Seoul, 24 Jun โ Taekwondo, seni pertahanan diri yang lahir di Korea dan kini menjadi olahraga global olimpiade, memasuki era baru yang menggabungkan warisan tradisionalnya dengan teknologi digital tercanggih. Federasi Taekwondo Dunia (WT) yang berbasis di Seoul meluncurkan sistem latihan realitas maya (VR) yang memungkinkan atlet berlatih melawan lawan virtual yang dikendalikan AI yang mampu meniru gaya bertarung ribuan atlet nyata dari seluruh dunia.
Sistem yang diberi nama "TKD-AI Sparring" ini menggunakan pakaian khusus yang dilengkapi sensor gerak yang menangkap setiap pergerakan atlet dengan presisi milimeter. Ketika atlet memakai kacamata VR dan pakaian sensor ini, mereka memasuki arena pertandingan virtual yang realistis di mana mereka dapat berlatih melawan lawan virtual yang telah diprogram dengan profil bertarung pemain elit dunia. Sistem AI menganalisis gaya bertarung setiap atlet secara real-time dan menyesuaikan strategi lawan virtual untuk menguji kelemahan spesifik mereka.
Nilai latihan sistem ini sangat tinggi. Untuk pertama kalinya, atlet dapat "merasakan" cara bertarung pemenang Olimpiade atau Kejuaraan Dunia tanpa perlu melakukan perjalanan ke luar negeri atau bergantung pada jadwal yang memungkinkan sesi latihan bersama. Data yang dikumpulkan juga memungkinkan pelatih menganalisis secara detail setiap aspek pergerakan atlet mereka, mengidentifikasi titik lemah yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Sistem ini juga membuka dimensi baru dalam kompetisi taekwondo internasional. "E-Taekwondo" - pertandingan taekwondo yang sepenuhnya dijalankan dalam lingkungan digital - sedang dikembangkan sebagai format kompetisi baru yang memungkinkan atlet dari negara-negara yang tidak mampu mengirimkan tim ke pertandingan fisik untuk ikut serta dalam kompetisi tingkat tertinggi.
Gabungan teknologi VR dengan taekwondo juga membuka peluang baru dalam bidang pendidikan dan promosi olahraga. Pelajar sekolah di seluruh dunia dapat mengalami dasar-dasar taekwondo melalui aplikasi VR tanpa memerlukan guru bersertifikat atau ruang latihan khusus, memperluas jangkauan olahraga ini kepada audiens yang jauh lebih luas.
