TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ŸŒ Dunia

Arsitektur Warisan Korea: Desa Hanok Diperbaiki sebagai Destinasi Wisata Budaya Premium

Korea Selatan melakukan investasi besar dalam pemulihan dan pelestarian kampung-kampung Hanok tradisional, menjadikannya destinasi wisata budaya premium yang menggabungkan keaslian sejarah dengan fasilitas modern.

24 Jun 20262 minit baca2 tontonanKhatulistiwa
Arsitektur Warisan Korea: Desa Hanok Diperbaiki sebagai Destinasi Wisata Budaya Premium

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Jeonju, 24 Juni โ€” Di antara lorong-lorong sempit Desa Hanok Jeonju, sebuah kawasan bersejarah yang menampung lebih dari 700 rumah tradisional Korea yang disebut hanok, terjadi transformasi yang indah. Kawasan ini yang dulunya secara perlahan merosot akibat arus modernisasi kini telah menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Korea, menarik hampir delapan juta pengunjung setiap tahun โ€” baik wisatawan lokal maupun internasional yang ingin merasakan dan memahami arsitektur serta gaya hidup tradisional Korea.

Hanok, rumah tradisional Korea yang dirancang berdasarkan prinsip-prinsip angin dan air atau geomansi yang dikenal sebagai "feng shui" versi Korea, adalah karya seni arsitektur yang menggabungkan fungsi dengan keindahan. Atap yang melengkung dengan anggun, tiang kayu yang diukir halus, lantai ondol yang dipanaskan oleh saluran udara panas dari bawah lantai, dan taman dalam yang tenang โ€” setiap elemen hanok memiliki makna dan fungsi yang mendalam.

Program pemeliharaan yang dijalankan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat Korea tidak hanya sekadar memperbaiki kulit luar bangunan. Program ini melibatkan partisipasi aktif warga setempat yang masih tinggal di kawasan tersebut, tukang kayu tradisional yang mewarisi teknik pembangunan hanok, serta arsitek modern yang mencari keseimbangan antara mempertahankan keaslian sejarah dan menambah fasilitas modern yang diperlukan agar kawasan ini nyaman untuk ditempati.

Kawasan Desa Hanok kini menawarkan berbagai pengalaman imersif bagi para wisatawan. Program menginap di hanok yang telah dimodifikasi secara halus untuk menyediakan fasilitas modern tanpa mengganggu estetika tradisionalnya memungkinkan wisatawan merasakan sendiri cara hidup Korea pada masa lalu. Kelas pembuatan keramik celadon, kelas pakaian hanbok, dan kelas memasak masakan tradisional Korea menambah dimensi pendidikan pada pengalaman wisata ini.

Keberhasilan model Jeonju kini menjadi acuan untuk pengembangan kawasan wisata warisan budaya di seluruh Korea dan menjadi contoh bagi banyak negara Asia lain yang memiliki warisan arsitektur tradisional yang kaya tetapi terancam oleh arus modernisasi.