TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🔬 Sains & Teknologi

Penemuan Terbaru: Bakteri Ekstremofil di Danau Subglasier Antartika Mampu Bertahan dalam Konsentrasi Logam Berat Tinggi – Studi Mengungkap Bakteri yang Menggunakan Logam sebagai Sumber Energi

Studi terbaru oleh peneliti dari Montana State University dan British Antarctic Survey yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications mengungkapkan penemuan mengejutkan: bakteri ekstremofil yang hidup di Danau Subglasier Whillans, Antartika, mampu bertahan dalam konsentrasi logam berat yang sangat tinggi seperti besi, mangan, dan kobalt. Bakteri ini menggunakan logam tersebut sebagai sumber energi melalui proses oksidasi, menantang pemahaman kita tentang batas kehidupan di Bumi dan membuka potensi besar dalam bioremediasi serta eksplorasi kehidupan di planet lain.

11 Julai 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaNature Communications
Penemuan Terbaru: Bakteri Ekstremofil di Danau Subglasier Antartika Mampu Bertahan dalam Konsentrasi Logam Berat Tinggi – Studi Mengungkap Bakteri yang Menggunakan Logam sebagai Sumber Energi
Imej: Imej hiasan deterministik (Picsum)
AI

Penemuan Mengejutkan di Bawah Lapisan Es Antartika

Di bawah lapisan es setebal lebih dari 800 meter di Antartika Barat, tersembunyi sebuah dunia yang selama ini dianggap mustahil untuk dihuni. Danau Subglasier Whillans, sebuah badan air yang terisolasi dari atmosfer selama jutaan tahun, telah menjadi fokus penelitian internasional selama beberapa dekade. Namun, penemuan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada tahun 2023 oleh tim peneliti dari Montana State University dan British Antarctic Survey telah mengejutkan komunitas ilmiah: mereka menemukan bakteri ekstremofil yang tidak hanya mampu bertahan dalam konsentrasi logam berat yang sangat tinggi, tetapi juga menggunakan logam tersebut sebagai sumber energi utama.

Metodologi Studi di Danau Subglasier Whillans

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor John Priscu menggunakan teknologi pengeboran air panas yang canggih untuk menembus lapisan es tanpa mencemari ekosistem danau. Mereka mengumpulkan sampel air dan sedimen dari kedalaman lebih dari 800 meter, kemudian menganalisisnya menggunakan teknik metagenomik dan spektrometri massa. Hasilnya mengejutkan: mereka menemukan komunitas bakteri yang didominasi oleh spesies dari genus Shewanella dan Geobacter, yang terkenal dengan kemampuannya mengoksidasi logam. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa bakteri ini memiliki konsentrasi enzim sitokrom yang tinggi, memungkinkan mereka memindahkan elektron dari logam berat seperti besi (Fe²⁺) dan mangan (Mn²⁺) ke rantai transpor elektron, sehingga menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Dampak Biokimia terhadap Bakteri dan Ekosistem

Penemuan ini mengubah paradigma kita tentang metabolisme mikroba. Selama ini, ilmuwan menganggap bahwa kehidupan memerlukan sumber karbon organik atau cahaya matahari untuk menghasilkan energi. Namun, bakteri di Danau Whillans membuktikan sebaliknya: mereka hidup dalam kegelapan total, tanpa oksigen, dan menggunakan logam berat sebagai donor elektron. Proses ini, yang dikenal sebagai respirasi logam, memungkinkan mereka bertahan dalam lingkungan yang kaya akan arsenik, kadmium, dan timbal – logam yang biasanya beracun bagi kebanyakan organisme. Studi menunjukkan bahwa bakteri ini tidak hanya toleran, tetapi juga memerlukan logam tersebut untuk pertumbuhan. Ini membuka pertanyaan baru tentang batas kehidupan di Bumi dan kemungkinan kehidupan di planet lain seperti Mars atau Europa, bulan Jupiter, yang dipercaya memiliki lautan subglasier yang serupa.

Implikasi terhadap Bioremediasi dan Industri

Kemampuan bakteri ini untuk mengoksidasi logam berat memiliki potensi besar dalam bidang bioremediasi. Logam berat seperti besi, mangan, dan kobalt sering menjadi polutan utama dalam limbah industri pertambangan dan pabrik. Dengan menggunakan bakteri ini, kita dapat mengolah air limbah yang tercemar dengan lebih efisien dan murah dibandingkan metode kimia konvensional. Selain itu, enzim yang terlibat dalam proses oksidasi logam ini dapat digunakan dalam sel bahan bakar mikroba untuk menghasilkan listrik dari limbah logam. Peneliti kini sedang mengkaji kemungkinan untuk mengkultur bakteri ini dalam skala besar dan mengoptimalkan kondisi pertumbuhannya untuk aplikasi komersial.

Tantangan dan Penelitian Masa Depan

Meskipun penemuan ini sangat menjanjikan, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Pertama, bakteri ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan tekanan, menjadikannya sulit untuk dikultur di laboratorium. Kedua, mekanisme genetik yang memungkinkan mereka bertahan dalam konsentrasi logam tinggi masih belum dipahami sepenuhnya. Tim peneliti kini sedang melakukan studi genomik lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen-gen yang bertanggung jawab atas toleransi logam dan respirasi logam. Mereka juga merencanakan misi berikutnya ke Danau Subglasier Ellsworth dan Danau Vostok untuk mencari spesies bakteri lain yang mungkin memiliki kemampuan lebih ekstrem.

Kesimpulan: Batas Baru dalam Biologi Ekstrem

Penemuan bakteri ekstremofil di Danau Subglasier Whillans tidak hanya memperluas pemahaman kita tentang keragaman kehidupan di Bumi, tetapi juga membuka pintu bagi aplikasi teknologi yang revolusioner. Dari bioremediasi hingga eksplorasi luar angkasa, bakteri ini menunjukkan bahwa kehidupan dapat ada dalam kondisi yang paling mustahil sekalipun. Seperti yang dinyatakan oleh Profesor Priscu dalam wawancara dengan Nature, "Kita baru saja menggaruk permukaan pemahaman tentang kehidupan di bawah es. Setiap penemuan baru mengingatkan kita bahwa alam semesta ini penuh dengan kejutan yang menunggu untuk dijelajahi."

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam:

Tag: