TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
Olahraga

USMNT ke Babak Kekalahan Mati Piala Dunia 2026 tanpa Pulisic — Mengalahkan Australia 2-1

USMNT melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia 2-1 di Stadion MetLife pada 28 Juni 2026. Christian Pulisic diberi istirahat karena ketegangan hamstring, tetapi Giovanni Reyna dan Folarin Balogun mencetak gol masing-masing pada menit ke-27 dan ke-54. Mitchell Duke membalas untuk Australia pada menit ke-72. Kemenangan ini membawa Amerika Serikat berada di puncak Grup B dengan enam poin.

20 Jun 20263 minit baca0 tontonanOleh Redaksi MeridianFIFA World Cup 2026
PositifDisemak silang 2 model · 68
Baca 30 saat
  • USMNT mara ke pusingan 16 Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Australia.
  • Christian Pulisic direhatkan akibat ketegangan hamstring, tetapi Reyna dan Balogun menjaringkan gol.
  • Amerika Syarikat menduduki puncak Kumpulan B dengan enam mata setelah kemenangan ini.
USMNT ke Babak Kekalahan Mati Piala Dunia 2026 tanpa Pulisic — Mengalahkan Australia 2-1

Tanpa Pulisic, USMNT Menunjukkan Kedalaman

Christian Pulisic tidak bermain — bukan karena cedera serius, tapi sebagai langkah pencegahan setelah mengalami ketegangan hamstring dalam latihan terakhir. Ini bukan hanya kehilangan kapten. Ini juga kehilangan pencipta peluang utama, penjaga dua gol, dan pemberi satu assist dalam dua pertandingan sebelumnya. Tapi USMNT tidak goyah.

Giovanni Reyna masuk sebagai pengganti di sayap kiri — dan langsung mengubah ritme permainan. Pada menit ke-27, umpan silang tajam Sergiño Dest disambut tandukan mantap Reyna yang membuat Andrew Redmayne kewalahan. Gol itu bukan hanya pembuka skor. Ia melepaskan tekanan awal dari Australia, yang menyerang tanpa henti sejak menit pertama.

Tanpa Pulisic, Amerika Serikat bermain lebih tenang. Bukan lebih lambat — lebih terkendali. Weston McKennie dan Yunus Musah mengontrol ritme dari tengah, memaksa bola bergerak cepat ke area bahaya. Tidak ada kepanikan. Tidak ada usaha berlebihan. Hanya disiplin, dan keyakinan yang tumbuh seiring setiap menit.

Balogun Memberi Jarak, Australia Tak Putus Harapan

Folarin Balogun menambah jarak pada menit ke-54. Menerima umpan cerdas Tim Weah di luar kotak penalti, dia melepaskan tembakan keras — Redmayne terlambat bereaksi. Itu gol ketiga Balogun dalam turnamen ini. Ini juga bukti bahwa USMNT tidak bergantung pada satu nama saja.

Australia bangkit. Mitchell Duke menyelinap di antara dua pemain bertahan, menyambut umpan Mathew Leckie dengan sentuhan tepat — Matt Turner gagal menghalangi. Skor menjadi 2-1 pada menit ke-72. Suasana stadion berubah. Australia menekan keras. Tiga percobaan berbahaya di akhir babak kedua — semua dipatahkan oleh Tim Ream dan Chris Richards. Satu lagi usaha di masa injury time diblok dengan sempurna.

Klasemen Grup: Kemenangan yang Memperkuat, Kekalahan yang Memaksa

Amerika Serikat kini memimpin Grup B dengan enam poin — satu lebih daripada Inggris yang menang atas Iran. Australia tetap di posisi ketiga dengan tiga poin. Mereka masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 16, tetapi hanya jika menang besar atas Denmark *dan* hasil lain mendukung mereka.

Bagi USMNT, ini bukan sekadar kualifikasi. Ini adalah bukti kedalaman skuad. Reyna dan Balogun bukan pengganti sementara — mereka pemain yang siap mengambil alih saat penting. Dan ketika Pulisic kembali, bukan untuk menggantikan siapa pun. Tapi untuk menambah dimensi baru.

Babak 16 Menanti — dan Pulisic Hampir Siap

Pertandingan babak kekalahan mati dijadwalkan pada 4 Juli. Pulisic diharapkan pulih sepenuhnya dan akan kembali bermain. Pelatih Gregg Berhalter belum mengumumkan susunan pemain, tetapi pasti bukan sekadar 'kembalikan Pulisic, kembalikan gaya lama'. Ini lebih halus: bagaimana menggabungkan kecepatan Reyna, ketajaman Balogun, dan pengalaman Pulisic dalam satu sistem yang lebih dinamis.

Australia? Mereka perlu menang — dan menang besar. Peluang menciptakan peluang ada. Tapi finishing masih kabur. Dua tembakan tepat sasaran dalam 90 menit. Itu bukan statistik tim yang layak melaju ke babak berikutnya.

Piala Dunia 2026 sudah menunjukkan: USMNT bukan peserta biasa. Mereka menang tanpa kapten. Dan ketika kapten kembali, mereka bukan hanya kuat — mereka berbahaya.