Menurut catatan sejarah, Goliath yang tingginya lebih dari 6 hasta (kira-kira 3 meter) muncul dengan perisai berat dan senjata lengkap. Namun, Nabi Daud yang hanya bersenjatakan lastik dan lima batu licin dari sungai, dengan tenang melangkah ke medan perang. Dengan penuh keyakinan, ia berkata: "Engkau datang kepadaku dengan pedang, lembing, dan tombak, tetapi aku datang kepadamu dengan nama Tuhan Semesta Alam."
Detik penentu – Dalam satu gerakan cepat, Nabi Daud mengambil sebuah batu, meletakkannya pada lastik, dan melepaskannya tepat ke dahi Goliath. Batu itu menembus tengkorak raksasa tersebut, menyebabkan Goliath jatuh tersungkur. Tanpa ragu, Nabi Daud mengambil pedang Goliath sendiri dan memenggal kepalanya.
Ketua tentera Filistin yang menyaksikan kejadian itu panik dan lari, sedangkan tentera Bani Israel mengejar mereka hingga ke pintu gerbang kota Gat dan Ekron. Kemenangan ini menjadi titik awal kebangkitan Nabi Daud sebagai pemimpin Bani Israel.
Reaksi saksi – Seorang tentera Israel yang tidak ingin disebutkan namanya berkata, "Kami tidak percaya apa yang kami lihat. Seorang anak gembala mengalahkan raksasa perkasa! Ini benar-benar mukjizat."
Peristiwa ini terus diingat oleh penganut agama samawi sebagai simbol keberanian, keimanan, dan bantuan Tuhan kepada hamba-Nya yang tulus. Nabi Daud kemudian diangkat menjadi raja dan nabi, memerintah dengan adil dan bijaksana.
