TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข ๐Ÿ“– Hari Ini Dalam Sejarah Dunia โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐Ÿ’ฐ Ekonomi

Kapasitas Penggilingan Beras Negara Dikgandakan: Wasan Milling Company Diluncurkan Secara Resmi

Fasilitas Wasan Milling Company yang ditingkatkan telah diresmikan oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam. Proyek ini meningkatkan kapasitas penggilingan beras negara dari 5.000 menjadi lebih dari 10.000 metrik ton per tahun โ€” langkah kritis dalam upaya mencapai target swasembada beras sebesar 20 persen menjelang 2027 dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

21 Jun 20264 minit baca40 tontonanOleh Rajesh KumarBizBrunei
PositifDisemak silang 2 model ยท 72
Baca 30 saat
  • โ€ขKapasiti pengilangan beras negara digandakan kepada lebih 10,000 metrik tan setahun.
  • โ€ขWasan Milling Company dilancarkan secara rasmi oleh Baginda Sultan.
  • โ€ขProjek ini meningkatkan sasaran sara diri beras sebanyak 20 peratus menjelang 2027.
Kapasitas Penggilingan Beras Negara Dikgandakan: Wasan Milling Company Diluncurkan Secara Resmi

Wasan, Brunei-Muara

Di bawah sinaran pagi di kawasan Wasan, sebuah fasilitas pengolahan padi yang ditingkatkan kini beroperasi penuh. Wasan Milling Company, yang siap sepenuhnya pada akhir 2025, telah secara resmi diluncurkan oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam. Kapasitasnya kini melebihi 10.000 metrik ton beras bersih per tahun โ€” dua kali lipat dari 5.000 metrik ton sebelum peningkatan. Ini bukan hanya penyesuaian teknis; ini adalah lompatan strategis dalam rantai pasokan pangan nasional, mendukung komitmen pemerintah untuk mencapai target swasembada beras sebesar 20 persen menjelang 2027.

Peluncuran Fasilitas Baru: Titik Baru Keselamatan Pangan

Acara peluncuran pada November 2025 dihadiri oleh pejabat negara dan perwakilan industri pertanian. Baginda Sultan menekan tombol peluncuran operasi pabrik, yang dilengkapi mesin penggiling modern dari Jepang. Sistem ini meningkatkan presisi pemisahan kulit, mengurangi pecahan biji padi, dan memastikan kualitas beras lokal konsisten โ€” faktor penting dalam bersaing dengan beras impor. Menurut laporan BizBrunei, pabrik ini menerima beras mentah dari daerah utama seperti Wasan, Kampong Batang, dan Kampong Lumapas. Dengan proses yang lebih cepat, petani kini dapat mengirim hasil panen dalam waktu 24-48 jam setelah dipanen, mengurangi kerugian pasca panen yang sebelumnya bisa mencapai 15 persen.

Saat ini, produksi beras lokal hanya memenuhi sekitar 4 persen kebutuhan domestik. Sisanya diimpor terutama dari Thailand dan Vietnam. Target 20 persen swasembada menjelang 2027 tetap ambisius, tetapi peningkatan kapasitas penggilingan memberi ruang operasi yang lebih realistis bagi petani dan lembaga pendukung. Sebagai satu-satunya pabrik penggilingan beras besar milik pemerintah di Brunei, Wasan Milling Company menjadi jantung utama dalam mempercepat peredaran beras lokal ke pasar ritel dan institusi.

Tantangan di Ladang: Apa yang Datang Setelah Pabrik?

Peningkatan kapasitas penggilingan tidak secara otomatis menjamin peningkatan pasokan beras mentah. Produksi masih dibatasi oleh luas lahan tanam โ€” hanya sekitar 1.200 hektar di seluruh Brunei digunakan untuk tanaman padi โ€” serta ketergantungan pada cuaca musiman dan metode pertanian tradisional. Data terbaru Departemen Pertanian menunjukkan hasil rata-rata padi di Brunei berkisar antara 4 hingga 5 ton per hektar, jauh di bawah rata-rata Vietnam (6โ€“7 ton/hektar) atau Thailand (5โ€“6 ton/hektar).

Untuk menjaga aliran bahan baku ke pabrik, pemerintah sedang melaksanakan inisiatif seperti distribusi benih berkualitas tinggi, pelatihan pengelolaan air efektif, dan uji coba varietas padi tahan banjir dan masa panen pendek. Lembaga Kemajuan Pertanian dan Perikanan (LKPP) juga memperluas program mekanisasi mini โ€” seperti alat tanam dan pembersih padi kecil โ€” khusus untuk petani kecil. Tanpa peningkatan produktivitas di ladang, pabrik berkapasitas tinggi berisiko beroperasi di bawah kapasitas penuh.

Dampak Langsung kepada Petani, Konsumen, dan Ekonomi

Pabrik baru ini membawa manfaat langsung kepada dua kelompok utama: petani dan konsumen. Petani kini memiliki saluran pengolahan yang lebih dekat dan stabil, mengurangi ketergantungan pada pembeli perantara dan fluktuasi harga harian. Harga beli beras mentah oleh pabrik ditetapkan secara berkala berdasarkan kualitas dan biaya operasi โ€” pendekatan yang lebih adil dibandingkan sistem tawar-menawar tidak formal sebelumnya.

Bagi konsumen, ketersediaan beras lokal di toko-toko ritel dan pasar mingguan meningkat, dengan label 'Diproses di Brunei' yang semakin umum dilihat. Beras lokal biasanya dijual dalam waktu tiga hingga lima hari setelah pengolahan โ€” jauh lebih segar dibandingkan beras impor yang bisa memakan waktu beberapa bulan dalam penyimpanan dan pengangkutan. Peningkatan pasokan juga berpotensi menstabilkan harga, terutama saat gangguan pasokan global.

Di sisi lapangan kerja, pabrik ini telah menambah 12 posisi tetap โ€” termasuk operator mesin, teknisi perawatan, dan pegawai logistik โ€” serta menyediakan peluang kontrak sementara selama musim panen. Ini berkontribusi pada tujuan pemerintah mengurangi pengangguran di luar kota dan memperkuat ekonomi non-minyak.

Ke Depan: Bukan Sekadar Pabrik, Tapi Jaringan Nilai yang Terhubung

Keberhasilan Wasan Milling Company tidak dinilai hanya dari tonase beras yang diolah, tetapi dari sejauh mana ia mendorong transformasi keseluruhan sektor padi. Ia menjadi model untuk investasi dalam pengolahan makanan bernilai tambah โ€” seperti beras berprotein tinggi, tepung beras organik, atau produk sampingan seperti sekam untuk pupuk kompos. Pakar ekonomi menyarankan agar investasi selanjutnya disertai kampanye kesadaran publik yang sistematis, termasuk kerjasama dengan sekolah dan rumah sakit untuk memasukkan beras lokal dalam menu harian. Permintaan yang kuat dari dalam negeri akan menjadi dorongan paling efektif bagi petani untuk meningkatkan produksi โ€” dan bagi pabrik, untuk beroperasi pada tingkat maksimum secara berkelanjutan.

Sumber: BizBrunei (https://www.bizbrunei.com/2025/11/wasan-milling-company-more-than-doubles-national-milling-capacity/)