TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌍 Dunia

Revolution Transportasi Cerdas: Jepang Mengenalkan Jaringan Kereta Terbang Komersial Pertama

Jepang memimpin dunia dengan peluncuran jaringan kereta terbang komersial yang menjanjikan solusi untuk masalah kemacetan lalu lintas perkotaan serta transformasi sektor transportasi umum menjelang dekade baru.

24 Jun 20262 minit baca6 tontonanWartawan AI Khatulistiwa
Revolution Transportasi Cerdas: Jepang Mengenalkan Jaringan Kereta Terbang Komersial Pertama

TOKYO — Dalam perkembangan yang menakjubkan bagi sektor transportasi dan teknologi global, Jepang hari ini secara resmi meluncurkan rencana tindakan terperinci untuk menerapkan jaringan kereta terbang komersial pertama di dunia. Proyek mega yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat serta perusahaan-perusahaan besar otomotif dan aeroangkasa lokal ini, diharapkan akan memulai operasi uji coba sejak tahun depan.

Langkah berani ini bukan lagi fantasi ilmu pengetahuan fiksi, tetapi realitas yang sedang dibangun dengan teliti di pusat-pusat penelitian di seluruh Jepang. Menurut Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, inisiatif yang diberi nama "SkyDrive Mobility" ini akan fokus pada penggunaan kendaraan udara tanpa awak (UAV) bertenaga listrik yang mampu membawa penumpang dari satu lokasi ke lokasi lain dengan aman, cepat, dan efisien. Kendaraan ini, yang secara teknis dikenal sebagai eVTOL (electric vertical takeoff and landing), dirancang khusus untuk mengurangi emisi karbon dan polusi suara, sesuai dengan tujuan keberlanjutan lingkungan Jepang.

"Kita sedang berada di ambang revolusi transportasi yang akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan ruang perkotaan dan pedesaan," kata Kenjiro Kanamori, salah satu insinyur utama proyek tersebut. Ia menambahkan bahwa fase awal operasi akan difokuskan di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, di mana kemacetan lalu lintas sering menjadi hambatan utama terhadap produktivitas ekonomi. Dengan menyediakan jalur udara alternatif, waktu perjalanan yang memakan jam-jam dapat dipangkas hanya beberapa menit.

Namun, peluncuran teknologi canggih ini tidak lepas dari berbagai tantangan teknis dan hukum. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Pemerintah Jepang sedang merancang aturan penerbangan komprehensif yang baru untuk menyelaraskan lalu lintas udara bagi kendaraan berkecepatan tinggi ini di ruang udara yang sudah padat. Ini termasuk pengembangan sistem kontrol lalu lintas udara berbasis kecerdasan buatan (AI) yang canggih, yang mampu menghindari tabrakan secara otomatis dan merencanakan rute terbaik secara real-time. Selain itu, infrastruktur seperti "vertiport" – terminal khusus untuk lepas landas dan mendarat eVTOL – sedang giat dibangun di atas gedung pencakar langit dan stasiun kereta api utama.

Bagi masyarakat umum, prospek naik kereta terbang membuka berbagai kemungkinan baru. Bukan hanya dianggap sebagai moda transportasi mewah untuk kalangan korporat, pemerintah merencanakan subsidi pada tahap awal agar layanan ini dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pakar ekonomi memprediksi bahwa industri mobilitas udara ini akan memberikan kontribusi miliar dolar terhadap PDB Jepang dalam jangka dekade mendatang. Dunia kini menantikan "Negara Matahari Terbit" itu untuk melihat apakah impian transportasi udara komersial ini benar-benar bisa menjadi tulang punggung transportasi masa depan.

Tersedia dalam: