TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🔬 Sains & Teknologi

Tardigrade: Hewan Mikroskopis yang Mampu Bertahan dalam Radiasi dan Vakum Antariksa – Penemuan Terbaru Mengungkap Mekanisme Protein Unik

Tardigrade, atau beruang air, adalah hewan mikroskopis yang terkenal dengan ketahanan ekstrem terhadap radiasi, suhu ekstrem, dan vakum antariksa. Studi terbaru yang diterbitkan dalam Nature Communications mengungkap protein unik bernama Dsup (Damage Suppressor) yang melindungi DNA tardigrade dari kerusakan radiasi. Peneliti dari University of Tokyo berhasil memindahkan gen Dsup ke dalam sel manusia, meningkatkan ketahanan sel tersebut terhadap sinar-X sebanyak 40%. Penemuan ini membuka potensi besar untuk aplikasi dalam perlindungan radiasi medis, eksplorasi antariksa, dan pengobatan kanker.

10 Julai 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaNature Communications
Tardigrade: Hewan Mikroskopis yang Mampu Bertahan dalam Radiasi dan Vakum Antariksa – Penemuan Terbaru Mengungkap Mekanisme Protein Unik
Imej: Imej hiasan deterministik (Picsum)
AI

Keajaiban Tardigrade: Hewan Mikroskopis yang Menantang Batasan Kehidupan

Tardigrade, yang lebih dikenal sebagai beruang air, adalah hewan mikroskopis berukuran antara 0,1 hingga 1,5 milimeter yang telah memukau para ilmuwan selama beberapa dekade. Makhluk kecil ini mampu bertahan dalam kondisi yang mematikan bagi hampir semua bentuk kehidupan lain: radiasi pengion ribuan kali lebih tinggi daripada dosis mematikan manusia, suhu dari hampir nol mutlak (-272°C) hingga melebihi titik didih air (150°C), tekanan ekstrem di dasar laut, dan bahkan vakum antariksa. Kemampuan luar biasa ini menjadikan tardigrade sebagai subjek studi utama dalam bidang astrobiologi dan biologi ekstremofil.

Penemuan Protein Dsup: Mekanisme Perlindungan DNA yang Revolusioner

Pada tahun 2016, sebuah tim peneliti dari University of Tokyo yang dipimpin oleh Profesor Takekazu Kunieda menerbitkan penemuan penting dalam jurnal Nature Communications. Mereka mengidentifikasi satu protein unik yang hanya terdapat pada tardigrade, dinamakan Dsup (singkatan dari Damage Suppressor). Protein ini bekerja dengan mengikat langsung ke molekul DNA dan membentuk perisai fisik yang melindungi untaian DNA dari kerusakan yang disebabkan oleh radiasi pengion. Studi menunjukkan bahwa sel manusia yang dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan protein Dsup menunjukkan pengurangan kerusakan DNA sebesar 40% ketika terpapar sinar-X. Ini adalah pertama kalinya satu protein dari organisme ekstremofil berhasil ditransfer ke dalam sel mamalia dan memberikan efek perlindungan yang signifikan.

Eksperimen Transfer Gen: Dari Tardigrade ke Sel Manusia

Peneliti menggunakan teknik rekayasa genetika untuk memasukkan gen yang mengkode protein Dsup ke dalam sel manusia yang dikultur di laboratorium. Sel-sel yang dimodifikasi ini kemudian diekspos pada berbagai dosis sinar-X. Hasilnya sangat menggembirakan: sel yang mengandung protein Dsup menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dan kerusakan DNA yang jauh lebih rendah dibandingkan sel kontrol. Analisis mikroskop elektron menunjukkan bahwa protein Dsup membentuk struktur seperti selubung di sekitar kromatin, mengurangi akses radikal bebas dan spesies oksigen reaktif ke DNA. Studi lebih lanjut oleh tim yang sama pada tahun 2020 menemukan bahwa protein Dsup juga melindungi DNA dari kerusakan mekanis selama dehidrasi, kemampuan tardigrade lain yang terkenal.

Implikasi untuk Pengobatan dan Eksplorasi Antariksa

Penemuan ini memiliki implikasi yang sangat luas. Dalam bidang medis, protein Dsup berpotensi digunakan untuk melindungi sel-sel sehat pasien kanker yang menjalani radioterapi, memungkinkan pemberian dosis radiasi yang lebih tinggi untuk membunuh sel tumor tanpa merusak jaringan normal. Dalam eksplorasi antariksa, astronot yang terpapar radiasi kosmik selama misi ke Mars atau Bulan dapat memperoleh manfaat dari terapi gen yang menargetkan produksi protein Dsup dalam sel mereka. Selain itu, pemahaman tentang mekanisme Dsup dapat membantu dalam pengembangan bahan pelindung radiasi baru untuk peralatan elektronik dan pesawat ruang angkasa.

Tantangan dan Arah Penelitian Masa Depan

Meskipun penemuan ini sangat menggembirakan, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Protein Dsup hanya berfungsi di nukleus sel dan tidak melindungi mitokondria atau organel lain. Selain itu, produksi protein Dsup dalam jumlah yang cukup dalam sel manusia tanpa efek samping masih menjadi masalah. Studi terbaru dari University of Oxford menunjukkan bahwa ekspresi berlebihan protein Dsup dapat mengganggu proses transkripsi normal sel. Oleh karena itu, penelitian sedang dilakukan untuk menghasilkan versi protein Dsup yang lebih efisien dan aman, serta untuk memahami interaksinya dengan sistem perbaikan DNA alami manusia.

Kesimpulan: Satu Langkah Menuju Kehidupan yang Lebih Tangguh

Penemuan protein Dsup pada tardigrade membuka lembaran baru dalam biologi molekuler dan pengobatan regeneratif. Ini menunjukkan bahwa alam telah menghasilkan solusi yang sangat canggih untuk masalah yang dihadapi manusia dalam eksplorasi antariksa dan pengobatan kanker. Dengan penelitian lebih lanjut, mungkin suatu hari nanti kita dapat memanfaatkan mekanisme perlindungan tardigrade untuk melindungi astronot, pasien kanker, dan bahkan untuk memperpanjang umur manusia. Tardigrade, makhluk kecil yang sering diabaikan, telah mengajarkan kita bahwa ketahanan hidup dapat datang dalam bentuk yang paling tidak terduga.

Kandungan Ditaja (Sponsored)

Tersedia dalam:

Tag: