TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ŸŒ Dunia

Seoul Smart City 2026: Bagaimana Ibu Kota Korea Menjadi Kota Paling Teknologi di Dunia

Seoul melakukan transformasi kota pintar yang komprehensif, mengintegrasikan AI, IoT, dan big data ke dalam pengelolaan kota untuk meningkatkan kualitas hidup jutaan penduduknya.

24 Jun 20262 minit baca0 tontonanKhatulistiwa
Seoul Smart City 2026: Bagaimana Ibu Kota Korea Menjadi Kota Paling Teknologi di Dunia

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Seoul, 24 Juni โ€” Seoul, ibu kota Korea Selatan yang berpenduduk hampir 10 juta orang, kini dapat dengan yakin disebut sebagai kota paling 'pintar' di dunia. Program Seoul Smart City yang telah berjalan selama beberapa tahun kini mencapai tahap integrasi teknologi yang mengagumkan, di mana hampir setiap aspek pengelolaan kota ini โ€” dari pengelolaan lalu lintas hingga pengumpulan sampah, dari pengelolaan energi hingga layanan darurat โ€” dioptimalkan oleh sistem AI yang terus belajar dan berkembang.

Sistem pengelolaan lalu lintas pintar Seoul adalah yang paling canggih di dunia. Lebih dari 2.000 kamera CCTV pintar dipasang di persimpangan utama, mengumpulkan data lalu lintas secara real-time yang dianalisis oleh sistem AI untuk mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas secara dinamis. Hasilnya adalah pengurangan rata-rata waktu perjalanan di Seoul sebesar 25 persen dalam dua tahun terakhir, sebuah pencapaian yang signifikan dalam kota yang terkenal dengan kemacetannya.

Sistem transportasi umum Seoul, yang sudah terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia, kini ditingkatkan lagi dengan integrasi AI. Sistem peta penumpang berbasis AI yang dipasang di dalam stasiun LRT dan subway menganalisis pola pergerakan penumpang secara real-time dan memberikan rekomendasi rute optimal yang mempertimbangkan kepadatan penumpang saat ini di setiap rute.

Dalam bidang pengelolaan sampah, Seoul menerapkan sistem pengumpulan sampah pintar yang menggunakan tong sampah yang dilengkapi sensor IoT untuk memberitahu kendaraan pengumpul sampah ketika tong tersebut sudah penuh. Ini menggantikan jadwal pengumpulan tetap yang tidak efisien dengan sistem on-demand yang mengurangi perjalanan pengumpulan yang tidak perlu sebanyak 30 persen, menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi karbon.

Dalam bidang keamanan publik, sistem pengawasan pintar Seoul yang menggabungkan kamera CCTV, sensor suara, dan analisis AI mampu mendeteksi situasi darurat seperti keributan, kecelakaan, atau individu yang jatuh dalam waktu sangat singkat, secara otomatis memberitahu pusat kontrol yang kemudian mengirimkan bantuan dengan cepat.

Pemerintah kota Seoul kini berbagi pengalaman dan teknologi ini dengan kota-kota lain di seluruh dunia melalui program Seoul Smart City Solutions, menjadikan ibu kota Korea ini bukan hanya contoh bagi dunia tetapi juga eksportir aktif solusi kota pintar.