TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin • 📖 Hari Ini Dalam Sejarah Dunia •
Artikel ini adalah terjemahan AI dari bahasa asal.
🌍 Dunia

Festival Allo Bank 2026 Meletup di Jakarta — CORTIS Debut dengan Ledakan Sorak

Festival Allo Bank 2026 secara rasmi bermula pada Sabtu (20/6) di Indonesia Arena, Jakarta Pusat. Lebih daripada 50.000 penonton memadati arena untuk menyaksikan debut pertama kumpulan Korea Selatan CORTIS di Indonesia — salah satu momen paling dinantikan dalam sejarah festival muzik nasional.

20 Jun 20263 minit baca0 tontonanOleh Daniel Tan Wei MingCNN Indonesia
PositifDisemak silang 2 model · 62
Baca 30 saat
  • Allo Bank Festival 2026 resmi dibuka dengan antusiasme tinggi di Jakarta.
  • CORTIS tampil perdana di Indonesia dalam festival musik nasional.
  • Festival menampilkan lineup beragam dan aktivitas interaktif selama acara.
Festival Allo Bank 2026 Meletup di Jakarta — CORTIS Debut dengan Ledakan Sorak

Imej: Imej: Jimmy McIntyre - Editor HDR One Magazine (BY-SA) via Openverse

Antrean Berdebar Sejak Siang

Pukul 14.00 WIB, jalur masuk Indonesia Arena sudah dipenuhi gelombang anak muda. Kaos band lusuh, poster digulung rapat, lightstick berkedip-kedip — semua bergerak dalam satu irama: menunggu. Dinda, 22 tahun, mahasiswa Universitas Indonesia, berdiri sejak pukul 10.00 pagi. "Saya hitung hari sejak pengumuman CORTIS. Bukan cuma konser — ini janji yang akhirnya ditepati." Udara Jakarta terasa lekat, tapi tak ada yang mengeluh. Hanya senyum lebar dan suara-suara yang tak berhenti menyebut nama itu: *CORTIS*.

CORTIS Tiba — dan Semua Berubah

Sabtu, 20 Jun 2026, pukul 20.00 WIB. Panggung utama gelap. Lampu biru menyala tajam. Intro lagu pembuka meledak — dan ribuan orang berteriak seolah napas mereka tertahan selama setahun. CORTIS bukan sekadar penampil tamu. Mereka adalah titik balik: grup band Korea Selatan pertama yang tampil penuh di Allo Bank Festival, dengan durasi 90 minit dan 12 lagu — termasuk dua versi eksklusif untuk penonton Indonesia. Di samping mereka, lineup padat: Pamungkas, Raisa, dan The 1975 — masing-masing membawa warna berbeza, tapi satu panggung yang sama: kepercayaan pada muzik sebagai penghubung.

Festival yang Bernapas

Allo Bank Festival bukan hanya deretan nama di poster. Di sela-sela dentuman bass, ada aroma kopi tempatan dari stan *Kopi Kita*, instalasi seni interaktif berbentuk peta suara Nusantara, dan panggung *Rising Stage* tempat tiga kumpulan baru memecah langit-langit harapan. Zona rehat ber-AC, pos kesihatan siaga 24 jam, dan petugas berseragam hijau yang selalu tersenyum — semua dirancang agar tubuh tidak lesu sebelum jiwa puas. "Kami tidak menjual tiket. Kami menjual pengalaman yang boleh diingati selama lima tahun lagi," kata Rizky Pratama, juru bicara Allo Bank.

Jakarta Berdenyut Lebih Kencang

Lebih daripada 35.000 pengunjung datang dari luar Jakarta — Bandung, Surabaya, Medan, bahkan Pontianak. Hotel-hotel di sekitar Senayan mencatat tahap penghunian 98%. Taksi dalam talian melonjak pesanan 220% pada petang Sabtu. Lebih daripada 500 pekerja tempatan terlibat secara langsung: teknisi panggung dari Bekasi, penjual *martabak manis* dari Yogyakarta, reka grafik muda dari Makassar. Sandiaga Uno, Menteri Pelancongan dan Ekonomi Kreatif, menyebutnya: "Bukan sekadar acara — ini pelaburan budaya yang menggerakkan ekonomi sebenar."

Tiket Mahal? Ya. Tapi Mengapa Tetap Ludes?

Harga tiket CORTIS memang memicu perdebatan di media sosial. Sebahagian menyebut Rp1,2 juta terlalu tinggi untuk satu kumpulan. Namun data jualan menunjukkan: semua kategori *VIP Meet & Greet* habis dalam 47 saat. Alasannya mudah: ini bukan sekadar konser. Ini peluang pertama — dan mungkin satu-satunya dalam masa dekat — untuk melihat CORTIS secara langsung di tanah air. Panitia menegaskan koordinasi ketat dengan Kedutaan Besar Korea Selatan dan pihak keselamatan negara, demi kelancaran dan keselamatan mutlak.

Saat Jakarta Berhenti, Muzik Terus Berjalan

Malam itu, apabila lagu penutup menggema, ribuan telefon diangkat serentak. Cahaya putih menyala seperti bintang jatuh di tengah gelap. Tidak ada teriakan berlebihan — hanya hening yang bergetar, lalu sorak yang pecah lagi, lebih keras. Di antara semua itu, tidak ada label, tidak ada batas negara, tidak ada perbezaan usia atau latar belakang. Hanya satu ritme. Satu nafas. Satu nama yang disebut bersamaan: *CORTIS*. Dan di bawah langit Jakarta yang mulai berbintang, Allo Bank Festival 2026 membuktikan: muzik bukan sekadar suara. Ia adalah bukti nyata bahawa manusia masih boleh saling mengenali — hanya dengan nada, lirik, dan detak jantung yang sama.