TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

Spanyol Terkejut, Hadapi Kejutan: Ulangan Bukan Pilihan

Juara Eropa Spanyol harus puas dengan hasil imbang 0–0 melawan Cape Verde dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Chattanooga — kejutan besar yang mengganggu momentum tim. Pelatih Luis de la Fuente memberi hari libur satu hari untuk pemulihan mental, tetapi insiden lucu terjadi ketika Borja Iglesias tidak dikenali oleh petugas keamanan hotel. Kini, Spanyol harus menang melawan Arab Saudi pada 25 Juni di Atlanta untuk menjaga harapan lolos ke babak gugur.

21 Jun 20263 minit baca5 tontonanOleh Redaksi MeridianFIFA World Cup 2026
BeratDisemak silang 2 model · 68
Baca 30 saat
  • Sepanyol seri 0-0 dengan Cape Verde dalam perlawanan pembuka Piala Dunia 2026
  • Ketua jurulatih memberi cuti sehari untuk pemulihan mental
  • Sepanyol mesti menang lawan Arab Saudi untuk ke pusingan kalah mati
Spanyol Terkejut, Hadapi Kejutan: Ulangan Bukan Pilihan

Imej: Imej: Arne Müseler (BY-SA) via Openverse

Hasil Pertandingan Pembuka: Spanyol Kesulitan Menghadapi Cape Verde

Pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Finley, Chattanooga, Tennessee pada 20 Juni 2026 berakhir dengan skor 0–0 antara juara Eropa Spanyol dan Cape Verde — tim peringkat ke-64 dunia. Hasil ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Spanyol menguasai bola sebanyak 62% dan melepaskan 14 percobaan, tetapi hanya empat kali menyentuh gawang Vozinha sepanjang 90 menit. Pertahanan Cape Verde tampil disiplin dan teratur, sementara kreativitas Rodri dan Pedri di tengah lapangan sering dipadamkan oleh tekanan beruntun.

Lamine Yamal dan Álvaro Morata gagal memanfaatkan peluang terbaik masing-masing. Gaya tiki-taka yang menjadi ciri khas Spanyol setelah keberhasilan Euro 2024 terlihat kaku dan kurang tajam. Hasil ini menempatkan Spanyol di posisi kedua sementara dalam grup — di belakang Arab Saudi yang menang 2–1 atas Meksiko dalam pertandingan bersama.

Reaksi Tim: Hari Libur dan Insiden Keamanan yang Lucu

Setelah kecewa, Luis de la Fuente memutuskan memberi hari libur penuh kepada seluruh skuad pada 21 Juni. Tujuannya jelas: memutus tekanan psikologis dan memungkinkan pemain meregangkan pikiran. Lamine Yamal pergi ke Nashville, Dani Olmo berbelanja di Hamilton Place Mall, dan Rodri berjalan-jalan di tebing Sungai Tennessee bersama pasangannya.

Namun, terjadi insiden ringan ketika Borja Iglesias kembali ke hotel tim sebelum pukul 21.00. Mengenakan pakaian kasual tanpa seragam tim, dia tidak dikenali oleh petugas keamanan di pintu masuk — hingga rekan satu tim harus turun untuk memverifikasi identitasnya. "Ini lucu," kata sumber internal tim, menambahkan bahwa momen itu membantu meredakan suasana tegang. Meski remeh, hal ini menjadi pengingat halus: dalam lingkungan tekanan tinggi, identifikasi bukan hanya tentang nama — tapi juga kehadiran, konsistensi, dan kesiapan.

Persiapan Menghadapi Arab Saudi: Tidak Ada Ruang untuk Kesalahan

Fokus kini beralih ke pertandingan kedua melawan Arab Saudi pada 25 Juni di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Arab Saudi, yang baru saja menang 2–1 atas Meksiko, menunjukkan peningkatan taktis di bawah Roberto Mancini. Pemain seperti Salem Al-Dawsari dan Firas Al-Buraikan mampu menguji pertahanan Spanyol yang belum stabil.

Bagi Spanyol, kekalahan atau imbang akan memperburuk posisi mereka secara dramatis. Hanya dua tim teratas setiap grup yang berhak melaju ke babak gugur — dan hasil imbang kedua bisa membuat mereka bergantung pada hasil pertandingan lain. De la Fuente kemungkinan akan memperkuat lini serang dengan memasukkan Dani Olmo lebih awal atau mengubah susunan di sepertiga akhir lapangan. Penyelesaian peluang juga menjadi fokus utama: dari 14 tembakan melawan Cape Verde, hanya empat yang menyentuh target — angka yang tidak cukup untuk tim sekelas La Roja.

Statistik menunjukkan Spanyol masih unggul dalam rekor pertemuan melawan Arab Saudi (tiga kemenangan dalam tiga pertandingan), tetapi Piala Dunia bukan tentang statistik semata-mata. Ini tentang respons — dan kali ini, Spanyol perlu membuktikan bahwa kejutan pertama bukan awal kegagalan, tetapi titik awal untuk perbaikan nyata.