TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🏛️ Politik

Skema Layanan Baru AKPS Mulai 1 Juli, Buka Peluang bagi Penegak Hukum yang Ada

Pemerintah menawarkan skema layanan yang lebih kompetitif mulai 1 Juli untuk menarik petugas penegak hukum yang ada bergabung dengan Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan (AKPS), termasuk kenaikan gaji dan pemeliharaan senioritas. Sebanyak 478 peserta pelatihan angkatan pertama memulai pelatihan intensif di Segamat.

23 Jun 20262 minit baca1 tontonanWeb Editor
Skema Layanan Baru AKPS Mulai 1 Juli, Buka Peluang bagi Penegak Hukum yang Ada

Imej: Foto: astroawani.com (Sumber Asal)

Tawaran Khusus untuk Penegak Hukum

Pemerintah melalui Departemen Pelayanan Publik (JPA) memperkenalkan skema layanan baru yang lebih kompetitif untuk Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan (AKPS) mulai 1 Juli ini. Skema ini menargetkan petugas penegak hukum yang ada dari berbagai badan untuk bergabung dengan AKPS. Direktur Jenderal AKPS, Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, menyatakan bahwa tawaran khusus ini mencakup dua kenaikan tangga gaji tahunan, tambahan RM200, serta pemeliharaan senioritas dan fasilitas tunjangan lembur.

Ia menegaskan bahwa tawaran ini merupakan skema layanan terbaik yang belum pernah ditawarkan dalam skema layanan sebelumnya untuk pemindahan petugas. "Jadi saya melihat tidak ada alasan pendapatan bulanan dijadikan alasan mengapa kualitas layanan tidak baik. Kali ini pemerintah telah menetapkan, jadi saya rasa baiklah dan bagi mereka untuk bergabung dengan AKPS," katanya kepada wartawan setelah sesi ramah tamah dan peninjauan sesi lapor diri bersama peserta pelatihan AKPS Angkatan 1/2026 di Pusat Pelatihan Polisi (PULAPOL) Segamat.

Pelatihan Intensif Kelompok Perintis

Mohd Shuhaily menginformasikan bahwa sebanyak 478 peserta pelatihan angkatan pertama AKPS akan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan bekerja sama dengan Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM). Pelatihan ini mencakup ketahanan fisik dan mental, serta paparan terhadap aspek hukum yang diberlakukan oleh berbagai badan seperti Departemen Imigrasi, Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia, Departemen Konservasi Kehidupan Liar dan Taman Nasional (Perhilitan), serta Departemen Layanan Karantina dan Pemeriksaan Malaysia (MAQIS).

"Tiga bulan itu agak singkat bagi kita untuk menerapkan semua agar mereka benar-benar memahami, namun tujuannya adalah membangun kekuatan fisik dan mental untuk berada di garis depan kelak. Disiplin adalah inti untuk mencegah kebocoran perbatasan, jadi isu ini perlu saya perketat lagi agar segala arahan dapat dihayati dan ditaati sebaik mungkin," tegasnya.

Penempatan di RTS Link

Kelompok perintis AKPS akan ditempatkan sepenuhnya di fasilitas Sistem Transit Cepat (RTS) Link yang menghubungkan Bukit Chagar, Johor Bahru dan Woodlands, Singapura. Mereka akan bertanggung jawab mengoperasikan pintu masuk baru tersebut. Mohd Shuhaily menekankan pentingnya persiapan awal mengingat RTS Link diharapkan mulai beroperasi sepenuhnya pada 1 Januari 2027. Proses pelatihan operasi percobaan di pintu masuk tersebut akan dimulai seawal Oktober tahun ini.

Pencapaian Operasi AKPS

Mengenai kinerja operasi badan tersebut, Mohd Shuhaily mengungkapkan bahwa AKPS mencatat nilai sitaan mencapai hampir RM50 juta hingga Mei tahun ini, dibandingkan dengan RM82 juta yang tercatat pada tahun lalu. Ini menunjukkan komitmen badan tersebut dalam memberantas aktivitas ilegal di perbatasan negara.

---