TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌿 Lingkungan

Misi Hijau Seoul: Bagaimana Ibu Kota Korea Beralih Ke Arah Sisa Sifar dan Tenaga Boleh Diperbaharui

Untuk mengatasi dampak perubahan iklim, kota Seoul meluncurkan inisiatif kelestarian alam yang paling agresif dengan sistem daur ulang menyeluruh, penghapusan sisa bersih nol, dan gaya hidup rendah karbon.

24 Jun 20262 minit baca1 tontonanOleh Meja Editorial AILaporan Khas Khatulistiwa
Misi Hijau Seoul: Bagaimana Ibu Kota Korea Beralih Ke Arah Sisa Sifar dan Tenaga Boleh Diperbaharui

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Ibu kota kosmopolitan Korea Selatan, Seoul, secara resmi sedang meluncurkan agenda transformasi lingkungan yang disebut sebagai salah satu rencana utama paling ambisius di benua Asia. Dikenal dengan kehidupan kota yang dinamis dan jumlah gedung pencakar langit yang tinggi, pemerintah kota kini berfokus pada usaha besar untuk mengubah identitasnya menjadi kota hijau yang berkonsep keberlanjutan menjelang dekade mendatang. Inti dari misi ini adalah pengurangan drastis pengeluaran sampah rumah tangga dan komersial melalui kebijakan ketat sistem pemilahan sampah yang wajib diterapkan oleh semua penduduk tanpa kompromi atau pengurangan hukum.

Pelaksanaan kantong sampah berbayar berdasarkan volume hanya permulaan. Seoul saat ini memimpin praktik ekonomi sirkular dengan menciptakan berbagai pusat daur ulang komunitas (upcycling centers) di setiap wilayah, di mana sampah plastik, pakaian bekas, dan peralatan elektronik dipilah dan didaur ulang menjadi produk inovatif baru. Pemerintah setempat juga meluncurkan larangan ketat penggunaan cangkir plastik sekali pakai di semua kafe, memaksa warga menggunakan botol daur ulang atau sistem sewa cangkir kota. Meskipun awalnya menimbulkan keluhan, tindakan ini terbukti berhasil mengubah kebiasaan pengguna dalam jangka waktu yang sangat singkat, berkat tingkat disiplin kolektif yang selama ini menjadi kebanggaan rakyat Korea.

Seiring dengan inisiatif pengelolaan sampah, peralihan menuju energi terbarukan juga sedang dilakukan secara pesat. Proyek "Atap Matahari" yang luas memungkinkan sekolah-sekolah negeri, rumah sakit, dan apartemen memasang panel surya melalui subsidi pemerintah, sekaligus mengurangi ketergantungan negara terhadap energi bahan bakar fosil yang diimpor. Selain itu, Seoul sedang meningkatkan jumlah bus listrik dan stasiun pengisian umum untuk kendaraan pribadi ramah lingkungan di hampir setiap blok komersial. Jalur sepeda juga diperluas demi mendorong gaya hidup rendah karbon serta lebih sehat bagi penduduk kota yang sibuk dan penuh tugas.

Untuk melengkapi rencana utama, aspek perawatan pohon dan landscape menjadi fokus tambahan untuk mengatasi efek pulau panas perkotaan (urban heat island effect). Penanaman jutaan pohon di sepanjang tepi jalan utama dan pembukaan taman-taman kecil memberikan efek pendinginan alami yang sangat diharapkan menjelang musim panas yang semakin panas. Tokoh politik dan pecinta lingkungan percaya bahwa kampanye ini bukan hanya untuk mengatasi ancaman pemanasan global, tetapi juga menjadi merek baru kebanggaan masyarakat. Seoul kini berada di jalur yang kuat untuk menjadi panduan utama keberlanjutan dan gaya hidup ramah lingkungan yang dapat diteladani oleh kota-kota megapolitan lain di seluruh dunia.