Sebelum era web dan aplikasi mobile, mesin besar membutuhkan instruksi yang ditulis dengan susah payah. Bahasa pemrograman pertama di dunia lahir dari pikiran seorang insinyur Jerman yang kurang dikenal: Konrad Zuse. Ketika Perang Dunia Kedua melanda Eropa, Zuse merancang Plankalkül (berarti "kalkulus rencana")—sebuah bahasa yang tidak pernah dijalankan pada zamannya, tetapi menjadi pelopor bagi segala sesuatu yang kita gunakan hari ini.
Plankalkül diperkenalkan dalam disertasi doktoral Zuse pada tahun 1945, namun tidak diterbitkan sepenuhnya hingga tahun 1972. Bahasa ini dirancang untuk komputer mekanik Z3 (1938) dan Z4 (1945), tetapi Zuse sudah melihat potensi bahasa tingkat tinggi yang dapat mengelola berbagai jenis data—dari angka hingga catatan. Plankalkül memiliki fitur seperti array, loop, dan subrutin, yang kini dianggap sebagai dasar dalam pemrograman.
Kelahiran Plankalkül
Zuse mulai mengembangkan ide bahasa pemrograman pada tahun 1943, ketika ia menyadari bahwa menulis kode mesin secara langsung rumit dan rentan kesalahan. Plankalkül menggunakan notasi matriks dan simbol khusus, dengan setiap perintah ditentukan oleh posisi simbol dalam grid. Ini adalah konsep yang sangat canggih untuk zamannya, namun realitas perang menghalangi perkembangan lebih lanjut. Setelah perang, Plankalkül hampir dilupakan ketika FORTRAN (1957) dan ALGOL (1958) muncul sebagai bahasa pemrograman utama.
Meskipun Plankalkül tidak pernah digunakan secara luas, kontribusinya tidak bisa ditolak. Ia adalah bahasa pertama yang menggunakan struktur kontrol seperti pernyataan bersyarat dan pengulangan, serta konsep "tipe data" yang ketat. Zuse juga memasukkan ide "pemroses multi" yang memungkinkan operasi dilakukan pada seluruh array. Plankalkül lebih awal daripada FORTRAN hampir satu dekade, tetapi karena ketiadaan komputer yang sesuai, hanya tersisa di atas kertas.
Warisan Bahasa Pemrograman Pertama
Plankalkül bukan sekadar catatan sejarah. Pada tahun 1975, ilmuwan komputer Jerman, Wolfgang Händler, menjalankan sebagian dari Plankalkül pada komputer modern untuk membuktikan fungsionalitasnya. Studi ini menunjukkan bahwa bahasa tersebut dapat menjalankan program kompleks, termasuk algoritma pohon (tree algorithms). Pada tahun 2000, sebuah kelompok dari Universitas Berlin mengembangkan compiler separuh untuk Plankalkül, memungkinkannya berfungsi pada sistem kontemporer.
Namun, pertanyaan siapa yang pantas disebut sebagai bahasa pemrograman pertama masih diperdebatkan. Ada yang berargumen bahwa FORTRAN oleh IBM (1957) adalah bahasa tingkat tinggi pertama yang benar-benar dijalankan dan digunakan secara komersial. Sementara itu, Short Code (1949) dan A-0 (1951) juga pernah disebut. Namun, menurut definisi ketat—bahasa yang dirancang untuk pemrograman algoritma dan bukan hanya kode mesin—Plankalkül unggul semua.
Zuse sendiri tidak pernah mendapatkan pengakuan yang layak selama hidupnya. Ia meninggal pada tahun 1995, tetapi karyanya kini dihormati dalam komunitas sejarah komputasi. Museum Deutsches di Munich memamerkan dokumen asli Plankalkül, sementara patung Zuse berdiri di Berlin sebagai pengingat kepada pionir yang membuka jalan bagi industri perangkat lunak bernilai miliar dolar.
Kisah Plankalkül mengingatkan kita bahwa inovasi sering lahir pada saat yang tidak terduga. Tanpa Plankalkül, mungkin perkembangan bahasa seperti C, Python, atau Java akan memakan waktu lebih lama. Bahasa pemrograman pertama adalah bukti bahwa ide bisa mengubah dunia, meskipun tidak pernah disentuh oleh satu baris kode pun pada zamannya.
---
*Rujukan: [Bahasa pemrograman — Wikipedia](https://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_pengaturcaraan)*
