Adegan di Terminal 3: Antrian Panjang yang Akan Menghilang
Di ruang kedatangan Bandara Narita, antrian wisatawan internasional berliku-liku seperti ularāmasing-masing membawa formulir pendaftaran kastum berwarna kuning. Bagi warga asing yang tidak fasih bahasa Jepang, mengisi formulir itu bisa memakan waktu hingga 15 menit sebelum diserahkan kepada petugas. Namun, pemandangan ini akan hilang.
Menjelang 2030, Jepang akan menghapuskan sepenuhnya formulir kertas tersebut. Kementerian Keuangan mengumumkan rencana untuk mendigitalisasi sistem kastum di semua bandara internasional negara tersebut, seperti dilaporkan Japan Times pada Juni 2026. Langkah ini mendukung target pemerintah untuk menarik 60 juta wisatawan setahunānaik dari 36 juta pada 2025ādan merupakan bagian dari transformasi infrastruktur perjalanan yang lebih luas.
Dari Kertas ke Layar: Satu Pendaftaran, Satu Proses
Sistem yang ada mengharuskan penumpang mengisi dua formulir terpisah: satu untuk kastum, satu lagi untuk imigrasiākadang dalam format berbeda meskipun untuk perjalanan yang sama. Sistem digital akan menggantinya dengan pendaftaran tunggal melalui aplikasi seluler atau portal online sebelum tiba. Di pintu kastum, cukup dengan pemindaian wajah atau kode QRādata pribadi dan informasi barang akan cocok otomatis dengan basis data imigrasi dan pajak.
Teknologi biometrik menjadi inti sistem ini. Narita dan Haneda sudah menguji gerbang otomatis berbasis pengenalan wajah untuk imigrasi. Kastum digital akan melanjutkan kesuksesan itu, memungkinkan pemeriksaan tanpa sentuhan dan tanpa kertas. Pelaksanaan penuh dijadwalkan dalam empat tahun, dimulai dengan proyek percontohan di Bandara Kansai dan Chubu pada 2027.
Lebih Cepat, Lebih Lancar, Lebih Kompetitif
Bagi wisatawan, waktu pemeriksaan diperkirakan turun 70 persenādari rata-rata 12 menit menjadi kurang dari 4 menit. Ini penting: kemacetan di zona kedatangan sering menjadi keluhan utama, dan pengalaman yang lancar meningkatkan persepsi positif terhadap destinasi. Bagi industri pariwisata, ini bukan hanya kenyamananātapi faktor daya tarik langsung.
Dari sudut ekonomi, efisiensi kastum juga mendukung perdagangan. Importir individu dan pelaku usaha kecil yang membawa contoh barang dagangan akan menikmati proses yang lebih cepat. Sistem digital memungkinkan pendaftaran awal dan penilaian risiko otomatis: barang berisiko rendah disetujui tanpa pemeriksaan fisik. Ini menghemat biaya logistik dan mempercepat pengirimanāfaktor kritis dalam persaingan regional.
Privasi, Ketahanan, dan Perlindungan Siber
Pendigitalisasi membawa tantangan nyata. Privasi dataāterutama informasi biometrik dan catatan perjalananāmenjadi kekhawatiran utama. Kementerian Keuangan menegaskan sistem akan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Jepang (APPI), dengan data disimpan hanya selama periode yang ditentukan sebelum dihapus secara otomatis.
Ketahanan sistem juga penting. Pemerintah sedang membangun mekanisme luar jaringan dan rekomendasi teknis untuk memastikan kelancaran operasi meskipun terjadi gangguan jaringanāpengalaman negara lain menunjukkan kegagalan infrastruktur digital bisa menyebabkan kemacetan besar.
Ancaman siber dikendalikan melalui kerja sama dengan ahli keamanan lokal dan internasional. Tembok api berlapis, audit berkala, dan protokol respons kebocoran dataātermasuk notifikasi segera dan mekanisme kompensasiātelah dirancang dalam rencana pelaksanaan.
Masa Depan Tanpa Gesekan
Transformasi kastum digital adalah bagian dari visi nasional 'Society 5.0'āgabungan teknologi informasi dan infrastruktur fisik untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan efisien. Ini bukan hanya mengganti kertas dengan layar, tetapi membangun pengalaman perjalanan tanpa gesekan: dari pesawat ke pintu keluar, tanpa henti untuk urusan resmi.
Warga Jepang yang pulang dari luar negeri juga mendapat manfaat. Tidak lagi ada kebingungan mengisi formulir dalam bahasa asing. Aplikasi mendukung berbagai bahasa dan antarmuka yang intuitif memungkinkan pendaftaran lengkap dalam beberapa ketukan jari. Langkah ini disambut baik oleh Majelis Pariwisata Jepang dan Asosiasi Bisnis Internasionalādua lembaga yang telah lama menyerukan modernisasi prosedur bandara.
Menjelang 2030, ketika Anda mendarat di Narita atau Haneda, tidak ada formulir kuning yang diberikan. Sebaliknya, layar digital akan menampilkan panduan jelasādan dalam waktu kurang dari lima menit, Anda sudah melangkah keluar ke Tokyo. Tanpa sehelai kertas pun.
Jepang Hapus Formulir Kastum Kertas di Bandara Menjelang 2030. Jepang akan menggantikan formulir pendaftaran kastum kertas dengan sistem digital sepenuhnya menjelang 2030. Inisiatif Kementerian Keuangan ini bertujuan mempercepat proses wisatawan dan barang, mendukung target 60 juta pengunjung per tahun, serta meningkatkan efisiensi melalui biometrik dan aplikasi seluler.. Adegan di Terminal 3: Antrian Panjang yang Akan Menghilang
Di ruang kedatangan Bandara Narita, antrian wisatawan internasional berliku-liku seperti ularāmasing-masing membawa formulir pendaftaran kastum berwarna kuning. Bagi warga asing yang tidak fasih bahasa Jepang, mengisi formulir itu bisa memakan waktu hingga 15 menit sebelum diserahkan kepada petugas. Namun, pemandangan ini akan hilang.
Menjelang 2030, Jepang akan menghapuskan sepenuhnya formulir kertas tersebut. Kementerian Keuangan mengumumkan rencana untuk mendigitalisasi sistem kastum di semua bandara internasional negara tersebut, seperti dilaporkan Japan Times pada Juni 2026. Langkah ini mendukung target pemerintah untuk menarik 60 juta wisatawan setahunānaik dari 36 juta pada 2025ādan merupakan bagian dari transformasi infrastruktur perjalanan yang lebih luas.
Dari Kertas ke Layar: Satu Pendaftaran, Satu Proses
Sistem yang ada mengharuskan penumpang mengisi dua formulir terpisah: satu untuk kastum, satu lagi untuk imigrasiākadang dalam format berbeda meskipun untuk perjalanan yang sama. Sistem digital akan menggantinya dengan pendaftaran tunggal melalui aplikasi seluler atau portal online sebelum tiba. Di pintu kastum, cukup dengan pemindaian wajah atau kode QRādata pribadi dan informasi barang akan cocok otomatis dengan basis data imigrasi dan pajak.
Teknologi biometrik menjadi inti sistem ini. Narita dan Haneda sudah menguji gerbang otomatis berbasis pengenalan wajah untuk imigrasi. Kastum digital akan melanjutkan kesuksesan itu, memungkinkan pemeriksaan tanpa sentuhan dan tanpa kertas. Pelaksanaan penuh dijadwalkan dalam empat tahun, dimulai dengan proyek percontohan di Bandara Kansai dan Chubu pada 2027.
Lebih Cepat, Lebih Lancar, Lebih Kompetitif
Bagi wisatawan, waktu pemeriksaan diperkirakan turun 70 persenādari rata-rata 12 menit menjadi kurang dari 4 menit. Ini penting: kemacetan di zona kedatangan sering menjadi keluhan utama, dan pengalaman yang lancar meningkatkan persepsi positif terhadap destinasi. Bagi industri pariwisata, ini bukan hanya kenyamananātapi faktor daya tarik langsung.
Dari sudut ekonomi, efisiensi kastum juga mendukung perdagangan. Importir individu dan pelaku usaha kecil yang membawa contoh barang dagangan akan menikmati proses yang lebih cepat. Sistem digital memungkinkan pendaftaran awal dan penilaian risiko otomatis: barang berisiko rendah disetujui tanpa pemeriksaan fisik. Ini menghemat biaya logistik dan mempercepat pengirimanāfaktor kritis dalam persaingan regional.
Privasi, Ketahanan, dan Perlindungan Siber
Pendigitalisasi membawa tantangan nyata. Privasi dataāterutama informasi biometrik dan catatan perjalananāmenjadi kekhawatiran utama. Kementerian Keuangan menegaskan sistem akan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Jepang APPI , dengan data disimpan hanya selama periode yang ditentukan sebelum dihapus secara otomatis.
Ketahanan sistem juga penting. Pemerintah sedang membangun mekanisme luar jaringan dan rekomendasi teknis untuk memastikan kelancaran operasi meskipun terjadi gangguan jaringanāpengalaman negara lain menunjukkan kegagalan infrastruktur digital bisa menyebabkan kemacetan besar.
Ancaman siber dikendalikan melalui kerja sama dengan ahli keamanan lokal dan internasional. Tembok api berlapis, audit berkala, dan protokol respons kebocoran dataātermasuk notifikasi segera dan mekanisme kompensasiātelah dirancang dalam rencana pelaksanaan.
Masa Depan Tanpa Gesekan
Transformasi kastum digital adalah bagian dari visi nasional 'Society 5.0'āgabungan teknologi informasi dan infrastruktur fisik untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan efisien. Ini bukan hanya mengganti kertas dengan layar, tetapi membangun pengalaman perjalanan tanpa gesekan: dari pesawat ke pintu keluar, tanpa henti untuk urusan resmi.
Warga Jepang yang pulang dari luar negeri juga mendapat manfaat. Tidak lagi ada kebingungan mengisi formulir dalam bahasa asing. Aplikasi mendukung berbagai bahasa dan antarmuka yang intuitif memungkinkan pendaftaran lengkap dalam beberapa ketukan jari. Langkah ini disambut baik oleh Majelis Pariwisata Jepang dan Asosiasi Bisnis Internasionalādua lembaga yang telah lama menyerukan modernisasi prosedur bandara.
Menjelang 2030, ketika Anda mendarat di Narita atau Haneda, tidak ada formulir kuning yang diberikan. Sebaliknya, layar digital akan menampilkan panduan jelasādan dalam waktu kurang dari lima menit, Anda sudah melangkah keluar ke Tokyo. Tanpa sehelai kertas pun.