TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ŸŒ Dunia

Shinkansen 2.0: Jepang Uji Kereta Api Magnetik Generasi Baru yang Lebih Cepat

Jepang berhasil mencatatkan rekor kecepatan kereta maglev dalam ujian terbaru, membuka era baru dalam transportasi darat super cepat yang menjanjikan perjalanan Tokyo-Osaka dalam waktu 67 menit.

24 Jun 20262 minit baca2 tontonanKhatulistiwa
Shinkansen 2.0: Jepang Uji Kereta Api Magnetik Generasi Baru yang Lebih Cepat

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Yamanashi, 24 Juni โ€” Jepang, yang telah lama memimpin dunia dalam teknologi kereta api berkecepatan tinggi sejak pengenalan Shinkansen pada tahun 1964, kembali membuat sejarah ketika kereta api magnetik levitasi (maglev) SCMaglev terbaru mereka mencatat kecepatan rekor baru dalam ujian di jalur uji Yamanashi. Kereta yang melaju di atas rel magnetik tanpa sentuhan fisik ini mencapai kecepatan puncak 610 kilometer per jam โ€” melebihi rekor sebelumnya dan menjadikannya kereta api darat tercepat dalam sejarah manusia.

Teknologi maglev yang digunakan oleh Jepang menggunakan prinsip superkonduktor dingin โ€” kumparan superkonduktor pada kereta berinteraksi dengan gelung-gelung magnetik pada rel, menciptakan daya angkat dan propulsi sepenuhnya melalui energi magnet tanpa bagian bergerak yang bersentuhan. Ketidakhadiran gesekan mekanis memungkinkan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kereta api roda konvensional.

Proyek Chuo Shinkansen, yang akan menghubungkan Tokyo dengan Nagoya dan selanjutnya Osaka menggunakan teknologi maglev ini, kini sedang dalam fase pembangunan yang aktif. Ketika selesai nanti, perjalanan antara Tokyo dan Osaka yang saat ini memakan waktu dua jam 15 menit dengan Shinkansen konvensional dapat dilakukan dalam waktu hanya 67 menit. Ini berarti kota-kota besar Jepang yang berada dalam jarak 500 kilometer akan terasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya.

Dari segi keselamatan, sistem maglev ini dirancang dengan berbagai lapisan sistem keselamatan yang sangat canggih. Meskipun terjadi kegagalan dalam sistem listrik, kereta akan dapat meluncur dengan aman ke stasiun terdekat menggunakan energi kinetik yang tersimpan. Sistem kontrol komputer yang beroperasi dalam mikrosekon memastikan jarak antara kereta yang beroperasi di jalur yang sama selalu berada pada tingkat aman.

Negara-negara lain termasuk Amerika Serikat, India, dan beberapa negara Eropa telah menyatakan minat untuk mengimpor teknologi maglev Jepang guna mengembangkan sistem transportasi super cepat di negara masing-masing, membuka peluang bisnis ekspor teknologi yang sangat besar bagi Jepang.