TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
๐Ÿ•Œ Kisah & Hikmah

Masjid Ibn Tulun: Permata Abbasiyah yang Kekal di Kaherah

Masjid Ibn Tulun, dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh gubernur Ahmad ibn Tulun, adalah masjid tertua di Mesir yang masih terawat dengan sempurna. Menggabungkan seni arsitektur Abbasiyah dari Samarra dengan elemen lokal, masjid ini menjadi simbol kemegahan peradaban Islam. Dengan halaman luas, gerbang lancip, dan menara bulat unik, ia terus memukau pengunjung hingga saat ini.

25 Jun 20264 minit baca17,245 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia โ€” Mosque of Ibn Tulun
Masjid Ibn Tulun: Permata Abbasiyah yang Kekal di Kaherah
Imej: Foto: Wikipedia โ€” Mosque of Ibn Tulun (CC BY-SA 4.0)
AI

Pengenalan: Sebuah Warisan Batu dan Iman

Di tengah-tengah Kaherah bersejarah, berdiri megah sebuah masjid yang usianya melebihi seribu tahun. Masjid Ibn Tulun, yang dibangun antara tahun 876 hingga 879 Masehi, bukan sekadar tempat ibadah โ€” ia adalah monumen abadi yang menceritakan kisah kegemilangan peradaban Islam pada zaman Abbasiyah. Dibangun oleh Ahmad ibn Tulun, gubernur Mesir yang memiliki cita-cita tinggi, masjid ini merupakan masjid tertua di Mesir yang masih utuh dalam bentuk aslinya. Setiap batu bata dan ukiran stuko di sini menyimpan rahasia sejarah yang menunggu untuk diungkap.

Latar Belakang Sejarah: Ahmad ibn Tulun dan Cita-cita Abbasiyah

Ahmad ibn Tulun, seorang gubernur yang diangkat oleh Khalifah Abbasiyah di Baghdad, memerintah Mesir dari tahun 868 hingga 884 Masehi. Ia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan visioner. Meskipun secara resmi berada di bawah kekuasaan khalifah, Ibn Tulun berhasil membentuk otonomi yang kuat di Mesir. Salah satu proyek terbesarnya adalah pembangunan Masjid Ibn Tulun, yang dirancang sebagai pusat keagamaan dan administrasi di ibu kota barunya, al-Qata'i.

Masjid ini dibangun di atas bukit yang dikenal sebagai Jabal Yashkur, tempat legenda mengatakan Nabi Nuh pernah mendaratkan bahteranya setelah banjir besar. Dengan memilih lokasi ini, Ibn Tulun tidak hanya ingin membangun masjid yang megah, tetapi juga menghubungkan Mesir dengan tradisi kenabian. Desainnya diinspirasi oleh masjid-masjid di Samarra, ibu kota Abbasiyah di Irak, yang terkenal dengan gerbang lancip dan halaman luas. Gabungan unsur Irak dan Mesir ini menjadikan Masjid Ibn Tulun sebagai contoh unik arsitektur Abbasiyah.

Seni Bina yang Menakjubkan: Halaman, Gerbang, dan Menara


Ketika Anda melangkah masuk ke Masjid Ibn Tulun, Anda akan disambut oleh halaman yang luas dan terbuka โ€” ukurannya sekitar 92 meter persegi. Halaman ini dikelilingi oleh ruang sholat beratap yang didukung oleh deretan gerbang lancip. Gerbang-gerbang ini bukan hanya berfungsi sebagai penopang struktur, tetapi juga dihiasi dengan ukiran stuko yang halus. Motif geometri dan flora pada stuko ini menunjukkan keahlian tinggi para tukang kayu Islam abad ke-9.

Salah satu ciri paling ikonik masjid ini adalah menaranya yang unik โ€” dengan tangga lingkaran luar. Menara ini terletak di luar bangunan utama, di area yang disebut 'ziyada' (area tambahan). Bentuknya seperti menara Samarra, tetapi dengan sentuhan lokal. Menara ini menawarkan pemandangan indah Kaherah kuno dan menjadi simbol identitas masjid.

Ziyada dan Fungsi Sosial Masjid


Masjid Ibn Tulun dikelilingi oleh dinding luar yang luas, dikenal sebagai 'ziyada' โ€” area yang memisahkan masjid dari jalan raya. Ziyada ini bukan hanya hiasan; ia berfungsi sebagai tempat berkumpul, berdagang, dan bersantai. Pada masa Abbasiyah, masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran, diskusi politik, dan aktivitas sosial. Ziyada Masjid Ibn Tulun menjadi jantung kehidupan masyarakat Islam di al-Qata'i.

Pemulihan oleh Sultan Lajin: Menjaga Warisan


Meskipun masjid ini dibangun dengan kokoh, ia tidak terlepas dari kerusakan akibat usia dan cuaca. Pada tahun 1296, Sultan Mamluk Lajin โ€” yang pernah berlindung di masjid ini saat kecil โ€” melakukan pemugaran besar-besaran. Ia memperbaiki dinding, mengganti ukiran stuko yang rusak, dan menambah mihrab (ceruk arah kiblat) baru. Pemugaran ini memastikan masjid tetap berfungsi hingga saat ini. Upaya Lajin menunjukkan betapa pentingnya masjid ini bagi tradisi Islam di Mesir.

Keunikan dan Kepentingan Dalam Peradaban Islam


Masjid Ibn Tulun bukan hanya bangunan bersejarah โ€” ia adalah cerminan keberhasilan peradaban Islam dalam menggabungkan seni arsitektur, keagamaan, dan fungsi sosial. Desainnya yang sederhana tetapi megah mengingatkan kita bahwa Islam tidak memerlukan kemewahan berlebihan untuk mencipta keindahan. Gerbang lancipnya menjadi inspirasi bagi seni arsitektur Gothic Eropa, sedangkan halaman luasnya menjadi model untuk masjid-masjid di seluruh dunia.

Saat ini, Masjid Ibn Tulun terus menjadi destinasi wisata dan tempat ibadah. Ia menjadi bukti bahwa peradaban Islam mampu mencipta monumen yang kekal abadi. Bagi umat Islam, ia adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah; bagi pecinta sejarah, ia adalah perpustakaan batu yang menceritakan kisah keberhasilan manusia.

Kesimpulan: Warisan Yang Hidup


Lebih dari seribu tahun setelah pembangunannya, Masjid Ibn Tulun masih berdiri teguh di Kaherah. Ia adalah simbol ketahanan peradaban Islam โ€” suatu peradaban yang tidak hanya mengembangkan ilmu, tetapi juga seni arsitektur yang menyentuh jiwa. Setiap gerbang, setiap ukiran, dan setiap batu di masjid ini mengingatkan kita bahwa Islam adalah agama yang memuliakan keindahan dan kebijaksanaan. Masjid Ibn Tulun bukan hanya warisan Mesir, tetapi juga warisan dunia.

Sumber: Wikipedia โ€” Mosque of Ibn Tulun

---
Rujukan: Mosque of Ibn Tulun โ€” Wikipedia

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam: