TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🌍 Dunia

Ketegangan Selat Taiwan: Dinamika Keamanan Asia Pasifik yang Paling Kritis 2026

Ketegangan di Selat Taiwan terus menjadi titik paling panas dalam geopolitik global, dengan operasi militer yang sering dan negosiasi diplomatik yang tertekan antara Beijing, Taipei, dan Washington.

24 Jun 20262 minit baca11,509 tontonanKhatulistiwa
Ketegangan Selat Taiwan: Dinamika Keamanan Asia Pasifik yang Paling Kritis 2026
Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)
AI

Beijing/Taipei, 24 Jun — Selat Taiwan yang sempit — hanya 180 kilometer lebar di titik paling sempit antara benua Tiongkok dan pulau Taiwan — kini menjadi jalur air yang paling diperhatikan di dunia, tempat di mana retorika geopolitik, kepentingan strategis, dan perhitungan militer bergabung dalam kombinasi yang berpotensi meletup kapan saja.

Tahun 2026 menyaksikan intensifikasi yang signifikan dalam aktivitas militer di kawasan ini. Angkatan udara dan laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok secara berkala melakukan latihan yang melibatkan simulasi blokade dan operasi amfibi di sekitar Taiwan, dengan setiap operasi terbaru lebih besar dan lebih canggih dibandingkan sebelumnya. Beijing mengklaim latihan-latihan ini adalah respons terhadap "provokasi" dari Taipei dan dukungan terus-menerus Washington terhadap Taiwan.

Taiwan di sisi lain sedang meningkatkan kemampuan pertahanannya dengan sangat cepat. Anggaran pertahanan Taiwan telah meningkat ke tingkat tertinggi berdasarkan persentase PDB sejak masa ketegangan Cross-Strait sebelumnya. Pembelian sistem senjata canggih dari Amerika — termasuk pesawat tempur F-16 V, rudal anti-kapal Harpoon, dan sistem pertahanan udara Patriot — sedang memperkuat pertahanan pulau tersebut.

Amerika Serikat tetap memegang kebijakan "ambiguitas strategis" yang tidak secara eksplisit berkomitmen untuk mempertahankan Taiwan secara militer, namun mengirimkan isyarat yang semakin kuat tentang komitmennya terhadap keamanan Taiwan melalui penjualan senjata, kunjungan pejabat, dan latihan militer bersama Taiwan.

Komunitas bisnis global, terutama industri teknologi yang sangat bergantung pada produksi semikonduktor Taiwan melalui TSMC, memperhatikan perkembangan ini dengan kekhawatiran mendalam. Gangguan terhadap produksi semikonduktor Taiwan akan menimbulkan kejutan besar bagi rantai pasok teknologi global dan berpotensi memicu resesi ekonomi yang serius.

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam: