Menurut Chief Executive Officer Proton, Datuk Seri Syed Faisal Albar, keberhasilan ini didorong oleh peluncuran model baru dan strategi pengembangan pasar yang agresif. "Kami berhasil menembus pasar baru di Afrika dan Amerika Selatan, selain permintaan yang menggembirakan untuk model X50 dan Saga di pasar domestik. Ini adalah hasil kerja sama erat dengan mitra kami," katanya dalam konferensi pers di Shah Alam hari ini.
Model Utama Pilihan
Beberapa model yang menjadi kontributor utama terhadap rekor penjualan ini adalah:
- Proton X50 – menjual 45.000 unit (37,5% dari total penjualan)
- Proton Saga – 35.000 unit (29,2%)
- Proton Persona – 20.000 unit (16,7%)
- Model Ekspor – 20.000 unit (16,7%)
Peningkatan penjualan ekspor mencatat lonjakan 50% dengan pasar terbesar di Pakistan, Bangladesh, dan Mesir. Proton juga berhasil menandatangani perjanjian distribusi baru dengan perusahaan di Nigeria dan Chili, yang diharapkan meningkatkan penjualan pada paruh kedua tahun ini.
*"Kami optimis tren ini akan terus berlanjut. Dengan dukungan pemerintah dan permintaan global yang semakin meningkat, Proton berada di jalur yang tepat untuk mencapai target 250.000 unit setahun menjelang 2027,"* ujar Datuk Seri Syed Faisal.
Dampak terhadap Industri Otomotif Negara
Capaian Proton ini juga memberikan dampak positif terhadap industri otomotif Malaysia. Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri, Tengku Datuk Seri Zafrul Aziz, dalam pernyataannya memuji prestasi Proton sebagai bukti kemampuan produsen lokal bersaing di tingkat global. Ia berkata, "Keberhasilan ini menunjukkan bahwa merek Malaysia mampu memikat hati pengguna internasional. Ini juga membuka lebih banyak peluang kerja dan pengembangan teknologi di dalam negeri."
Dengan rekor penjualan yang luar biasa hingga Juni 2026, Proton kini menjadi perhatian investor asing. Saham Proton di Bursa Malaysia melonjak 12% dalam dua hari setelah pengumuman tersebut, mencerminkan keyakinan pasar terhadap arah perusahaan.
