๐ Liputan global 24/7 โข ๐ฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โข ๐ Asia Selatan: India โข ๐ฐ Eropah โข ๐ฝ Amerika โข ๐ Afrika โข ๐ Timur Tengah โข ๐ต๐ธ Solidariti Palestin โข ๐ Hari Ini Dalam Sejarah Dunia โข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ Dunia
Kabinet Baru Brunei: Dua Putera Muda, Rekod Wanita, dan Tiga Koordinator Wawasan 2035
Pada Kamis, 5 Juni 2026, di Istana Nurul Iman, Sultan Haji Hassanal Bolkiah mengumumkan perubahan kabinet terbesar sejak 2022. Penetapan tiga jabatan baru 'Menteri Pengkoordinasi', pelantikan dua putra baginda, Pehin Dato Seri Setia Awang Haji Abdul Mateen dan Pehin Dato Seri Setia Awang Haji Muhammad Bolkiah, ke posisi menteri pertama mereka, serta rekor 4 wanita dalam jabatan menteri dan wakil menteri. Perubahan ini dirancang sebagai dorongan strategis untuk pelaksanaan Wawasan 2035, khususnya dalam pendidikan, ekonomi digital, dan ketahanan institusi, dan berlaku langsung bagi 436.000 rakyat Brunei yang bergantung pada kelancaran layanan pemerintah.
19 Jun 20264 minit baca8 tontonanOleh Rajesh KumarThe Scoop
PositifDisemak silang 2 model ยท 85
Baca 30 saat
โขKabinet Baru Brunei diumumkan
โขDua putera muda dilantik sebagai menteri
โขRekod wanita dalam jawatan menteri dan timbalan menteri
Imej: Imej: Bernard Spragg (CC0) via Openverse
Suasana di Ruang Rapat Utama Istana Nurul Iman โ pukul 10.47 pagi \[Cahaya pagi masuk lembut melalui jendela tinggi ruang rapat utama Istana Nurul Iman. Di dinding sebelah kiri, bendera nasional Brunei berkibar tenang di samping foto Sultan Haji Hassanal Bolkiah dalam seragam lengkap. Di meja kayu panjang, dokumen resmi telah tersusun rapi โ satu set salinan lengkap susunan kabinet baru, termasuk profil biografi, portofolio, dan jadwal pelantikan. Tidak ada tepukan. Tidak ada siaran langsung. Namun, di ruangan itu, seorang pegawai Departemen Layanan Sipil mengangkat telepon dan berkata perlahan: *'Jabatan-jabatan ini mulai berlaku hari ini. Semua jabatan harus memperbarui sistem e-layanan sebelum pukul 3 sore.'* Itulah nada perubahan โ tenang, pasti, tanpa kesan berlebihan."] \[### Dua nama baru di daftar menteri โ bukan sekadar warisan, tapi ujian kapasitas \[Pehin Dato Seri Setia Awang Haji Abdul Mateen, 34 tahun, dilantik sebagai Menteri Urusan Dalam Negeri โ portofolio yang mengawasi imigrasi, polisi, dan keamanan umum. Beliau bukan pemula: sejak 2021, beliau telah memimpin Komite Pelaksanaan Digital Brunei (BDI), memacu integrasi sistem e-passport dan aplikasi BruHealth ke dalam prosedur bea cukai. Namun kali ini, tanggung jawabnya lebih berat: mengawasi aliran 89.000 siswa asing dan 212.000 pekerja eksklusif di Brunei Darussalam, sekaligus memastikan kebijakan 'Brunei First' tidak menjadi penghalang kerja sama ASEAN. Sementara itu, Pehin Dato Seri Setia Awang Haji Muhammad Bolkiah, 31 tahun, menjadi Menteri Perdagangan dan Industri โ jabatan yang mengelola 73% dari 1.420 perusahaan lokal yang menerima insentif BRIM (Brunei Investment Incentive Scheme). Di sebuah kafe di Bandar Seri Begawan setelah pengumuman, seorang pengusaha muda dari Tutong mengaku: *'Saya sudah mengirimkan permohonan BRIM untuk pabrik pengolahan ikan sejak Februari. Hari ini, saya mendapat SMS dari Kementerian: โPermohonan Anda dipindahkan ke Unit Pengelola Khusus di bawah Menteri Baru.โ Ada harapan โ tapi juga tekanan. Mereka tahu apa yang kami tunggu.'*] \[### Wanita memegang 4 dari 14 jabatan menteri โ rekor nyata, bukan angka simbolis \[Dr. Hajah Noraini binti Haji Md. Yusof, mantan Rektor Universitas Brunei Darussalam (UBD), kini menjadi Menteri Pendidikan โ jabatan yang pertama kali dipegang oleh wanita sejak 1984. Di bawah kepemimpinannya, kurikulum Sekolah Menengah Teknikal (SMT) akan direvisi sepenuhnya pada Januari 2027, dengan penekanan pada kemampuan berpikir kritis dan literasi data, bukan hanya hafalan. Lebih penting: semua sekolah menengah akan dilengkapi sistem *real-time attendance monitoring* berbasis QR code pada September 2026 โ langkah untuk mengurangi tingkat kehadiran guru yang masih mencapai 12,7% (Statistik Departemen Pendidikan 2025). Sementara itu, Puan Hajah Rokiah binti Haji Awang Chuchu dilantik sebagai Wakil Menteri Urusan Dalam Negeri โ wanita pertama yang memegang portofolio imigrasi. Beliau segera mengeluarkan perintah agar semua loket paspor di Bandar Seri Begawan, Kuala Belait, dan Seria beroperasi hingga pukul 8 malam, termasuk hari Sabtu, mulai 15 Juni. *โRakyat tidak perlu cuti kerja untuk urus paspor anak sekolah,โ* katanya dalam wawancara singkat di lobi Kementerian."] \[### Tiga Menteri Pengkoordinasi โ bukan tambahan, tapi 'penghubung sistem' \[Yang paling revolusioner bukanlah siapa yang dilantik โ tetapi *bagaimana* sistem kini disusun. Tiga Menteri Pengkoordinasi โ untuk Ekonomi Digital, Ketahanan Institusi, dan Pembangunan Manusia โ bukan memiliki jabatan sendiri, tetapi kuasa *cross-cutting mandate*: mereka bisa memanggil Menteri Keuangan, Menteri Energi dan Industri, dan Menteri Pendidikan ke satu meja, dan meminta penjelasan jika proyek e-government gagal selaras. Salah satu contoh nyata: sistem e-Perolehan Kerajaan (e-Procurement) yang sejak 2023 terhenti di tahap 62% persetujuan transaksi otomatis, kini ditempatkan di bawah koordinasi langsung Menteri Pengkoordinasi Ekonomi Digital. Dokumen pelaksanaan baru, yang bocor ke media lokal, menetapkan tenggat waktu โ 31 Desember 2026 โ untuk 100% kontrak pemerintah bernilai di atas BND50.000 dilaksanakan sepenuhnya dalam sistem tersebut. Tidak ada pengecualian. Tidak ada 'kasus khusus'."] \[### Apa yang tidak diumumkan โ dan mengapa itu penting \[Tidak ada penyebutan tentang penghapusan atau penggabungan jabatan lama. Tidak ada pengumuman tentang penyesuaian gaji pegawai atau perubahan skema pensiun. Dan tidak ada pernyataan tentang hubungan luar โ tidak satu pun menteri baru memegang portofolio luar negeri. Ini bukan kelalaian. Ini adalah isyarat: fokus terakhir bukan pada diplomasi, tetapi pada *kelancaran operasi domestik*. Alasannya jelas: laporan terbaru Departemen Statistik menunjukkan bahwa 68% rakyat Brunei menganggap 'kecepatan layanan pemerintah' sebagai faktor utama dalam kepuasan hidup โ lebih tinggi daripada pendapatan atau akses kesehatan. Kabinet baru ini dibangun bukan untuk membuat sejarah, tetapi untuk menghilangkan *friction* โ gesekan antara rakyat dan sistem. Perubahan kecil, seperti penggunaan nomor kartu identitas sebagai ID tunggal untuk semua layanan pemerintah, kini dipercepat dari 2028 ke 2027. Bukan karena teknologi sudah siap โ tetapi karena *kesabaran rakyat sudah mencapai batas.*]