TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Tahukah Anda... Buntal Angin di Lautan yang Menyedot Juta Ton Plastik Setiap Tahun

Di sepanjang pesisiri Samudra Pasifik, di antara Semenanjung California dan Meksiko, terdapat satu fenomena alam semula jadi yang tidak biasa: gumpal-gumpal buntal yang terapelayar seperti kapal-kapal raksasa di permukaan laut. Fenomena ini diketahui sebagai 'gulf pocket' atau 'ocean gyre', dan telah menarik minat ilmuwan serta aktivis lingkungan sejak awal abad ke-21. Gumpal-gumpal ini bukan sekadar terdiri dari rumput laut atau sampah organik, tetapi juga jutaan ton plastik yang terperangkap dalam arus oseanografi. Menyedot dari peredaran air laut yang stabil, gumpal ini berkembang pesat akibat akumulasi sampah plastik yang terus menerima aliran dari sungai-sungai utama di seluruh dunia. Fenomena ini menjadi simbol paling mencolok pencemaran plastik global, dan kajian ilmiah terkini mengungkapkan betapa dalamnya dampaknya terhadap ekosistem laut serta kesehatan manusia yang bergantung pada hasil hutan laut.

26 Oktober 20263 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaIKAN BUNTAL, Keunikannya Sedahsyat Racunnya (Web: youtube.com)
Tahukah Anda... Buntal Angin di Lautan yang Menyedot Juta Ton Plastik Setiap Tahun
Berat
AI
Baca 30 saat
  • •Gulf pocket atau ocean gyre di Samudra Pasifik menyedot juta ton plastik setiap tahun.
  • •Sistem arus oseanografi seperti North Pacific Subtropical Gyre menyumbulkan plastik dari sungai utama seperti Sungai Yangtze dan Sungai Ganges.
  • •Plastik tidak membentuk pulau padat tetapi tersebar sebagai partikel kecil di permukaan dan bawah air laut.

Gergasi Plastik yang Tak Terlihat

Di tengah Samudra Pasifik, tepat di antara Hawaii dan California, terdapat satu zon yang dikelilingi oleh empat arus utama oseanografi: arus California, arus Kuroshio, arus Alaska, dan arus Pasifik Utara. Kombinasi keempat arus ini menciptakan satu sistem dinamis yang dikenal sebagai 'North Pacific Subtropical Gyre' (NPSG). Di pusatnya terbentuk satu kawasan lemah arus yang sering digambarkan sebagai 'lubang gergasi' di mana sampah-sampah plastik terkumpul secara perlahan tetapi konsisten. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai satu 'pulau plastik' yang bisa dilihat dari angkasa, namun realitanya lebih kompleks. Buntal ini tidak membentuk satu struktur pulau yang padat, melainkan sekumpulan partikel kecil yang tersebar di permukaan air dan sedikit di bawahnya. Setiap juta ton plastik yang terperangkap di sini, termasuk botol, jaring, dan serpihan mikroplastik, berputar dalam siklus yang berkelanjutan sejak setiap gelombang dan angin menyalurkan kembali ke dalam sistem ini.

Sumber Sampah dan Peran Sungai

Para peneliti menyatakan bahwa sejumlah besar plastik di dalam gergasi ini bersumber dari sungai-sungai utama yang mengalir ke laut, termasuk Sungai Huang He, Sungai Yangtze, Sungai Ganges, dan Sungai Amazon. Setiap tahun, setidaknya 1,15 hingga 2,41 juta ton plastik masuk ke laut dari sistem sungai-sungai yang mendukung. Jika pola pengelolaan dan pencegahan tidak membaik, jumlah ini diperkirakan akan melonjak hingga tiga kali lipat pada tahun 2050. Buntal plastik ini menjadi salah satu sumber pencemaran global yang paling signifikan, dan ia juga didasarkan pada kajian iklim dan pencemaran biologi. Partikel-partikel plastik yang tersebar ini tidak hanya menjadi racun bagi plankton dan ikan, tetapi juga menjadi medium pengangkut logam berat seperti timah, merkuri, dan timah. Setiap mikroplastik yang terperangkap di dalam air laut menyerap logam-logam beracun tersebut sebelum akhirnya masuk ke rantai makanan, mencemari dari kopepod hingga ke ikan-ikan yang lebih dalam seperti tuna, hiu, dan arneb. Akhirnya, logam berat ini menumpuk di dalam jaringan daging dan hati manusia yang mengonsumsi ikan-ikan tersebut.

Dampak pada Ekosistem dan Kesehatan Manusia

Buntal plastik ini juga berfungsi sebagai 'pembawa' untuk patogen mikroba yang ada di permukaan laut. Penelitian terkini menunjukkan bahwa partikel plastik menjadi habitat mikroba seperti bakteri Vibrio yang patogen, dan mengungkapkan potensi penyakit baru yang bisa menular kepada manusia melalui konsumsi ikan. Selain itu, mikroplastik yang tersebar di dalam air laut juga bisa mendesak partikel bahan kimia toksik lain, termasuk pestisida dan bahan pembuatan plastik seperti bisfenol A dan ftalatat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa sejak 2019, jaringan manusia dan darah telah ditemukan dengan mikroplastik, dan kemajuan ini mungkin berkaitan langsung dengan paparan kronik dari buntal plastik yang tersebar di laut. Para ahli kesehatan awam menekankan bahwa meskipun tidak semua mikroplastik merupakan racun langsung, kombinasi logam berat dan bahan kimia toksik yang didukung oleh partikel ini menciptakan tekanan kronik pada sistem imun dan endokrin manusia. Implikasinya, jika tidak dapat dikendalikan, akan mempengaruhi generasi mendatang secara genetik dan metabolik.

---
Rujukan: IKAN BUNTAL, Keunikannya Sedahsyat Racunnya — Web: youtube.com

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam:

Tag: