TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

AS Mengalahkan Australia Tanpa Pulisic — Lolos ke Babak Kandang

Amerika Serikat menang 2-1 atas Australia di Stadion MetLife, New Jersey, pada Jumat — kemenangan yang memastikan tempat mereka ke babak kandang Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya berturut-turut. Christian Pulisic ditarik istirahat karena cedera ringan, tetapi Tim Weah dan Ricardo Pepi mencetak gol awal, sementara Awer Mabil membalas untuk Australia pada menit ke-72.

20 Jun 20263 minit baca6 tontonanOleh Redaksi MeridianFIFA World Cup 2026
PositifDisemak silang 2 model · 62
Baca 30 saat
  • Amerika Syarikat menang 2-1 atas Australia dalam perlawanan Piala Dunia 2026.
  • Tim Weah dan Ricardo Pepi menjaringkan gol tanpa kehadiran Christian Pulisic.
  • Australia mencetak gol pada minit ke-72, tetapi tidak cukup untuk mengubah keputusan.
AS Mengalahkan Australia Tanpa Pulisic — Lolos ke Babak Kandang

Tanpa Pulisic, AS Tunjukkan Kedalaman Sebenarnya

Gregg Berhalter membuat keputusan berani: menepikan Christian Pulisic — kapten, pencetak gol utama, dan simbol serangan AS — sejak awal pertandingan. Bukan karena kurangnya keyakinan, tapi karena cedera ringan setelah pertandingan sebelumnya. Keputusan itu menguji skuad. Dan skuad menjawab: Tim Weah meledak pada menit ke-12, Ricardo Pepi menyusul lima menit kemudian. Tidak ada kepanikan. Tidak ada kehilangan arah. Hanya permainan yang tenang, tajam, dan percaya diri.

Weah Meletup, Pepi Menghantam

AS tidak menunggu. Weston McKennie mengirim bola lurus ke dalam kotak penalti — Weah meluncur, kaki kiri menyentuh, bola masuk. Minus satu tekanan. Minus satu pertanyaan tentang siapa akan menggantikan Pulisic. Lima menit setelah itu, tendangan sudut Antonee Robinson disambut oleh kepala Pepi — keras, rendah, tak sempat dihalang. Gol kedua itu bukan sekadar angka. Ia bukti: Pepi kini pemain yang mampu menentukan pertandingan. Tiga gol dalam dua pertandingan. Pencetak gol terbanyak AS di turnamen ini.

Australia Bangkit — Tapi Tidak Cukup

Separuh waktu kedua berbeda. Graham Arnold memasukkan Awer Mabil dan Jackson Irvine. Australia lebih agresif, lebih cepat, lebih berani. Penguasaan bola naik ke 58%. Mabil akhirnya mencetak gol pada menit ke-72 — kesalahan pertahanan AS dimanfaatkan dengan sempurna. Namun, setelah itu, mereka hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat dalam 18 menit tersisa. Matt Turner di gawang tetap tenang. Tyler Adams di tengah lapangan tetap kukuh. AS tidak goyah — cuma berdebar sedikit.

Disiplin, Bukan Dominasi, yang Menang

AS tidak menguasai pertandingan. Mereka melakukan 15 percobaan — Australia hanya 8. Tapi enam daripadanya tepat sasaran. Australia? Tiga. Kunci bukan jumlah bola yang dikuasai, tapi bagaimana menggunakan peluang. Dan bagaimana menutup ruang. Tyler Adams mengontrol aliran permainan. Weah dan Brenden Aaronson mengganggu bek kanan Australia dari sisi. Malik Tillman duduk di bangku — bukan sebagai cadangan, tapi sebagai senjata rahasia jika diperlukan.

Iran Menanti — Dan Pulisic Mungkin Kembali

Dengan kemenangan ini, AS kini memimpin grup dengan enam poin. Pertandingan terakhir melawan Iran — tim yang juga masih berpeluang melaju. AS cukup dengan hasil imbang untuk memastikan posisi teratas. Christian Pulisic diprediksi kembali. Tapi pengalaman tanpa dia bukan sekadar ujian — ia pengesahan: AS kini tim yang bisa menang dengan rencana A *dan* rencana B. Jika melaju ke babak kandang, tantangan selanjutnya mungkin Prancis. Atau Argentina. Atau tim lain dari Grup D. Yang pasti: mereka tidak lagi bergantung pada satu nama.

Puluhan ribu penonton di Stadion MetLife — 78.000 jiwa — bukan sekadar latar belakang. Mereka adalah bagian dari strategi: tekanan, irama, semangat. Dan malam itu, suara mereka bergema lebih kuat daripada segala cedera atau kehilangan.