TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 β€’ 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea β€’ πŸ›• Asia Selatan: India β€’ 🏰 Eropah β€’ πŸ—½ Amerika β€’ 🌍 Afrika β€’ πŸ•Œ Timur Tengah β€’ πŸ‡΅πŸ‡Έ Solidariti Palestin β€’

Carian Berita

3 hasil untuk "Loji Lumpur"

Artikel Berita (3)

VidDaCom menjadi perusahaan lokal pertama yang memiliki dan mengelola pabrik cairan lumpur penggalian
🌍 DuniaπŸ‡§πŸ‡³ BruneiSahih

VidDaCom menjadi perusahaan lokal pertama yang memiliki dan mengelola pabrik cairan lumpur penggalian

VidDaCom akan menjadi penyedia layanan minyak dan gas lokal pertama di Brunei yang memiliki dan mengelola sendiri Liquid Mud Plant (LMP) β€” pabrik berkapasitas 23.000 tong untuk menyediakan cairan penggalian bagi operasi hulu negara. Pembangunan diharapkan dimulai dalam beberapa minggu, menandai langkah strategis dalam partisipasi perusahaan lokal sektor O&G.

2 hari lalu4 minit baca41
VidDaCom menjadi pengendali pabrik lumpur lokal pertama Brunei
🌍 DuniaπŸ‡§πŸ‡³ BruneiSahih

VidDaCom menjadi pengendali pabrik lumpur lokal pertama Brunei

VidDaCom Sdn Bhd akan menjadi perusahaan layanan minyak dan gas lokal pertama di Brunei yang memiliki dan mengoperasikan Pabrik Lumpur Cari (LMP) dengan kapasitas 23.000 tong. Pabrik tersebut, yang pembangunannya dijadwalkan dimulai dalam beberapa minggu, akan menyediakan cairan bor untuk mendukung produksi awal negara melalui kemitraan strategis dengan SLB dan BSP β€” sebuah langkah besar dalam partisipasi wirausaha lokal di sektor yang selama ini dikuasai pemain internasional.

2 hari lalu3 minit baca13
VidDaCom menjadi pengelola pabrik lumpur cair pertama di Brunei
🌍 DuniaπŸ‡§πŸ‡³ BruneiSahih

VidDaCom menjadi pengelola pabrik lumpur cair pertama di Brunei

VidDaCom, perusahaan layanan minyak dan gas lokal, akan menjadi pemilik dan pengelola pabrik lumpur cair (LMP) pertama di Brunei β€” fasilitas berkapasitas 23.000 tong yang menyediakan cairan bor untuk operasi hulu. Pembangunan dimulai dalam beberapa minggu dengan dukungan SLB dan BSP, menandai langkah strategis dalam kepemilikan aset kritis oleh perusahaan lokal.

3 hari lalu4 minit baca12