TERKINI
🌍 Liputan global 24/7 • 🏯 Asia Timur: China, Jepun, Korea • 🛕 Asia Selatan: India • 🏰 Eropah • 🗽 Amerika • 🌍 Afrika • 🕌 Timur Tengah • 🇵🇸 Solidariti Palestin •
Artikel ini adalah terjemahan dari bahasa asal.
🧠 Tahukah Kamu

Dia Alami Paru-Paru Kolaps Setiap Bulan — Ternyata Puncanya Haid

Bayangkan paru-paru anda tiba-tiba kolaps setiap kali datang bulan. Ini realitas yang dialami segelintir wanita, namun banyak yang tidak menyadari mereka menderita kondisi misterius bernama catamenial pneumothorax. Dikaitkan dengan endometriosis toraks, penyakit ini sering salah diagnosis dan jarang diketahui umum. Apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh mereka?

28 Jun 20264 minit baca0 tontonanOleh Redaksi KhatulistiwaWikipedia — Catamenial pneumothorax
Dia Alami Paru-Paru Kolaps Setiap Bulan — Ternyata Puncanya Haid
Imej: Foto: Wikipedia — Catamenial pneumothorax (CC BY-SA 4.0)
AI

Bila Paru-Paru "Merajuk" Setiap Bulan

Pernah dengar tentang orang yang paru-parunya kolaps secara tiba-tiba? Mesti menakutkan. Tapi bayangkan jika hal ini terjadi berulang-ulang, setiap bulan, tepat pada waktu haid. Terdengar seperti plot film seram, tapi inilah realitas bagi wanita yang menderita catamenial pneumothorax (CP).

CP adalah sejenis pneumothorax spontan — maksudnya udara masuk ke dalam rongga dada tanpa sebab yang jelas, menyebabkan paru-paru mengempis. Yang aneh, hal ini terjadi dalam waktu 72 jam sebelum atau setelah haid dimulai. Kebanyakan kasus menyerang paru-paru kanan. Bayangkan, sebulan sekali, mereka harus menghadapi sakit dada yang mencengkam, sesak napas, dan rasa takut yang sangat.

Misteri Endometriosis di Dada


Apa kaitan haid dengan paru-paru? Jawabannya mungkin terletak pada satu kondisi yang lebih dikenal di kalangan wanita: endometriosis. Tapi bukan endometriosis biasa-biasa. Dalam CP, jaringan yang serupa dengan lapisan rahim — yang seharusnya tumbuh dan gugur setiap bulan — ditemukan di dalam rongga dada, terutama pada pleura (selaput yang melapisi paru-paru). Ini disebut thoracic endometriosis.

Ketika haid tiba, jaringan ini sama-sama bereaksi: ia membengkak, meradang, dan mungkin menyebabkan kebocoran udara ke rongga dada. Akibatnya? Paru-paru kolaps. Menariknya, satu pertiga hingga setengah pasien CP juga memiliki endometriosis pelvis, tapi banyak yang tidak menyadari. Ahli medis sendiri mengakui kondisi ini masih kurang dipahami dan sering terlewatkan.

Sejarah Kasus Aneh yang Pertama


Kisah CP dimulai pada tahun 1958, ketika seorang wanita datang dengan keluhan aneh: dia sudah mengalami paru-paru kolaps sebanyak 12 kali dalam waktu setahun! Setiap episod terjadi tepat pada saat haid. Dokter-dokter saat itu terkejut. Ketika mereka melakukan pembedahan torakotomi (membuka dada), barulah mereka menemukan jawabannya: jaringan endometriosis menempel pada paru-paru kanan. Sejak itu, CP mulai dikenal sebagai satu entitas klinis yang unik, tapi masih jarang didiagnosis.

Mengapa Banyak yang Tidak Mengetahui?


Masalah utama CP adalah bahwa sangat sulit dideteksi. Banyak wanita yang mengalaminya mungkin tidak pernah memikirkan untuk menghubungkan sakit dada dengan siklus haid. Atau ketika mereka pergi ke klinik, dokter mungkin salah mendiagnosis sebagai pneumothorax biasa atau masalah jantung. Perkiraan sebenarnya jumlah pasien CP dalam populasi umum masih tidak diketahui, karena banyak yang tidak dilaporkan atau salah dirawat.

Untuk dikonfirmasi sebagai CP, pasien harus mengalami setidaknya dua episode pneumothorax yang berulang dan terkait dengan haid. Tapi mempertimbangkan banyak dokter tidak terbiasa dengan kondisi ini, pasien sering dirujuk ke sana-sini tanpa penyelesaian. Ini menambah beban psikologis dan fisik yang dahsyat.

Pilihan Pengobatan: Antara Pembedahan dan Hormon


Bagi mereka yang beruntung mendapatkan diagnosis yang tepat, pengobatan ada beberapa pilihan. Pembedahan torakoskopi (VATS) biasanya dilakukan untuk melihat langsung ke dalam rongga dada dan menghilangkan jaringan endometriosis yang mencurigakan. Tapi masalahnya, lesi ini kadang-kadang sangat kecil dan mudah terlewatkan.

Selain itu, dokter juga bisa melakukan pleurodesis — satu prosedur untuk melekatkan pleura pada paru-paru sehingga udara tidak mudah terkumpul kembali. Atau, pengobatan hormon seperti pil kontrasepsi atau agonis GnRH bisa digunakan untuk menekan siklus haid, dengan harapan mengurangi rangsangan pada jaringan endometriosis. Tapi terapi hormon ini memiliki efek sampingan tersendiri.

Yang menyedihkan, masih tidak ada obat yang pasti untuk CP. Setiap kasus mungkin memerlukan pendekatan pengobatan yang berbeda, dan kekambuhan tetap mungkin terjadi. Penelitian masih berlangsung untuk memahami mekanisme sebenarnya dari penyakit misterius ini.

Kesimpulan: Bukan Sekadar Sakit Dada Biasa


Catamenial pneumothorax mengingatkan kita bahwa tubuh wanita menyimpan banyak rahasia yang masih belum terungkap sepenuhnya. Bagi pasien yang mengalaminya, setiap bulan adalah tantangan — fisik dan emosi. Semoga dengan peningkatan kesadaran dan penelitian, lebih banyak wanita dapat didiagnosis awal dan menerima pengobatan yang sesuai. Jika Anda atau teman mengalami sakit dada berulang yang terkait dengan haid, jangan malu-malu untuk bertanya kepada dokter tentang kemungkinan CP. Kadang-kadang, paru-paru yang kolaps itu bukan sekadar angin, tapi gema misteri endometriosis yang selama ini tersembunyi.

Tersedia dalam: