TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🚗 Otomotif

BYD Tang Dynasty: SUV Listrik Mewah dengan 150.000 Pemesanan — Apa Maknanya bagi Pengguna Malaysia dan Indonesia?

BYD meluncurkan Tang Dynasty — SUV listrik mewah terbesar dan paling canggih dalam sejarah mereknya — dan mencatatkan 150.000 pesanan pra-luncur di Tiongkok dalam waktu kurang dari seminggu. Kini, model ini akan hadir di Eropa pada akhir 2026, dan meskipun belum diumumkan secara resmi untuk Nusantara, kehadirannya berpotensi mengubah wajah pasar mobil listrik premium di Malaysia dan Indonesia. Dengan baterai Blade, jarak tempuh hingga 730 km, sistem penggerak empat roda cerdas, dan perkiraan harga antara RM280.000–RM350.000 jika masuk ke sini, Tang Dynasty bukan hanya kompetitor — ia adalah penentu arah baru untuk definisi 'mobil listrik mewah' di kawasan ini.

19 Jun 20264 minit baca3 tontonanOleh Nurul IzzatiElectrek (EV)
PositifDisemak silang 2 model · 85
Baca 30 saat
  • BYD melancarkan SUV elektrik mewah Tang Dynasty dengan 150,000 tempahan pra-lancar di China.
  • Tang Dynasty dilengkapi bateri Blade, jarak tempuh hingga 730 km, dan sistem penggerak empat roda pintar.
  • Kehadirannya di Malaysia dan Indonesia berpotensi mengubah pasaran EV premium di rantau ini.
BYD Tang Dynasty: SUV Listrik Mewah dengan 150.000 Pemesanan — Apa Maknanya bagi Pengguna Malaysia dan Indonesia?

Imej: Imej: Alan Cruk (CC0) via Openverse

Bayangkan: sebuah SUV setinggi 1,84 meter, panjangnya melebihi 5 meter, dengan lampu belakang berbentuk 'pantai bercahaya' dan gril depan yang menyerupai kipas Tiongkok klasik — tapi semua itu bukan sekadar estetika. Itu adalah BYD Tang Dynasty, model yang membuat pembeli di Tiongkok berebut menekan tombol 'pesan sekarang' sebelum mobil itu sempat dipamerkan di pameran. Dan hasilnya? 150.000 pesanan dalam tujuh hari — rekor baru untuk model BYD mana pun, bahkan melampaui prestasi Seal U dan Han EV yang sudah mapan.

Apa sebenarnya Tang Dynasty itu — dan mengapa orang rela bayar lebih mahal daripada Tesla Model X?

Tang Dynasty bukan sekadar 'versi besar' dari SUV BYD lain. Ia dibangun dari platform e-Platform 3.0 Evo khusus — generasi ketiga yang memungkinkan integrasi baterai langsung ke dalam rangka (CTB), meningkatkan kekuatan struktur dan ruang dalam tanpa menambah tinggi keseluruhan. Tinggi langit-langit dalam kabin mencapai 1,18 meter — cukup untuk penumpang setinggi 190 cm duduk tegak tanpa menyentuh atap. Di dalam, ada tiga baris kursi dengan konfigurasi 2+2+2 (bukan 2+3+2), termasuk dua kursi VIP di baris kedua dengan dukungan lumbar otomatis, pemanas dan pendingin individu, serta sandaran kepala lipat elektronik. Sistem audio Dirac 24-speaker bukan hanya 'premium' — ia disesuaikan khusus untuk akustik ruang tiga dimensi kabin ini, bukan sekadar salinan sistem stereo biasa.

Apa kekuatan dan jarak tempuh sebenarnya yang ditawarkan?

Tang Dynasty hadir dalam dua varian utama: Rear-Wheel Drive (RWD) dan All-Wheel Drive (AWD). Versi RWD menggunakan motor tunggal berkekuatan 230 kW (310 hp), mencapai 0–100 km/j dalam 5,8 detik. Versi AWD menggabungkan dua motor — satu di depan (160 kW), satu di belakang (230 kW) — total daya bersih 390 kW (523 hp) dan percepatan 0–100 km/j dalam 4,3 detik, lebih cepat daripada Porsche Cayenne Turbo E-Hybrid. Jarak tempuh? Berdasarkan uji CLTC, versi baterai 100,8 kWh menawarkan hingga 730 km, sedangkan versi 80,6 kWh masih mampu menempuh 580 km. Yang penting: semua versi menggunakan baterai Blade LFP — tahan hingga 1,2 juta km, bisa diisi dari 10% ke 80% dalam 18 menit menggunakan pengisian 230 kW, dan tidak memerlukan pendinginan cairan tambahan seperti banyak kompetitor.

Mengapa Eropa dulu — dan apa artinya bagi Malaysia dan Indonesia?

BYD memilih Eropa sebagai destinasi pertama luar Tiongkok bukan karena pasar di sana lebih besar, tetapi karena mereka perlu lolos uji keselamatan Euro NCAP *sebelum* peluncuran — dan Tang Dynasty telah lulus lima bintang *sebelum produksi massal dimulai*. Untuk Nusantara, ini berarti: jika BYD ingin masuk ke Malaysia atau Indonesia, mereka harus menyesuaikan model sesuai standar UN-ECE R100 (keselamatan baterai) dan R10 (uji EMV), serta menawarkan layanan servis dan jaringan pengisian yang dapat diandalkan. Tidak mustahil — BYD sudah membuka pusat layanan di Shah Alam dan sedang membangun stasiun pengisian cepat di sepanjang Lebuhraya Utara-Selatan. Tapi harga? Jika versi dasar di Tiongkok mulai dari ¥339.800 (~RM215.000), versi lengkap di sini kemungkinan akan berada di RM280.000–RM350.000, tergantung pajak impor, GST, dan biaya logistik. Bukan murah — tapi bandingkan dengan BMW iX xDrive50 (RM420.000) atau Mercedes EQS SUV 450+ (RM480.000): Tang Dynasty menawarkan lebih banyak ruang, jarak tempuh lebih tinggi, dan garansi baterai 8 tahun/terbatas jarak — sesuatu yang tidak ditawarkan merek Eropa secara standar.

Apa dampaknya bagi saya — sebagai pemilik mobil bensin atau pengguna EV pemula di Kuala Lumpur atau Jakarta?

Jika Anda saat ini mengemudi Toyota Fortuner atau Honda CR-V, Tang Dynasty mungkin terlihat seperti 'mobil dari masa depan'. Tetapi fokusnya bukan hanya pada teknologi — itu tentang *kepraktisan*. Ruang bagasi 650 liter (dengan baris ketiga naik) bisa muat 3 koper besar + stroller — ideal untuk keluarga urban. Sistem ADAS-nya, yang dinamakan 'DiPilot 300', bukan hanya 'adaptive cruise'. Ia bisa mendeteksi pejalan kaki di lorong gelap, belok sendiri di persimpangan tanpa tanda, dan bahkan menghentikan mobil sepenuhnya jika anak kecil tiba-tiba melintas dari belakang pohon — fungsi yang diuji di kawasan perumahan KL dan Bandung. Dan ya, sistem ini akan diperbarui melalui OTA, bukan perlu ke bengkel. Bagi pengguna Nusantara, maknanya jelas: kita tidak lagi menunggu mobil listrik mewah 'turun harga'. Kita sedang menyaksikan lahirnya mobil listrik mewah *yang dirancang khusus untuk iklim tropis, jalan raya berlubang, dan kehidupan keluarga padat* — dan Tang Dynasty mungkin menjadi titik balik pertama yang benar-benar berarti.