TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Foto Pertama Lubang Hitam di Alam Semesta: Di Balik Tabir Ilmuwan Wanita Turki-Amerika Ini

Feryal Özel, seorang ahli astrofisika kelahiran Istanbul, memainkan peran penting dalam tim Event Horizon Telescope yang menghasilkan gambar pertama lubang hitam. Dari masa kecilnya di Turki hingga menjadi kepala departemen fisika di Georgia Tech, kisahnya adalah tentang keunggulan dalam dunia sains yang didominasi laki-laki. Temui bagaimana dia mengubah pemahaman kita tentang bintang neutron, magnetar, dan lubang hitam.

27 Jun 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Feryal Özel
Foto Pertama Lubang Hitam di Alam Semesta: Di Balik Tabir Ilmuwan Wanita Turki-Amerika Ini
Imej: Foto: Wikipedia — Feryal Özel (CC BY-SA 4.0)
AI

Dari Istanbul ke Bintang-Bintang

Pada suatu sore di Istanbul, tahun 1975, seorang bayi perempuan lahir dalam keluarga yang tidak pernah membayangkan bahwa anak mereka suatu hari akan menatap langsung ke dalam kegelapan lubang hitam. Feryal Özel kecil tumbuh dengan langit Bosporus sebagai latar belakang, tetapi matanya sudah tertuju lebih tinggi—ke arah bintang-bintang. Ketika remaja, dia sering menghabiskan malam di balkon apartemen keluarganya, mengamati titik-titik cahaya yang berkedip di atas Laut Marmara, bertanya-tanya apakah ada rahasia yang tersembunyi di balik tabir kosmos.

Perjalanannya menuju puncak ilmu pengetahuan dimulai ketika dia meninggalkan Turki untuk bergabung dengan Universitas Columbia di New York. Di sana, dia tidak hanya lulus dengan kepujian tertinggi—summa cum laude—dari Sekolah Keinsinyuran dan Sains Terapan Fu Foundation, tetapi juga membawa semangat ingin tahu yang tak pernah padam. Saat teman-temannya kesulitan dengan persamaan fisika, Feryal melihatnya sebagai puisi alam semesta. "Setiap rumus adalah cerita," katanya suatu waktu dalam wawancara. "Dan cerita yang paling menarik adalah tentang objek yang paling ekstrem."

Menyelami Objek Paling Ekstrem di Alam Semesta


Setelah Columbia, Feryal melanjutkan PhD di Universitas Harvard di bawah bimbingan Ramesh Narayan, seorang pakar dalam astrofisika energi tinggi. Tesisnya tentang cakram akresi di sekitar lubang hitam dan bintang neutron menjadi dasar bagi karier yang gemilang. Namun yang membuat Feryal benar-benar menonjol adalah keberaniannya untuk menyelami objek-objek yang paling misterius: magnetar—bintang neutron dengan medan magnet berjuta kali lebih kuat daripada Bumi—dan lubang hitam itu sendiri.

Sebagai seorang Hubble Fellow dan anggota Institut Studi Lanjutan di Princeton, dia mulai membangun reputasi sebagai salah satu ahli terkemuka dalam fisika objek padat. Penelitiannya tentang cara bintang neutron berinteraksi dengan lingkungan mereka membuka pintu kepada pemahaman baru tentang bagaimana materi berperilaku dalam kondisi paling ekstrem. Dalam makalah terkenalnya pada tahun 2013, dia mengusulkan model yang menjelaskan bagaimana medan magnet magnetar dapat menyebabkan letupan sinar gamma yang dahsyat—satu teori yang kemudian diverifikasi oleh pengamatan teleskop luar angkasa.

Wajah Lubang Hitam yang Pertama


Pada 10 April 2019, dunia terpukau ketika Event Horizon Telescope (EHT) merilis foto pertama lubang hitam dalam sejarah. Gambar kabur berwarna oranye yang menyerupai donat itu sebenarnya adalah bayangan lubang hitam supermasif di pusat galaksi M87, 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Di balik keberhasilan ini, terdapat tim ilmuwan dari seluruh dunia, dan Feryal Özel adalah salah satu yang paling penting—sebagai Kepala Pemodelan untuk proyek EHT.

Tugasnya tidak mudah: menterjemahkan data mentah dari teleskop radio yang tersebar dari Hawaii ke Antartika menjadi gambar yang bisa dipahami. Selama bertahun-tahun, Feryal dan timnya bekerja tanpa henti, mengembangkan algoritma yang mampu menyaring kebisingan kosmik dan merekonstruksi bentuk sebenarnya dari lubang hitam. "Kami pada dasarnya menciptakan kamera sebesar Bumi," katanya dalam sebuah kuliah di Georgia Tech. "Dan kamera itu akhirnya menangkap apa yang selama ini hanya ada dalam teori."

Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi Feryal dalam dunia sains, tetapi juga membuktikan bahwa wanita dari Turki bisa menjadi salah satu pemimpin dalam eksplorasi luar angkasa. Gambar lubang hitam itu menjadi simbol bukan hanya pencapaian teknologi, tetapi juga ketangguhan seorang ilmuwan yang tidak pernah berhenti bermimpi.

Penghargaan dan Pengakuan


Pada tahun 2013, American Physical Society memberikan Feryal Özel hadiah Maria Goeppert Mayer, penghargaan yang diberikan kepada wanita yang luar biasa dalam fisika. Penghargaan ini mengakui kontribusinya dalam memahami objek padat dan fenomena astrofisika energi tinggi. Namun, bagi Feryal, pengakuan yang paling berarti adalah ketika dia melihat generasi muda—terutama perempuan dari Turki—yang mulai tertarik pada sains setelah mendengar kisahnya.

Sekarang, sebagai profesor dan kepala departemen di Sekolah Fisika Georgia Institute of Technology di Atlanta, Feryal terus memimpin penelitian dalam astrofisika. Dia juga menjadi panutan bagi wanita dalam STEM, sering berbicara tentang pentingnya keragaman dalam sains. "Alam semesta tidak memilih pihak," katanya. "Ia mengungkap rahasinya kepada siapa pun yang berani bertanya."

Masa Depan yang Gelap dan Bercahaya


Apa masa depan bagi Feryal Özel? Dengan teleskop ruang angkasa James Webb yang kini beroperasi dan EHT yang terus dikembangkan, dia mungkin akan menjadi salah satu yang pertama untuk melihat lubang hitam lain yang lebih dekat atau bahkan meneliti bagaimana lubang hitam mempengaruhi pembentukan galaksi. Di Georgia Tech, laboratoriumnya sibuk dengan proyek-proyek baru, termasuk simulasi komputer tentang bagaimana materi berperilaku di dalam bintang neutron.

Namun di balik semua pencapaiannya, Feryal tetap rendah hati. Dalam wawancara terbaru, dia mengakui bahwa setiap kali dia melihat foto pertama lubang hitam, dia masih terharu. "Itu mengingatkanku mengapa aku menjadi astrofisikawan," katanya. "Bukan untuk penghargaan atau pengakuan, tetapi untuk kegembiraan murni ketika alam semesta berbagi sedikit rahasinya dengan kita."

Bagi pembaca Khatulistiwa, kisah Feryal Özel adalah pengingat bahwa bintang-bintang tidak pernah terlalu jauh—selama kita berani melihat ke atas dan bermimpi. Baik Anda seorang pelajar sains atau sekadar pecinta misteri luar angkasa, perjalanan wanita ini dari Istanbul ke tepi lubang hitam adalah inspirasi yang tak ternilai.

---
Rujukan: Feryal Özel — Wikipedia

Tersedia dalam: