TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

Matheus Cunha Menyelamatkan Brasil, Mengalahkan AS di Atlanta

Brasil menang 2-1 atas Amerika Serikat di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juni 2026 — Matheus Cunha mencetak dua gol dalam 15 menit untuk membalas kekalahan awal kepada Portugal. Kemenangan ini meningkatkan Brasil ke posisi kedua Grup A, sementara AS tergelincir ke posisi ketiga dengan perbedaan gol negatif.

20 Jun 20263 minit baca6 tontonanOleh Redaksi MeridianFIFA World Cup 2026
PositifDisemak silang 2 model · 62
Baca 30 saat
  • Matheus Cunha menjaringkan dua gol untuk membawa Brazil menang 2-1 ke atas Amerika Syarikat dalam Piala Dunia 2026.
  • Kemenangan ini meletakkan Brazil di tangga kedua Kumpulan A.
  • Brazil menggunakan formasi 4-3-3 yang lebih berkesan untuk mengawal perlawanan.
Matheus Cunha Menyelamatkan Brasil, Mengalahkan AS di Atlanta

Imej: Imej: Arne Müseler (BY-SA) via Openverse

Matheus Cunha Membuka Jalan, Brasil Bangkit dari Kekalahan Awal

Brasil menang 2-1 atas Amerika Serikat di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juni 2026 — pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2026. Setelah kalah mengejutkan dari Portugal di laga pembuka, tim Samba membutuhkan kemenangan mutlak. Matheus Cunha memberi jawaban: dua gol dalam 15 menit — satu tendangan dari kotak penalti pada menit ke-58, satu sundulan tajam dari umpan sudut Raphinha pada menit ke-70.

AS berusaha bangkit melalui Christian Pulisic pada menit ke-83. Tapi Brasil bertahan — Marquinhos menghalangi dua percobaan terakhir, dan Alisson menepis tendangan Weston McKennie yang mengenai tiang gawang pada masa tambahan.

"Kami bermain dengan hati. Ini untuk rakyat Brasil yang tak pernah berhenti percaya," kata Cunha setelah pertandingan.

Dorival Ubah Gaya, AS Terkandas di Tengah

Pelatih Brasil, Dorival Júnior, beralih ke formasi 4-3-3 — Bruno Guimarães ditarik sebagai pengatur serangan, Casemiro ditempatkan sebagai gelandang bertahan. Kontrol tengah menjadi lebih ketat. Vinícius Júnior dan Raphinha diberi ruang luas di sayap. Hasilnya: 58% penguasaan bola, 15 percobaan ke gawang, dan dua gol dari tiga peluang jelas.

AS menggunakan 4-4-2 di bawah Gregg Berhalter. Namun mereka gagal menembus lini tengah Brasil. Pulisic dan McKennie sering dipaksa bermain di luar zona bahaya. Statistik menunjukkan hanya 8 percobaan ke gawang — dua di antaranya datang dalam 10 menit akhir.

"Brasil hebat, tapi kami tidak menyerah," kata Pulisic. "Kami kalah satu gol. Bukan satu mentalitas."

Kedudukan Grup A Masih Bergantung pada Satu Pertandingan

Brasil kini berada di posisi kedua Grup A dengan tiga poin — sama dengan Portugal dan AS. Tapi Portugal mendahului berdasarkan perbedaan gol (+2). AS turun ke posisi ketiga dengan tiga poin juga, tetapi perbedaan gol -1. Maroko dan Arab Saudi berada di posisi keempat dan kelima — masing-masing dengan satu poin.

Pertandingan terakhir grup akan menentukan siapa yang lolos:

  • Brasil vs Maroko (21 Juni, NRG Stadium, Houston)
  • AS vs Arab Saudi (22 Juni, SoFi Stadium, Inglewood)
  • Portugal vs Arab Saudi
  • Maroko vs Brasil

Dorival Júnior menegaskan: "Kami belum layak. Maroko bukan tim yang bisa diremehkan."

Neymar Hadir Tanpa Main, Cunha Jadi Bintang

Neymar, masih dalam proses pemulihan cedera, hadir di tribun. Ia berdiri memberi tepuk tangan panjang setelah gol kedua Cunha. "Dia membuktikan dia siap. Kami semua percaya," kata kapten Brasil itu.

Gregg Berhalter mengakui kecewa, tetapi tidak putus asa: "Kami melawan juara dunia empat kali. Kalau kalah satu gol, itu bukan kegagalan — itu tantangan."

Cunha, pemain terbaik pertandingan, kini memimpin daftar pencetak gol sementara dengan tiga gol. "Ini baru permulaan," katanya singkat — sebelum berlari ke arah suporter Brasil yang bersorak menyebut namanya dari tribun utara.

Tekanan Meningkat untuk Tuanku Rumah

Sebagai tuan rumah, AS kini berada di bawah tekanan besar. Kekalahan ini bukan sekadar kekalahan — ia mengurangi ruang kesalahan. Jika kalah lagi dari Arab Saudi, mereka tersingkir meskipun menjadi tuan rumah pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal masuk babak 16 besar.

Brasil harus menang melawan Maroko — tim yang baru saja menahan Portugal 1-1. Dalam lima pertemuan sebelumnya, Brasil menang tiga kali dan seri sekali. Tapi statistik lama tidak lagi relevan. Maroko bermain dengan keyakinan baru, didukung oleh skuad muda dan strategi bertahan yang rapat.

Penggemar Brasil bisa lega — tapi tidak boleh lengah. Momentum harus dipertahankan. Dan Cunha, malam itu, telah menyalakan api pertama.