anatomi.
Dalam arkeologi dan paleontologi, gigi hiu adalah salah satu fosil yang paling sering ditemukan karena keras dan banyak jumlahnya. Gigi purba hiu megalodon, keturunan hiu yang hidup 23-3,6 juta tahun lalu, kadang-kadang ditemukan dalam bentuk fosil yang menakjubkan dengan ukuran sebesar telapak tangan manusia โ mencerminkan hewan raksasa yang panjangnya diperkirakan antara 15-18 meter.
