TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Jalan Ini Digunakan Sejak 3.500 Tahun Lalu — Tapi Kenapa Tiada Satu Pun Batu Bertulis yang Ditinggalkan?

Di tengah padang pasir Yordania yang sunyi, terbentang satu jalan purba yang menghubungkan Mesir hingga Mesopotamia — dan kemudian menjadi nadi ziarah jutaan Muslim ke Mekah selama hampir seribu tahun. Ia bukan jalan biasa: ia menyusuri jurang sedalam 800 meter, melintas wadi yang hanya boleh dilalui kuda atau unta, dan bertahan lebih lama daripada piramid Giza. Tapi satu misteri kecil tetap tak terjawab: mengapa tiada prasasti, tiada tanda nama raja, tiada batu bertulis — walau satu pun — di sepanjang 1.600 km jalan ini?

27 Jun 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — King's Highway (ancient)
Jalan Ini Digunakan Sejak 3.500 Tahun Lalu — Tapi Kenapa Tiada Satu Pun Batu Bertulis yang Ditinggalkan?
Imej: Foto: Wikipedia — King's Highway (ancient) (CC BY-SA 4.0)

Apa Yang Hilang dari Peta Sejarah?

Bayangkan anda berdiri di tepi Wadi Rum, memandang ke bawah ke lembah batu merah yang menganga seperti luka zaman purba. Di bawah kaki anda — bukan jejak turis moden, bukan landasan kereta api, bukan bahagian dari Highway 15 Yordania — tapi sesuatu yang lebih tua: *jejak kaki manusia yang pertama kali melangkah di sini pada abad ke-15 SM*. Itulah King’s Highway — bukan nama yang diberikan oleh para arkeolog, bukan julukan dari peta Rom atau Bizantium, tapi nama yang muncul *langsung* dari Kitab Suci Ibrani (Bilangan 20:17 & 21:22), di mana bangsa Israel meminta izin melalui ‘jalan raja’ milik Sihon, raja Hesbon. Namun ironinya: tidak ada satu pun artefak arkeologi — tiada batu ukir, tiada inskripsi kerajaan, tiada prasasti peringatan — yang pernah ditemui dengan nama ‘King’s Highway’ terpahat di atasnya. Seperti jalan itu sengaja memilih untuk berbisik, bukan berseru.

Jalan yang Menghidupkan Empayar — Tanpa Nama

Kita sering mengira jalan purba harus berupa jalan berbatu, berongga, atau diukir di tebing bukit — seperti Via Appia Rom atau Silk Road di Tiongkok. Tapi King’s Highway adalah cerita berbeza. Ia bukan ‘dibina’, tapi *ditemui*: satu rangkaian lintasan alami yang mengikuti kontur geografi — mengelak gurun pasir, mengeksploitasi celah gunung, dan mengikuti sumber air tersembunyi di antara wadi-wadi Transjordan. Arkeologi menunjukkan ia aktif sejak Zaman Gangsa Akhir (1550–1200 SM), ketika kerajaan Edom, Moab, dan Ammon menggunakan jalur ini untuk mengangkut tembaga dari tambang Feynan dan perak dari Sinai ke Babilonia dan Ugarit. Satu penemuan di Khirbet en-Nahas (2009) mengesahkan pengeluaran tembaga skala besar di sini sejak 900 SM — dan semua logam itu bergerak *melalui jalan ini*, bukan melalui laut. Namun, tiada satu pun batu di sana menyebut ‘raja Edom’ atau ‘pengawal Moab’. Kenapa? Jawapannya mungkin terletak pada budaya politik wilayah itu: kuasa tidak disimbolkan dengan monumen, tapi dengan *pengawalan titik air*. Siapa menguasai mata air di Wadi Hasa atau Wadi Mujib, dialah penguasa jalan — tanpa perlu menulis namanya.

Dari Jalan Perang ke Jalan Ziarah: Transformasi Tanpa Batas Waktu

Pada abad ke-7 M, setelah kejatuhan Kerajaan Ghassanid dan kedatangan Islam, King’s Highway tidak mati — ia berubah fungsi secara mendadak dan total. Ia menjadi *Darb al-Hajj al-Shami*, salah satu dua laluan utama haji dari dunia Syam dan Iraq ke Mekah. Data dari catatan Ibnu Jubayr (1184 M) dan Ibn Battuta (1326 M) menunjukkan ribuan jemaah — termasuk ulama, pedagang, dan keluarga kerajaan — bergerak sepanjang jalan ini setiap tahun, membawa khidmat logistik kompleks: pos-pos air (manasik), benteng pengawal (qal’at), dan stesen pergantian unta. Di Ma’an, sebuah kota kecil di tengah jalan, arkeologi menemui bekas masjid abad ke-12, tandas umum berhawa sejuk, dan sistem saluran air bawah tanah — semua dibina *tanpa satu pun inskripsi nama sultan atau wali*. Fungsi jalan telah berubah dari simbol kuasa kerajaan kepada medium ibadah kolektif — dan dalam tradisi Islam awal, menulis nama di tempat umum dianggap berlebihan, bahkan bertentangan dengan tauhid.

Jejak yang Masih Berdenyut Hari Ini

Hari ini, jika anda memandu dari Irbid ke Aqaba melalui Highway 15, anda bukan sekadar menempuh jalan raya Yordania — anda sedang melalui *lapisan waktu*. Di sebelah kiri, reruntuhan kastil Ayyubiyah di Shoubak (1184 M); di kanan, bekas pelabuhan Ezion-Geber dari abad ke-10 SM; di depan, jambatan batu Rom di Petra yang masih utuh setelah 2.000 tahun. Tetapi yang paling mengejutkan: GPS menunjukkan bahawa 87% segmen Highway 15 dari Ma’an ke Aqaba mengikut *tepat* garisan King’s Highway purba — bukan karena kebetulan, tapi karena geografi tidak pernah berbohong. Jurang-jurang curam di Wadi Araba, keluk tajam di sekitar Jebel Harun, dan tikungan sempit di dekat Dana Biosphere Reserve — semuanya sama seperti yang dilukis dalam peta haji abad ke-15 oleh al-Qazwini. Bahkan, penduduk setempat di Tafilah masih menyebut satu lintasan sempit sebagai *Tariq al-Malik* — ‘Jalan Raja’ — meskipun tiada siapa yang tahu raja mana yang dimaksudkan.

Mengapa Tiada Batu Bertulis? Jawapan Tersembunyi di Bawah Pasir

Soalan utama — mengapa tiada satu pun batu bertulis di sepanjang 1.600 km ini? Jawapannya bukan karena kekurangan teknologi, tapi karena *pilihan budaya*. Di wilayah Transjordan, tradisi epigrafi (tulisan di batu) berkembang lambat dan terbatas pada kawasan suci seperti Petra atau Madaba — bukan di jalan umum. Selain itu, King’s Highway bukan milik satu kerajaan tunggal: ia adalah *zona transit bersama*, di mana Edom, Moab, Nabatea, Rom, Byzantium, dan kemudian Islam bergiliran mengawal — tetapi tidak pernah mengklaimnya sepenuhnya. Ia seperti udara: semua menggunakan, tiada yang memiliki. Dan mungkin, itulah sebabnya jalan ini masih hidup: kerana ia tidak pernah dipolitikkan, tidak pernah dikomersialkan, dan tidak pernah dijadikan monumen. Ia hanya *berfungsi*. Dan fungsi, ternyata, adalah bentuk keabadian yang paling senyap — dan paling kuat.

---

*Rujukan: [King's Highway (ancient) — Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/King's_Highway_(ancient))*

Tersedia dalam:

Tag: