TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

Ueda Bawa Jepang Kalahkan Tunisia dalam Pertandingan ke-1000 Piala Dunia

Ayase Ueda mencetak dua gol, Daichi Kamada dan Ritsu Ito masing-masing menambah satu lagi saat Jepang menang 4–1 atas Tunisia di Stadium Al Janoub pada 21 Juni 2026 — pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia. Kekalahan ini mengakhiri peluang Tunisia melaju ke babak berikutnya, hanya tiga hari setelah Hervé Renard dilantik sebagai pelatih baru.

21 Jun 20263 minit baca31 tontonanOleh Redaksi MeridianFIFA World Cup 2026
PositifDisemak silang 2 model · 72
Baca 30 saat
  • Jepun menang 4–1 atas Tunisia dalam perlawanan ke-1000 Piala Dunia.
  • Ayase Ueda menjaringkan dua gol, sementara Daichi Kamada dan Ritsu Ito masing-masing satu gol.
  • Tunisia tersingkir dari persaingan selepas kekalahan ini, hanya tiga hari selepas Hervé Renard dilantik sebagai jurulatih baharu.
Ueda Bawa Jepang Kalahkan Tunisia dalam Pertandingan ke-1000 Piala Dunia

Imej: Imej: Arne Müseler (BY-SA) via Openverse

Pertandingan ke-1000: Jepang Menang 4–1, Tunisia Gagal Melaju

Jepang mengalahkan Tunisia 4–1 di Stadium Al Janoub pada 21 Juni 2026 — pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia. Kemenangan ini menempatkan Jepang di puncak Grup F dengan 6 poin dari dua pertandingan, sementara Tunisia tersingkir dari kompetisi setelah gagal meraih poin apa pun.

Ueda Tampil Mengesankan, Kamada dan Ito Cetak Gol

Ayase Ueda menjadi pemain paling berpengaruh dalam pertandingan itu. Gol pertamanya pada menit ke-23 lahir dari sundulan tepat menyambut umpan Ritsu Ito dari sayap kiri. Sebelumnya, umpan cerdasnya membuka ruang bagi Daichi Kamada mencetak gol pembuka pada menit ke-12 — tendangan kaki kiri yang membingungkan penjaga gawang Tunisia. Ueda mencetak gol kedua pada menit ke-55 setelah jeda, menegaskan dominasi Jepang. Ritsu Ito melengkapi skor pada menit ke-78 dalam serangan balik cepat yang dimulai dari Wataru Endo. Secara keseluruhan, Jepang menguasai 61% penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan ke gawang; Tunisia hanya mampu 7 tembakan dan 39% penguasaan.

Renard Datang Terlalu Lambat untuk Tunisia

Kekalahan ini melanjutkan rentetan performa lemah Tunisia, yang baru saja dikalahkan 5–1 oleh Swedia seminggu sebelumnya. Asosiasi Sepak Bola Tunisia kemudian memecat Sabri Lamouchi dan menunjuk Hervé Renard — pelatih berpengalaman dengan rekor keberhasilan bersama tim Afrika — hanya tiga hari sebelum pertandingan melawan Jepang. Persiapan singkat tidak cukup untuk memperbaiki kelemahan struktur pertahanan. Kesalahan individu sering kali membuka ruang bagi Jepang: gol pertama berasal dari kegagalan mengontrol pergerakan Kamada, sedangkan gol ketiga muncul setelah pemain bertahan Tunisia gagal menghalau bola dari tendangan sudut — Ueda memanfaatkan kesempatan itu. Wahbi Khazri berhasil mencetak gol semata wayang Tunisia dari titik penalti pada menit ke-72, tetapi hal itu tidak mengubah arah pertandingan. Renard mengakui setelah pertandingan bahwa timnya belum sempat memahami filosofi permainannya, meskipun ia menghargai komitmen para pemainnya.

Jepang Mendekati Babak 16 Besar, Tunisia Menghadapi Fase Pembangunan Kembali

Dengan 6 poin, Jepang kini dalam posisi kuat untuk melaju ke babak 16 besar. Mereka hanya perlu menghindari kekalahan besar saat menghadapi Chili dalam pertandingan terakhir grup. Tunisia akan bermain melawan Swedia lagi — pertandingan yang kini hanya memiliki makna moral dan pengalaman. Pertandingan ke-1.000 ini juga menandai fase baru Piala Dunia 2026, yang pertama kali diselenggarakan oleh tiga negara dan diperluas hingga 48 tim. Bagi Jepang, kemenangan ini mencerminkan perkembangan terus-menerus sepak bola negara mereka di panggung internasional. Bagi Tunisia, ini menjadi awal dari perbaikan menyeluruh — mulai dari struktur akar rumput hingga kepemimpinan teknis.

Babak Bersejarah, Dampak yang Berbeda

Pertandingan ke-1.000 bukan sekadar angka simbolis. Ia menyaksikan aksi luar biasa Ayase Ueda yang memperkuat statusnya sebagai salah satu penyerang paling tajam Asia saat ini. Bagi Jepang, ini adalah langkah pasti ke depan. Bagi Tunisia, ini adalah pengingat keras: keberhasilan tidak bisa dibangun dalam tiga hari — diperlukan konsistensi, perencanaan jangka panjang, dan kekuatan institusi.