TERKINI
๐ŸŒ Liputan global 24/7 โ€ข ๐Ÿฏ Asia Timur: China, Jepun, Korea โ€ข ๐Ÿ›• Asia Selatan: India โ€ข ๐Ÿฐ Eropah โ€ข ๐Ÿ—ฝ Amerika โ€ข ๐ŸŒ Afrika โ€ข ๐Ÿ•Œ Timur Tengah โ€ข ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Solidariti Palestin โ€ข ๐Ÿ“– Hari Ini Dalam Sejarah Dunia โ€ข
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
๐ŸŒ Dunia

VidDaCom menjadi perusahaan lokal pertama yang memiliki dan mengelola pabrik cairan lumpur penggalian

VidDaCom akan menjadi penyedia layanan minyak dan gas lokal pertama di Brunei yang memiliki dan mengelola sendiri Liquid Mud Plant (LMP) โ€” pabrik berkapasitas 23.000 tong untuk menyediakan cairan penggalian bagi operasi hulu negara. Pembangunan diharapkan dimulai dalam beberapa minggu, menandai langkah strategis dalam partisipasi perusahaan lokal sektor O&G.

21 Jun 20264 minit baca29 tontonanOleh Nurul IzzatiBizBrunei
PositifDisemak silang 2 model ยท 72
Baca 30 saat
  • โ€ขVidDaCom akan menjadi syarikat tempatan pertama di Brunei yang memiliki dan mengendalikan Liquid Mud Plant (LMP) sendiri
  • โ€ขLoji berkapasiti 23,000 tong ini akan membekalkan bendalir penggerudian untuk operasi telaga minyak dan gas di Brunei
  • โ€ขPembinaan dijangka bermula dalam beberapa minggu
VidDaCom menjadi perusahaan lokal pertama yang memiliki dan mengelola pabrik cairan lumpur penggalian

Imej: Imej: Bernard Spragg (CC0) via Openverse

TAJUK: VidDaCom menjadi perusahaan lokal pertama yang memiliki dan mengelola pabrik cairan lumpur penggalian

RINGKASAN: VidDaCom akan menjadi penyedia layanan minyak dan gas lokal pertama di Brunei yang memiliki dan mengelola sendiri Liquid Mud Plant (LMP) โ€” pabrik berkapasitas 23.000 tong untuk menyediakan cairan penggalian bagi operasi hulu negara. Pembangunan diharapkan dimulai dalam beberapa minggu, menandai langkah strategis dalam partisipasi perusahaan lokal sektor O&G.

KANDUNGAN:

Saat sumur minyak digali, setiap lapisan batuan harus ditusuk secara tepat โ€” tanpa merusak formasi geologi atau memicu kebocoran tekanan. Cairan khusus, dikenal sebagai cairan penggalian (drilling fluid), memastikan kelancaran proses tersebut: menstabilkan dinding lubang gali, mendinginkan mata bor, dan membawa serpihan batuan ke permukaan. Selama ini, pasokan cairan tersebut diatur sepenuhnya oleh perusahaan asing. Kini, perubahan mendasar sedang terjadi.

VidDaCom akan menjadi penyedia layanan minyak dan gas lokal pertama di Brunei yang memiliki dan mengelola Liquid Mud Plant (LMP) secara penuh. Pabrik berkapasitas 23.000 tong ini akan menyediakan berbagai jenis cairan penggalian โ€” disesuaikan dengan tekanan formasi, suhu, dan komposisi batuan โ€” untuk operasi sumur minyak dan gas di seluruh negara. Menurut laporan BizBrunei, pembangunan diharapkan dimulai dalam beberapa minggu lagi.

Apa itu Liquid Mud Plant dan mengapa penting?

Liquid Mud Plant bukan hanya sekumpulan tangki penyimpanan. Ia adalah fasilitas terpadu yang dirancang untuk mencampur, menguji, menyimpan, dan mendistribusikan cairan penggalian sesuai spesifikasi teknis ketat. Setiap sumur memerlukan formulasi unik: lumpur berbasis air untuk formasi stabil, atau lumpur berbasis minyak untuk tekanan tinggi dan suhu ekstrem. Tanpa fasilitas lokal seperti ini, perusahaan produsen harus menunggu pengiriman dari luar negeri โ€” menghadapi risiko keterlambatan pasokan, keterlambatan logistik, dan ketidakpastian harga.

Bagi Brunei, kehadiran LMP lokal berarti pengurangan ketergantungan pada impor layanan lumpur, pemendekan rantai pasok dari beberapa minggu menjadi beberapa jam, serta jaminan ketersediaan bahan kritis bagi kelangsungan operasi hulu. Dengan VidDaCom sebagai pengelola, industri dapat meningkatkan ketahanan operasional dan efisiensi biaya.

Bagaimana proyek ini akan dilaksanakan?

Pembangunan LMP ini merupakan hasil kerja sama tiga pihak: VidDaCom, SLB (bekas Schlumberger), dan BSP (Brunei Shell Petroleum). Meskipun detail kesepakatan tidak diungkapkan, model kemitraan ini memungkinkan VidDaCom mengakses keahlian teknis SLB dalam desain dan manajemen lumpur, sambil memanfaatkan infrastruktur logistik dan lokasi yang dimiliki BSP. Lokasi pabrik dipilih berdasarkan akses ke area minyak utama dan fasilitas transportasi โ€” kemungkinan besar di kawasan industri terpadu di Kuala Belait atau Seria.

Kapasitas 23.000 tong memungkinkan pabrik ini mendukung beberapa sumur secara bersamaan dalam fase penggalian intensif. Fase pembangunan melibatkan pemasangan sistem pencampuran otomatis, tangki penyimpanan berlapis, unit uji *on-site*, dan koneksi langsung ke jaringan transportasi darat dan laut. Jika tidak ada hambatan teknis atau izin regulasi, pabrik diharapkan beroperasi penuh dalam waktu 12 hingga 18 bulan.

Apa dampaknya terhadap industri minyak dan gas Brunei?

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam Rencana Kemajuan Nasional (RKN) dan Wawasan Brunei 2035 untuk meningkatkan nilai tambah lokal dalam sektor minyak dan gas. Dengan memiliki LMP, VidDaCom tidak hanya mengurangi anggaran impor layanan tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan kapasitas teknis lokal โ€” dari insinyur kimia hingga operator pabrik bersertifikat.

Lebih luas lagi, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa perusahaan lokal mampu masuk ke segmen layanan hulu yang sebelumnya didominasi pemain global. Ini bisa menjadi model replikasi bagi perusahaan lain dalam bidang *well services*, *cementing*, atau *completion fluids* โ€” sektor-sektor yang membutuhkan akurasi tinggi dan sertifikasi standar internasional.

Apa maknanya bagi rakyat Brunei?

Bagi rakyat, proyek ini berarti lebih banyak peluang kerja berketerampilan tinggi di sektor swasta โ€” bukan hanya dalam operasi pabrik, tetapi juga dalam perawatan, pengujian laboratorium, dan manajemen rantai pasok. Peningkatan kehadiran perusahaan lokal dalam rantai nilai hulu juga membuka ruang bagi kontraktor lokal untuk menyumbangkan bahan dan layanan pendukung.

Dari sudut ekonomi makro, LMP lokal membantu menstabilkan biaya produksi minyak dan gas โ€” faktor penting dalam menjaga daya saing Brunei di pasar internasional. Hal ini secara tidak langsung mendukung pendapatan negara dan upaya diversifikasi ekonomi, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada sektor pemerintah dan pendapatan minyak jangka pendek.

Langkah VidDaCom ini bukan hanya investasi bisnis. Ia adalah batu loncatan dalam transformasi industri โ€” menunjukkan bahwa kemandirian teknis dalam sektor hulu bukan lagi aspirasi, tetapi realitas yang sedang dibangun di tanah Brunei.