TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Penyakit Langka Ini Membuat Bayi Tampak Sehat Tapi Otaknya Rusak Perlahan-lahan

Bayangkan seorang bayi yang tampak normal dan sehat, tetapi dalam diam, tubuhnya gagal memproses satu vitamin penting. Akibatnya, sel-sel otak mulai rusak satu per satu tanpa disadari. Inilah realitas penderita kekurangan biotinidase, sebuah penyakit genetik yang jarang ditemui. Tanpa pengobatan awal, penyakit ini bisa menyebabkan kejang, kehilangan pendengaran, dan masalah belajar seumur hidup.

27 Jun 20263 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Biotinidase deficiency
Penyakit Langka Ini Membuat Bayi Tampak Sehat Tapi Otaknya Rusak Perlahan-lahan
Imej: Foto: Wikipedia — Biotinidase deficiency (CC BY-SA 4.0)
AI

Ketika Vitamin 'H' Menentukan Hidup dan Mati

Pernah mendengar tentang biotin? Jika belum, jangan khawatir—banyak orang juga tidak tahu. Biotin, atau vitamin B7, adalah nutrisi air yang sangat penting untuk metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. Tapi apa yang terjadi jika tubuh kita tidak bisa menggunakan biotin yang ada? Inilah yang terjadi pada penderita kekurangan biotinidase, gangguan metabolik resesif autosom yang sangat langka.

Biotinidase adalah enzim yang bertugas melepaskan biotin dari protein dalam makanan. Jika enzim ini tidak berfungsi, biotin tidak dapat dipulihkan dalam sel. Akibatnya, cadangan biotin dalam tubuh cepat habis, dan sel-sel mulai lapar. Tanpa biotin, tubuh kita tidak bisa menghasilkan energi dengan benar—terutama di otak dan sistem saraf.

Gejala: Dari Kulit Kering Sampai Koma


Pada tahap awal, gejala kekurangan biotinidase bisa terlihat seperti masalah biasa: kulit kering, rambut rontok, atau ruam merah di sekitar mata dan mulut. Tapi jangan tertipu—dalam beberapa minggu atau bulan, kondisi bisa menjadi lebih serius.

Bayi yang terkena mungkin mengalami kejang, otot lemah, masalah koordinasi, dan perkembangan otak yang lambat. Dalam kasus parah, mereka bisa jatuh koma. Gejala neurologis seperti kehilangan pendengaran, masalah penglihatan, dan keterlambatan perkembangan juga bisa terjadi. Yang paling menakutkan: semua ini bisa dicegah jika didiagnosis secara dini.

Siapa yang Berisiko? Jawabannya Ada dalam DNA


Kekurangan biotinidase adalah penyakit genetik. Artinya, penyakit ini diturunkan dari orang tua yang masing-masing membawa satu salinan gen yang bermasalah. Jika dua orang pembawa gen ini menikah, setiap anak mereka memiliki 25% kemungkinan mewarisi dua salinan gen yang rusak dan menderita penyakit ini.

Penyakit ini langka, tetapi lebih umum dalam populasi tertentu. Di Eropa, tingkat kejadian sekitar 1 dari 60.000 hingga 1 dari 200.000 kelahiran. Di Malaysia? Data masih terbatas, tetapi para ahli menduga banyak kasus yang tidak terdiagnosis karena gejalanya bisa disalahartikan sebagai penyakit lain.

Diagnosis: Uji Cepat yang Menyelamatkan Nyawa


Syukurnya, ada cara mudah untuk mendeteksi kekurangan biotinidase—tes skrining bayi baru lahir. Hanya satu tetes darah dari tumit bayi sudah cukup. Tes ini sudah menjadi rutin di banyak negara maju, tetapi di Malaysia, tes ini belum wajib secara nasional.

Jika bayi didiagnosis secara dini, pengobatannya sangat mudah: suplemen biotin harian. Hanya dengan mengonsumsi dosis biotin yang cukup, gejala bisa sepenuhnya dikendalikan. Bahkan, sebagian besar anak-anak yang dirawat secara dini bisa hidup normal tanpa masalah apapun.

Tetapi jika diagnosis terlambat, kerusakan saraf yang telah terjadi mungkin permanen. Itulah sebabnya kesadaran tentang penyakit ini sangat penting. Orang tua perlu tahu bahwa ruam, kejang, atau keterlambatan perkembangan bukan sesuatu yang boleh dianggap remeh.

Harapan di Balik Vitamin


Meskipun terdengar menakutkan, kabar baiknya: kekurangan biotinidase bisa diatasi dengan mudah. Dengan hanya satu pil biotin setiap hari, anak-anak ini bisa menjalani kehidupan seperti teman sebayanya. Mereka bisa sekolah, bermain, dan bermimpi besar—tanpa perlu khawatir tentang kejang atau kerusakan otak.

Yang penting bukan pengobatan, tapi deteksi dini. Setiap bayi yang lahir berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup sehat. Dan kadang-kadang, kesempatan itu datang dalam bentuk satu tetes darah dan satu pil vitamin kecil.

---
Rujukan: Biotinidase deficiency — Wikipedia

Tersedia dalam: