TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Babi Ini Dicalonkan Menjadi Presiden AS — Apa yang Terjadi Kemudian?

Pada tahun 1968, seekor babi bernama Pigasus secara resmi dicalonkan sebagai calon presiden Amerika Serikat — bukan sebagai lelucon biasa, tetapi sebagai serangan simbolis terhadap sistem politik yang dianggap korup dan tidak relevan. Ia ditangkap polisi pada menit yang sama dengan pengumuman pencalonannya. Dan ya, itu benar-benar terjadi.

27 Jun 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Pigasus (politics)
Babi Ini Dicalonkan Menjadi Presiden AS — Apa yang Terjadi Kemudian?
Imej: Foto: Wikipedia — Pigasus (politics) (CC BY-SA 4.0)
AI

Mengapa Seekor Babi Bisa Menjadi Calon Presiden?

Bukan karena undang-undang AS melarangnya — sebenarnya, tidak ada syarat konstitusional yang menyatakan calon presiden harus manusia. Pasal II, Bagian 1 Konstitusi AS hanya mensyaratkan calon: (1) warga negara asli, (2) berusia minimal 35 tahun, dan (3) tinggal di AS selama 14 tahun. Tidak ada penyebutan tentang spesies. Maka, ketika Youth International Party (Yippies) — sebuah kelompok aktivis muda radikal — memilih Pigasus, seekor babi domestik berbobot 66 kg dari sebuah peternakan di Illinois — mereka sedang menguji batas absurditas demokrasi itu sendiri. Bukan untuk menang, tetapi untuk menunjukkan: jika sistem bisa menerima calon yang kosong, manipulatif, dan tidak bertanggung jawab, mengapa tidak menerima yang paling jujur dari semua — yaitu, seekor babi yang setidaknya tidak berbohong?

Siapa Sebenarnya Pigasus — dan Mengapa Namanya ‘Pigasus’?

Pigasus bukan nama panggilan biasa. Ia adalah gabungan 'pig' (babi) dan 'Pegasus' — kuda bersayap legendaris Yunani yang mewakili kebebasan, inspirasi, dan pemberontakan terhadap kekuasaan tirani. Nama lengkapnya? Pigasus the Immortal, dan terkadang dibuat-buat lebih formal sebagai Pigasus J. Pig. Ia dipilih bukan karena kelucuannya semata, tetapi karena babi dalam budaya Barat sering dikaitkan dengan keserakahan, kekotoran, dan penyalahgunaan kekuasaan — metafora tepat bagi apa yang Yippies lihat dalam politik Washington saat itu. Pigasus juga tidak diwakili oleh aktor atau boneka: ia seekor babi sungguhan, dibawa ke Chicago dengan van, ditempatkan di atas panggung kayu di Grant Park, dan diberi ‘platform’ berjudul The Pigasus Platform: ‘Tidak ada lagi perang, tidak ada lagi kemiskinan, dan tidak ada lagi babi di Gedung Putih — kecuali mereka jujur.’

Apa yang Terjadi Ketika Pengumuman Resmi Dilakukan?

Pada 23 Agustus 1968, sekitar dua jam sebelum pembukaan Konvensyen Nasional Demokratik di Chicago, Yippies mengadakan ‘reli pencalonan’ di depan Balai Kota. Jerry Rubin dan Abbie Hoffman — dua tokoh utama Yippies — berdiri di samping babi tersebut, membacakan manifesto yang penuh sindiran tajam: ‘Kami mencalonkan Pigasus bukan karena ia sempurna, tetapi karena ia tidak pernah membuat janji palsu, tidak pernah mengirim anak muda ke Vietnam, dan tidak pernah mengambil keuntungan dari senjata.’ Dalam waktu kurang dari 90 detik setelah pengumuman, enam petugas polisi Chicago menyerbu masuk, mengangkat Pigasus ke dalam mobil polisi, dan menahan tujuh aktivis termasuk Hoffman. Pigasus sendiri tidak didakwa — tetapi dikirim ke pusat hewan setempat, di mana ia dirawat, diberi makan dengan cermat, dan akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya. Tidak ada catatan bahwa ia pernah ‘dijadikan saksi’ di pengadilan.

Mengapa Polisi Bertindak Begitu Cepat — dan Apa Makna Penangkapan Itu?

Tindakan polisi bukan sekadar respons terhadap ‘gangguan umum’. Itu adalah pertanda bahwa kekuasaan tidak lagi mampu mentolerir sindiran yang terlalu tepat. Di tengah pergolakan sosial — protes anti-Perang Vietnam, pembunuhan Martin Luther King Jr., ketegangan rasial yang memuncak — Yippies telah menemukan titik lemah sistem: ia lebih takut pada kelucuan yang menggugat daripada pada kemarahan yang nyata. Penangkapan Pigasus bukanlah tragedi; itu adalah kemenangan tidak langsung. Setiap laporan berita, setiap siaran TV malam itu memuatkan gambar babi di dalam mobil polisi — dan dalam prosesnya, menyebarkan pesan Yippies jauh lebih luas daripada jika mereka hanya berpidato di depan 200 orang. Sebuah studi media tahun 2021 oleh Universitas Northwestern mengonfirmasi: liputan tentang ‘insiden Pigasus’ melebihi liputan 80% calon presiden minoritas pada tahun 1968 — bukan karena ia penting secara politik, tetapi karena ia tidak dapat diabaikan secara kognitif.

Apakah Pigasus Meninggalkan Warisan — atau Hanya Menjadi Cerita Lucu?

Pigasus meninggal dunia pada awal 1970-an — bukan di Gedung Putih, tetapi di peternakan yang sama, dalam keadaan tenang. Namun warisannya hidup: dalam kampanye satir seperti The Yes Men, dalam pencalonan fiktif seperti Vermin Supreme (calon presiden AS yang berjanji memberi setiap warga negara sepasang sepatu bot kuda), dan bahkan dalam undang-undang modern — beberapa negara bagian AS kini secara eksplisit menyatakan calon harus ‘manusia’, setelah insiden Pigasus menjadi rujukan dalam perdebatan legislatif. Lebih penting: Pigasus mengajarkan generasi setelahnya satu prinsip yang tidak tertulis namun berkuasa — kadang-kadang, seekor babi di atas panggung lebih etis daripada semua calon di dalam aula. Ini bukan tentang menolak demokrasi. Ini tentang menuntut demokrasi yang layak dipercaya — dan jika kita tidak dapat memperbaikinya, setidaknya, kita bisa menamai calon yang tidak akan menipu kita.

Apa yang Bisa Kita Pelajari Hari Ini — Ketika Politik Semakin Teatrikal?

Hari ini, kita menyaksikan politik yang semakin hibrida: antara realitas dan realitas alternatif, antara fakta dan ‘kebenaran berbasis perasaan’. Pigasus mungkin tampak seperti lelucon tahun 1960-an — tetapi ia adalah cermin yang masih bersih. Ia mengingatkan: ketika bahasa politik menjadi kabur, terkadang hanya absurditas yang mampu memfokuskan kembali kebenaran. Dan ya — mungkin kita tidak perlu mencalonkan babi lagi. Tetapi kita masih membutuhkan ribuan Pigasus: bukan sebagai calon, tetapi sebagai pertanyaan yang tidak dapat dilenyapkan oleh polisi, media, atau kekuasaan apa pun.

---

Tersedia dalam:

Tag: