Sultan Mengunjungi Reruai BYD: Isyarat Dukungan Diraja terhadap Mobilitas Berkelanjutan
BANDAR SERI BEGAWAN — Sultan Brunei berkenan mengunjungi reruai BYD pada Pameran Hari Raya Aidilfitri 2026 yang diselenggarakan Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah (YSHHB) di Pusat Konvensi Internasional pada Sabtu lalu. Kehadiran Baginda menjadi pusat perhatian pameran tahunan itu, yang menampilkan berbagai lembaga pemerintah, institusi pendidikan, sektor teknologi, dan komunitas lokal.
Di reruai tersebut, Direktur Eksekutif Maju Motors, Chan Key Hong, menyambut Baginda dan memberikan penjelasan singkat tentang peran perusahaan sebagai agen kendaraan listrik (NEV) terkemuka di Brunei. Sejak memasarkan mobil listrik secara formal, penjualan BYD mencatat pertumbuhan signifikan—sebagian besar dari peningkatan pasar mobil listrik di negara ini. Sebagai bentuk penghormatan, Baginda berkenan menerima hadiah berupa model miniatur kendaraan BYD, simbol keakraban antara merek global dan institusi kerajaan.
Pameran Hari Raya Bukan Sekadar Perayaan — Tapi Pentas Teknologi Hijau
Pameran Hari Raya YSHHB telah berkembang jauh melebihi fungsi budaya semata-mata. Kini, pameran ini menjadi ruang interaktif untuk memperkenalkan inovasi hijau kepada masyarakat. Partisipasi BYD menunjukkan bagaimana tradisi dan teknologi dapat bersatu: pengunjung tidak hanya menikmati suasana perayaan, tetapi juga memiliki kesempatan melihat langsung model EV terbaru seperti BYD Atto 3 dan Seal—kendaraan yang dirancang khusus untuk iklim tropis dan kebutuhan pengguna Brunei.
Kehadiran Sultan memberikan dampak yang luas: ia memperkuat keyakinan publik terhadap mobil listrik, mendorong minat beli, dan mempercepat adopsi mobilitas rendah karbon. Maju Motors juga meningkatkan upaya dalam membangun jaringan pengisian umum serta layanan purna jual, termasuk bengkel khusus dan pelatihan teknis bagi mekanik lokal.
BYD di Brunei: Dari Pasar Niche ke Pemain Utama
Sebagai salah satu produsen mobil listrik terbesar dunia, BYD (Build Your Dreams) telah menjadikan Brunei sebagai salah satu pasar utama di kawasan ASEAN. Melalui Maju Motors, perusahaan ini memperkenalkan model-model yang disesuaikan dengan infrastruktur jalan raya, cuaca, dan pola penggunaan lokal. Data industri menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di Brunei meningkat lebih dari 40% pada tahun lalu—dengan BYD menyumbang lebih dari separuh angka tersebut.
Pemerintah Brunei mendukung transisi ini melalui insentif seperti pengurangan pajak impor dan pembebasan pajak penjualan bagi kendaraan listrik. Namun, tantangan masih ada: jumlah stasiun pengisian umum masih terbatas, sementara pemahaman masyarakat tentang biaya operasional jangka panjang dan masa pakai baterai masih berkembang. Acara seperti pameran YSHHB menjadi saluran penting untuk pendidikan praktis—bukan hanya memamerkan kendaraan, tetapi juga menjelaskan manfaat nyata mobil listrik: pengurangan biaya bahan bakar, perawatan yang lebih rendah, dan dampak karbon yang jauh lebih kecil.
Masa Depan Mobil Listrik di Brunei: Kolaborasi, Infrastruktur, dan Komitmen
Brunei Darussalam berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 20% hingga 2030. Sektor transportasi menyumbang hampir 15% dari total emisi—membuat transisi ke mobil listrik menjadi langkah strategis yang tak terhindarkan. BYD dan Maju Motors saat ini bekerja sama dengan Departemen Lingkungan dan Kementerian Energi untuk memperluas jaringan pengisian umum, termasuk di kawasan perumahan, pusat perbelanjaan, dan lokasi pemerintah.
Pameran Hari Raya YSHHB kali ini juga mencerminkan evolusi peran yayasan: dari penyelenggara acara budaya menjadi fasilitator pembangunan berkelanjutan. Kehadiran Sultan bukan hanya protokol—ia adalah pengukuhan politik terhadap agenda hijau negara. Momentum ini tidak berdiri sendiri; dibangun atas dasar investasi berkelanjutan, koordinasi kebijakan, dan dialog aktif antara sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Akhirnya, kunjungan Baginda ke reruai BYD bukan sekadar foto kenangan. Ia adalah isyarat kuat: teknologi hijau bukan lagi pilihan sampingan—ia merupakan bagian integral dari masa depan mobilitas Brunei.
