TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🔬 Sains & Teknologi

Bukan Hanya Kebisingan: Mengapa Anjing Menggonggong Dari Perspektif Ilmu Perilaku

Gonggongan anjing sering dianggap sebagai gangguan, namun sebenarnya merupakan sistem komunikasi kompleks yang mencerminkan emosi, kebutuhan, dan naluri purba. Artikel ini mengungkap alasan ilmiah di balik gonggongan anjing, mulai dari peringatan wilayah hingga kegembiraan.

25 Jun 20263 minit baca4 tontonanWeb Editor
Bukan Hanya Kebisingan: Mengapa Anjing Menggonggong Dari Perspektif Ilmu Perilaku

Imej: Imej AI: Alibaba Tongyi Wanxiang (wan2.2-t2i-flash)

Ketenangan seketika di taman perumahan itu terpecah oleh deretan gonggongan yang berulang. Rocky, seekor Labrador berwarna cokelat keemasan, melompat-lompat di pagar sambil matanya menatap posmen yang mendekat. Bagi tetangga, suara itu mungkin mengganggu. Bagi Rocky, ia adalah bentuk komunikasi paling dasar — satu cara memberitahu dunia: "Aku melihatmu." Namun, perilaku menggonggong bukanlah tindakan yang seragam. Ia adalah perilaku bernuansa yang telah diteliti oleh ilmuwan perilaku hewan sejak beberapa dekade lalu. Memahami mengapa anjing menggonggong bukan hanya menjawab rasa ingin tahu, tetapi juga dapat memperkuat hubungan antara manusia dan sahabat berbulu mereka.

Naluri Purba yang Tersemat dalam DNA

Anjing modern (Canis lupus familiaris) mewarisi naluri menggonggong dari nenek moyang serigala. Namun, penelitian menunjukkan bahwa serigala jarang menggonggong dibandingkan anjing. Perbedaan ini diduga berasal dari proses domestikasi — manusia secara tidak sadar memilih anjing yang lebih vokal karena sifat "waspada" tersebut berguna sebagai sistem peringatan dini. Perilaku ini menjadikan gonggongan sebagai alat kelangsungan hidup, baik untuk mempertahankan wilayah maupun memberi isyarat bahaya.

Spektrum Gonggongan: Apa yang Anjing Coba Sampaikan?

Ilmuwan perilaku seperti Raymond Coppinger dari Hampshire College mengklasifikasikan gonggongan menjadi beberapa konteks utama. Pertama, gonggongan peringatan atau wilayah — yang sering terjadi ketika orang asing atau hewan lain mendekati area yang dianggap miliknya. Gonggongan ini biasanya tegang, berulang, dan disertai bahasa tubuh yang kaku. Kedua, gonggongan kegembiraan atau sapaan — terdengar lebih tinggi nada suaranya, sering terjadi saat tuannya pulang atau sebelum diajak jalan-jalan. Ketiga, gonggongan kebosanan atau kesepian — polanya monoton, panjang, dan sering terjadi ketika anjing ditinggalkan sendirian lama di halaman. Keempat, gonggongan permintaan — digunakan untuk meminta makanan, perhatian, atau untuk keluar. Penelitian oleh Patricia McConnell, ahli perilaku hewan, menemukan bahwa anjing dapat mengubah frekuensi dan durasi gonggongan sesuai konteks, menunjukkan bahwa ini bukan suara acak.

Faktor Lingkungan dan Ras

Tidak semua anjing menggonggong dengan cara yang sama. Ras yang dipelihara untuk menjaga seperti German Shepherd atau Doberman cenderung menggonggong lebih sering. Sebaliknya, Basenji terkenal sebagai ras yang jarang menggonggong — mereka lebih suka mengeluarkan suara seperti yodel. Faktor lingkungan juga mempengaruhi: anjing yang tinggal di daerah ramai dengan lalu lintas manusia dan hewan lain akan lebih mudah terangsang untuk menggonggong. Kurangnya stimulasi mental, seperti mainan atau interaksi sosial, bisa menyebabkan gonggongan kompulsif.

Kapan Gonggongan Menjadi Masalah?

Gonggongan berlebihan bisa menjadi tanda stres atau gangguan psikologis. Anjing yang mengalami kecemasan akan menggonggong tanpa henti ketika ditinggalkan. Masalah ini bisa diatasi dengan latihan desensitisasi dan memperkaya lingkungan — seperti menyediakan teka-teki makanan (food puzzle) atau memastikan anjing mendapat olahraga yang cukup. Dokter hewan dan ahli perilaku menekankan bahwa hukuman keras tidak pernah membantu; sebaliknya, penguatan positif pada saat-saat tenang lebih efektif.

Menghargai Bahasa Anjing

Pada akhirnya, gonggongan adalah perilaku alami yang tidak harus dihilangkan sepenuhnya. Ia adalah bahasa yang dapat kita pelajari untuk memahami kebutuhan dan perasaan anjing. Kali berikutnya Rocky menggonggong pada posmen, mungkin kita dapat melihatnya bukan sebagai gangguan, tetapi sebagai tanda kecil dari dunia naluri yang telah hidup bersama kita selama ribuan tahun.

Maka, ketika anjing menggonggong, telinga kita seharusnya mendengar kerinduan perhatian, peringatan, atau sekadar ucapan "selamat datang" — semuanya tergantung pada konteks dan nada. Dan dengan sedikit pengetahuan ilmu, kita bisa menjadi teman yang lebih baik bagi mereka.

Tersedia dalam: