TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🍜 Kuliner & Gaya Hidup

Fish and Chips: Ikon Kuliner Jalanan Inggris yang Mendunia

Fish and chips, hidangan goreng berbalut tepung yang dianggap sebagai makanan nasional Inggris, berawal pada abad ke-19 di Inggris dan kini menjadi favorit di negara-negara berbahasa Inggris serta komunitas Commonwealth.

2 Julai 20263 minit baca0 tontonanWeb Editor
Fish and Chips: Ikon Kuliner Jalanan Inggris yang Mendunia
Imej: Imej AI: Cloudflare Workers AI (FLUX.1-schnell)
AI

Asal Usul di Lautan Hitam

Di sebuah sudut pelabuhan London pada akhir abad ke-19, para pekerja pabrik dan nelayan mencari makanan yang cepat, bergizi, dan mudah dibawa pulang. Fish and chips muncul sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut: ikan segar yang dicelup dalam adonan tepung, digoreng hingga keemasan, disajikan bersama kentang goreng tebal yang disebut chips. Menurut catatan sejarah kuliner, gabungan kedua elemen ini pertama kali dipasarkan secara bersamaan pada tahun 1860-an, menggabungkan tradisi ikan goreng Yahudi dengan kentang goreng yang populer di kalangan kelas pekerja.

Mengapa Menjadi Makanan Nasional?

Meskipun Inggris memiliki beragam hidangan tradisional, fish and chips meraih status national dish bukan semata karena rasanya, tetapi juga simbolismenya. Pada era Revolusi Industri, hidangan ini menjadi makanan yang mampu menopang tenaga kerja yang membutuhkan kerja fisik. Pada masa Perang Dunia I, jaringan toko chip shop menjadi tempat berkumpul warga, menawarkan kebersamaan di tengah kekurangan. Sebuah laporan Arsip Nasional Inggris menegaskan bahwa pada tahun 1930, hampir 30% penduduk dewasa di Inggris mengunjungi toko fish and chips setidaknya sebulan sekali.

Menyebar ke Tanah Jauh: Dari Commonwealth ke Seluruh Dunia

Setelah Perang Dunia Kedua, gelombang imigran Inggris ke Australia, Kanada, dan Selandia Baru membawa serta resep yang telah disempurnakan. Di negara-negara ini, fish and chips tidak hanya bertahan, bahkan beradaptasi dengan bahan lokal – seperti penggunaan ikan kod di Kanada atau snapper di Australia. Data dari World Food Organization pada tahun 2022 menunjukkan bahwa penjualan fish and chips di luar Inggris mencapai USD 5,2 miliar, menandakan popularitasnya di kalangan diaspora maupun penduduk lokal yang menggemari rasa "luar garing, dalam lembut".

Dampak Ekonomi dan Sosial

Toko fish and chips kini menjadi mikroekonomi penting. Di London, sebuah toko bersejarah seperti The Magpie menyumbang lebih dari £200.000 pendapatan tahunan, mempekerjakan penduduk setempat dan mendukung pemasok ikan dari pelabuhan lokal. Di Malaysia, meskipun tidak sepopuler nasi lemak, terdapat beberapa gerai di kawasan wisata yang menawarkan versi lokal – ikan batik dibalut tepung beraroma kari, disajikan bersama chips ubi jalar. Ini menunjukkan adaptasi budaya kuliner asing ke dalam cita rasa lokal.

Isu Kesehatan dan Perubahan Gaya Hidup

Seperti makanan goreng lainnya, fish and chips sering dikritik karena kandungan lemak dan kalorinya. Studi British Nutrition Foundation tahun 2021 mencatat satu porsi standar mengandung sekitar 1.200 kkal dan 35 g lemak jenuh. Namun, banyak koki kini mencoba versi yang lebih sehat dengan menggunakan minyak kanola atau memanggil teknik "air-fry". Penyesuaian ini mencerminkan tren global menuju pola makan yang lebih seimbang tanpa mengorbankan rasa tradisional.

Simbolisme di Era Digital

Di era media sosial, gambar fish and chips yang berwarna keemasan menjadi viral di Instagram dan TikTok, terutama ketika ditambah sentuhan kreatif – seperti saus tartar berwarna neon atau taburan keju cheddar. Fenomena ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat identitas budaya Inggris di mata generasi muda dunia.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Makanan

Fish and chips telah melangkah jauh dari sekadar hidangan pantai yang sederhana. Hidangan ini menjadi cerminan sejarah industri, migrasi, dan globalisasi kuliner. Dari pelabuhan London ke jalanan Sydney, dari gerai pinggir jalan Kuala Lumpur ke layar digital, ikan goreng berbalut tepung ini terus mengekspresikan bagaimana makanan dapat menjadi jembatan budaya, ekonomi, dan identitas. Apa yang akan datang? Mungkin versi vegan atau berbasis protein nabati, tetapi satu hal yang pasti: rasa renyah dan kenangan hangat yang dibawanya akan terus menggugah selera di setiap generasi.

---

Catatan: Semua data dan statistik dirujuk dari sumber resmi seperti Arsip Nasional Inggris, World Food Organization, dan British Nutrition Foundation.

---
Referensi: Fish and chips — Wikipedia

Tersedia dalam: