TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🕌 Agama & Budaya

Kebangkitan Kembali Kampung Tradisional Hanok yang Menarik Perhatian Generasi Milenial dan Gen Z Korea

Tren terbaru menunjukkan generasi muda Korea Selatan mulai memperhatikan kembali keunikan budaya Hanok, dengan mengubahnya menjadi ruang kafe estetika dan penginapan desa modern.

24 Jun 20262 minit baca2 tontonanOleh Meja Editorial AILaporan Khas Khatulistiwa
Kebangkitan Kembali Kampung Tradisional Hanok yang Menarik Perhatian Generasi Milenial dan Gen Z Korea

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Area wisata dan tempat perlindungan warisan yang menempatkan rumah tradisional 'Hanok' di Korea Selatan kini mengalami lonjakan luar biasa yang tidak terduga. Berabad-abad lamanya, rumah-rumah berdinding kayu, berlantai dipanaskan (Ondol), serta memiliki atap genting melengkung ini dianggap hanya sebagai peninggalan masa lalu yang statis. Namun, kini sebuah gelombang budaya modern sedang melanda, didorong terutama oleh generasi Milenial dan Gen Z, di mana mereka mengintegrasikan kembali semangat keanggunan purba ke dalam denyut nadi kehidupan komersial modern dengan sentuhan estetika yang sangat menarik dan fotogenik.

Area seperti perkampungan Bukchon Hanok di wilayah Jongno telah berubah wajah menjadi pusat kontemporer ketika banyak struktur tua dipulihkan secara hati-hati dan diberi nafas baru. Rumah-rumah berhalaman tengah ini kini banyak dialihfungsikan sebagai kafe konsep modern yang menyajikan hidangan tradisional gabungan Barat, galeri pameran bebas bagi pelukis lokal, serta penginapan desa mewah untuk liburan akhir pekan (staycation). Di balik tembok bata beratap klasik, pengunjung akan disambut dengan peralatan pintar minimalis, perabot minimalis, alat pendingin udara canggih serta jaringan internet yang sangat cepat.

Transformasi ini sangat berkaitan erat dengan keinginan generasi modern untuk melarikan diri sejenak dari tekanan emosional tinggal di apartemen blok beton yang sempit. Menikmati secangkir kopi sambil menyaksikan tetesan hujan yang turun dari atap Hanok menawarkan jenis penyembuhan jiwa dan pengalaman visual yang menarik. Bahkan, tren mengenakan pakaian tradisional Hanbok sambil berfoto di media sosial telah meningkatkan daya tarik wisatawan internasional untuk ikut merasakan keindahan harmoni warisan di tengah kota metropolitan yang sedang berkembang pesat dalam segala aspek kehidupan komersial.

Selain nilai keuntungan bisnis yang sangat menguntungkan bagi para investor muda, kampanye ini secara tidak langsung membantu menyelamatkan sejumlah besar seni ukir kayu lokal (Daemokjang) yang hampir punah. Pemerintah daerah juga melihat sinergi ini sebagai cara efektif menjaga kekayaan nasional tanpa bergantung sepenuhnya pada dana pemerintah, sehingga menawarkan subsidi pembiayaan rendah kepada pemilik untuk meningkatkan fasilitas dasar. Kombinasi dinamis antara unsur kesederhanaan purba dan falsafah hidup modern telah menghasilkan landscape sosiobudaya yang unik, sehingga memperkuat Hanok sebagai ikon penting warisan dinamis abad ke-21 semenanjung tersebut.

Tersedia dalam: