TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Ilusi Mata Ini Bisa Menipu 99% Manusia — Ilmuwan Juga Bingung Selama 30 Tahun

Lihat dua persegi abu-abu yang sama warna, sama kecerahan, dan sama kejelasan. Namun mata Anda tetap menganggapnya berbeda. Ini bukan kesalahan pada kanta mata, tetapi satu ilusi yang dikenal sebagai White's illusion. Selama tiga dekade, ilusi ini memperkuat teori klasik neurosains tentang bagaimana otak memproses kecerahan. Dan yang paling mengejutkan: semakin kritis Anda melihat, semakin kuat penipuan itu.

27 Jun 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — White's illusion
Ilusi Mata Ini Bisa Menipu 99% Manusia — Ilmuwan Juga Bingung Selama 30 Tahun
Imej: Foto: Wikipedia — White's illusion (CC BY-SA 4.0)
AI

Dua Warna Yang Sama — Tapi Otak Anda Kata Lain

White's illusion, atau ilusi White, pertama kali diperkenalkan oleh Michael White pada tahun 1979. Ia adalah ilusi kecerahan yang menampilkan jalur hitam dan putih vertikal, dengan beberapa bagian jalur tersebut diganti oleh persegi abu-abu yang sama warna, sama kecerahan, dan sama kejelasan. Namun, persegi tersebut terlihat berbeda kecerahannya tergantung posisinya. Contohnya, persegi yang berada di atas jalur hitam terlihat lebih terang dibandingkan persegi yang berada di atas jalur putih. Ini bukan karena warna atau cahaya sebenarnya berbeda, tetapi karena otak kita menciptakan ilusi. Fenomena ini mengejutkan karena terjadi meskipun Anda tahu ini adalah ilusi — pengetahuan Anda tidak dapat mengatasi persepsi otomatis.

Inhibisi Lateral Gagal Menjelaskan — Ini Yang Membuat Ilmuwan Terkejut

Teori klasik dalam neurosains, inhibisi lateral, menyatakan bahwa sel saraf di retina saling menghambat jiran mereka untuk meningkatkan kontras. Misalnya, ketika Anda melihat grid hitam putih, sel yang terangsang oleh bagian putih akan menghambat sel yang melihat bagian hitam, membuat batas lebih jelas. Namun, White's illusion melakukan sebaliknya: persegi abu-abu yang berbatasan dengan jalur hitam terlihat lebih terang, sedangkan yang berbatasan dengan jalur putih terlihat lebih gelap. Ini bertentangan dengan prediksi inhibisi lateral, yang mengharapkan sebaliknya. Jadi, selama 30 tahun, ilmuwan berusaha mencari mekanisme baru. Ini membuktikan bahwa otak kita tidak hanya memproses informasi secara lokal, tetapi juga menggunakan konteks global untuk memahami kecerahan.

Munker–White dan Efek Warna yang Lebih Ajaib

Jika Anda pikir ilusi ini hanya terbatas pada hitam putih, pikir ulang. Ketika jalur horizontal diganti dengan warna berbeda, ilusi ini disebut Munker–White illusion atau Munker illusion. Contohnya, jika jalur vertikal berwarna merah dan hijau, persegi abu-abu akan terlihat agak merah atau hijau tergantung posisinya. Ini didasarkan pada efek Bezold, di mana persepsi warna dipengaruhi oleh warna di sekitarnya. Bayangkan Anda melihat dua persegi yang sebenarnya abu-abu murni — satu terlihat merah dan satu lagi hijau. Ini bukan karena pigmen berubah, tetapi karena otak Anda membuat prediksi berdasarkan konteks. Ilusi ini sangat kuat sehingga digunakan dalam desain grafis dan psikologi visual untuk meneliti bagaimana warna diproses.

Mengapa Otak Kita Mudah Ditipu?

Untuk memahami White's illusion, kita perlu melihat bagaimana otak memproses informasi visual. Otak kita bukan kamera pasif; ia adalah mesin prediksi. Ia menggunakan pengalaman masa lalu dan konteks untuk mengisi informasi yang hilang. Dalam White's illusion, otak menganggap bahwa kecerahan suatu objek dipengaruhi oleh lingkungannya — semakin terang latar belakang, semakin gelap objek terlihat. Namun, ilusi ini menunjukkan bahwa otak juga menggunakan arah dan orientasi jalur. Penelitian menunjukkan bahwa neuron di korteks visual V1 dan V2 lebih responsif terhadap orientasi garis daripada kecerahan sebenarnya. Jadi, ketika persegi abu-abu ditempatkan di antara jalur, otak mengintegrasikan informasi orientasi ini, menghasilkan persepsi yang salah.

Aplikasi Dunia Nyata — Dari Lukisan Hingga Vision Robot

White's illusion bukan hanya mainan mata. Ia memiliki aplikasi praktis. Dalam seni, pelukis menggunakan prinsip ini untuk menciptakan ilusi kedalaman dan cahaya tanpa menggunakan warna nyata. Contohnya, dalam lukisan realistis, kecerahan relatif objek bisa dibuat terlihat berbeda dengan menambahkan jalur di sekelilingnya. Dalam bidang vision robot, insinyur harus mengatasi ilusi ini saat mengembangkan kamera yang bisa memahami kecerahan secara akurat. Jika robot tertipu oleh White's illusion, mungkin akan salah mengenali objek di lingkungannya. Penelitian juga menggunakan ilusi ini untuk meneliti gangguan visual seperti skizofrenia dan autisme, di mana pasien mungkin kurang rentan terhadap ilusi, memberikan petunjuk tentang cara otak mereka bekerja.

Anda Bisa Menguji Sendiri — Dan Hasilnya Akan Mengejutkan

Untuk mengalami sendiri White's illusion, cari gambar online (misalnya, gambar dengan jalur hitam putih dan persegi abu-abu). Tutup separuh ilusi dengan tangan — Anda akan melihat bahwa persegi itu sebenarnya sama warna. Buka kembali, dan ilusi kembali. Lebih mengejutkan, jika Anda fokus pada satu persegi, ilusi masih kuat. Ini membuktikan bahwa persepsi kecerahan bukan hanya berdasarkan rangsangan fisik, tetapi juga pada cara otak mengatur informasi. Coba juga dengan versi berwarna — biru dan kuning, misalnya — dan lihat bagaimana warna persegi berubah. Ini adalah cara terbaik untuk menghargai betapa kompleksnya otak kita, walaupun dalam tugas yang tampak sederhana seperti melihat warna.

---
Rujukan: White's illusion — Wikipedia

Tersedia dalam: